Kisah Seru Seorang Satpam Membongkar Sindikat Narkoba Seorang Diri

JAKARTA – Waktu di layar ponsel Setyanto Aji menunjukkan pukul 01.45, Rabu (19/3), ketika kedua matanya melihat seorang laki-laki dengan tinggi sekitar 165 sentimeter berjalan di tepi Sungai Cengkareng Drain di belakang Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk. Laki-laki itu lalu menuruni tepian sungai. Setyanto Aji, wakil komandan satuan pengamanan sektor timur Pantai Indah Kapuk, ketika itu berpatroli dengan motor. Mencium gelagat tak baik, Setyanto menunggu dari kejauhan, namun si lelaki tak kunjung naik dari tepi sungai.

Pukul 01.55, sebuah speedboat yang bersuara sangat halus melintas di Cengkareng Drain dari arah laut lalu menepi tepat di tempat lelaki tadi turun. Selang 10 menit, sebuah mobil boks bernomor polisi B 9824 PJ datang dan menepi di lokasi yang sama.

”Saya pikir mereka mau buang mayat, saya curiga,” ujar Setyanto.

Dari kejauhan, Setyanto lalu menyaksikan sejumlah orang melempar kardus-kardus dari kapal. Kardus-kardus itu lalu dimasukkan ke mobil boks. Setyanto lalu mengajak dua anak buahnya untuk mendekati mobil boks itu.

Ketika mendekat, dari jarak 1,5 meter, Setyanto melihat ada sekitar delapan orang di speedboat itu yang lalu bergegas berusaha menutupi sisa kardus di kapal dengan terpal. Sementara tiga orang lainnya di dekat mobil boks.

”Saya lalu sempat bertanya, ’Ada apa ini’. Tetapi tidak ada yang menyahut. Mereka bergegas menutupi sisa kardus di kapal, masih sekitar puluhan kardus. Lalu kapal kabur. Mobil boksnya juga,” kata Setyanto.

Ia pun lalu membuntuti mobil boks tadi yang bergerak ke arah perumahan Pinisi. Lalu, tiba-tiba mobil boks itu berhenti. Orang di sebelah pengemudi lalu turun dan menggertak Setyanto. ”Dia bentak, ’Hah!’. Lalu tangannya seperti mau ambil pistol di pinggang,” tutur Setyanto.

Setyanto pun menjauh. Lelaki yang tadi sempat turun itu tak tahu pergi ke mana. Namun, dia segera menghubungi anggota Buser Polsek Penjaringan, Bripka Andre. Setyanto lalu menghubungi petugas satpam yang lain untuk memblokade tiga jalur keluar dari Pantai Indah Kapuk, yakni jalur ke arah Kapuk, Muara Angke, dan ke arah tol. Rupanya, tidak ada mobil boks yang melintas di ketiga jalur itu.

Namun, lalu petugas satpam yang bertugas di perumahan Camar Permai menginformasikan bahwa mobil boks itu memasuki kompleks. Jarak tempuh dari titik di Cengkareng Drain tadi ke Camar Permai hanya sekitar 10 menit berkendaraan. Rupanya, mobil boks itu memang milik salah satu penghuni di Camar Permai. Bahkan, di mobil boks itu juga tertempel stiker tanda penghuni.

Polisi pun lalu bergerak cepat dan menyusul ke Camar Permai. Pengemudi mobil boks itu, CCW, langsung diringkus dan diborgol sekitar pukul 02.45. Ketika hendak ditangkap, dia sempat berusaha menyuap Bripka Andre dengan memberi segepok uang. Upayanya itu gagal.

Di dalam mobil boks itu ditemukan 60 kardus berisi 600 kilogram atau 6 kuintal kristal sabu murni. Polisi memperkirakan nilai sabu murni sebanyak itu lebih dari setengah triliun rupiah.

”Ketika sampai di rumahnya itu, dia baru saja diborgol polisi. Saya lega,” tutur Setyanto.

Setyanto mengaku, keberhasilan penangkapan tersebut berkat kerja sama dan komunikasi yang intensif antara petugas keamanan dan kepolisian setempat sejak lama. Polisi dan petugas satpam selama ini kerap berbagi ilmu dan pengalaman dalam hal pengamanan. Setyanto pun selalu mengingatkan para anak buahnya agar selalu responsif dan peka terhadap lingkungan.

”Saya sebenarnya dulu pramuniaga di Mal Puri Indah. Tetapi di sana saya selalu saja bisa memergoki copet, jadi lama-lama saya pikir, saya jadi petugas security saja,” ujar Setyanto, yang kini bekerja di PT Wahana Mandiri Nirbaya, yang dipakai oleh pengembang Pantai Indah Kapuk untuk pengamanan kawasan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s