12 Taksi Ditangkap Karena Terlibat Perampokan dan Pemerkosaan

JAKARTA – Sebanyak 12 tersangka perampok yang berkedok menjadi sopir taksi ditangkap dalam rangkaian operasi awal Maret 2008 hingga pekan lalu.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Carlo Brix Tewu dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (24/3), menjelaskan, para tersangka berkomplot merampok dengan berkedok sebagai sopir taksi. Mereka mengincar wanita yang pulang bekerja pada malam hari.

”Mereka sejak tahun lalu hingga awal tahun ini beraksi di seluruh wilayah Jakarta. Mereka merampok dan mengancam korban yang seorang diri setelah terjebak memilih taksi yang mereka sediakan. Mereka mengancam korban sehingga akhirnya menyerahkan harta, terutama kartu ATM bahkan beberapa wanita harus menyerahkan kehormatannya,” kata Carlo.

Para tersangka anggota komplotan yang dipimpin Eko Afrizal alias Hendrik Mayasko adalah Andrianon alias Kenon (33), Irwan Jawa (31), Yudi Lesmana alias Pancuak (35), Mardiyanto alias Anto (34), Rudi Chandra alias Can (37), Antoni alias Ismanto (35), Mitra alias Andre (35), Joni Asmara alias Jon (31), Ferdian Sukri alias Sukri (29), Amli Haryono alias Ali (32), dan Agusman (34). Selain itu, ada empat anggota komplotan perampok lainnya yang masih diburu polisi.

Selama beraksi, lanjut Carlo, para perampok menggunakan taksi resmi yang mereka sewa dari sopir resmi. Ali dan seorang anggota komplotan merupakan bekas sopir taksi sehingga dipercaya untuk menyewa taksi dengan dalih untuk mencari penumpang.

Ada empat taksi dari empat perusahaan berbeda yang disewa oleh komplotan Ali antara lain Blue Bird. Polisi akan memanggil para sopir yang menyewakan mobil mereka dan juga pengelola perusahaan taksi.

Polisi menyita empat taksi yang dikatakan tersangka disewa dari pengemudi dan sebuah Ford Laser biru bernomor polisi B 2938 KY yang digunakan komplotan untuk membuntuti taksi yang digunakan merampok.

Dalam beraksi, kawanan tersebut, ujar Carlo, menggunakan sebuah taksi dan mobil lain untuk membuntuti. Setelah memperoleh korban, taksi yang dibawa kawanan Eko akan berhenti di tempat tertentu dengan dalih ban kempis.

Selanjutnya, kawanan perampok akan masuk dan membawa korban berputar-putar serta memaksa korban menyerahkan harta miliknya termasuk harta yang paling berharga dari wanita.

Sewa Rp 300.000

Kepala Satuan III Kejahatan Kekerasan Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Muhammad Fadil Imran, yang mendampingi Kombes Carlo Tewu, menambahkan, para perampok menyewa taksi kepada sopir resmi dengan biaya Rp 300.000-Rp 600.000.

”Biasanya taksi disewa sejak pukul 17.00 hingga pukul 02.00 dini hari. Selama ini mereka tidak dicurigai oleh pengemudi resmi karena sebelumnya sudah dikenal pernah menjadi sopir taksi,” kata Fadil.

Ketua DPD Organda DKI Jakarta Herry Rotty yang dihubungi menjelaskan, kewenangan menindak taksi nakal ada di tangan Dinas Perhubungan.

”Ada tanggung jawab lebih bagi pengusaha dalam mempekerjakan sopir sehingga tidak bisa lepas tangan begitu saja. Organda minta pencabutan izin taksi yang bermasalah supaya ada efek jera. Kalau masih terjadi, perlu dipertimbangkan pencabutan izin perusahaan taksi tersebut,” ujar Herry menegaskan

One response to “12 Taksi Ditangkap Karena Terlibat Perampokan dan Pemerkosaan

  1. SI PEMERKOSA ANJINK ANTOLOL MEMEK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s