Menyiksa Pacar Karena Cemburu

JAKARTA – Delapan belas bulan hidup di balik terali besi Rutan Salemba tidak membuat cinta Adung terhadap Ela luntur begitu saja. Bahkan, atas nama cintalah yang membuat pemuda berusia 29 tahun itu harus kembali berurusan dengan polisi. Dua jam setelah menghirup udara bebas, ia mengamuk memukul Ela karena sang kekasih menikah dengan lelaki lain.

Peristiwa mengenaskan ini terjadi di rumah orang tua Ela di Jalan Pegangsaan RT 04/08, Menteng, Jakarta Pusat. Sebelum dipukul, gadis berusia 25 tahun itu diseret keluar dari rumah orangtuanya. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian ini tidak berani mencegah. Adung berhasil diamankan petugas Polsek Menteng, setelah Apeb, 26, suami Ela, menghubungi polisi.

“Siapa yang tidak sakit hati Pak. Selama saya dalam tahanan, Ela tidak pernah membesuk. Begitu saya bebas, dia nikah dengan lelaki lain. Padahal saya cinta sama Ela. Mereka menikah seminggu lalu,“ ujar Adung penuh emosi di kantor polisi.

Dijelaskan Adung, hubungannya dengan Ela sudah berjalan tiga tahun. Selama ini, mereka hidup bagaikan suami istri. Buah cinta mereka itu ditandai dengan lahirnya seorang anak laki-laki yang diberi nama Burhanudin, yang kini berumur 10 bulan.

“Walaupun kami belum menikah dan saya ditahan di Rutan Salemba, saya tetap mencintai Ela,“ kata Adung, yang dijebloskan ke penjara karena terlibat kasus narkoba.

KELUAR PENJARA
Menurut ketua RW setempat H Karsidi,56, keributan itu terjadi sekitar pukul 11:30, dua jam setelah Adung bebas. Ketika Adung datang ke rumah orangtuanya, tidak jauh dari rumah Ela, ia mendapat khabar kalau Ela sudah menikah dengan Apeb.

Dibakar api cemburu, Adung meradang. Ia bergegas ke rumah kekasihnya itu. Ela tidak menghiraukan kehadiran Adung. Malah ia menjawab sudah menikah dengan lelaki pilihan hatinya. Mendengar ucapan wanita itu, emosi Adung tak terkendali.

Disaksikan keluarga dan Apeb, tersangka Adung menyeret Ela keluar rumah. Wanita muda yang dicintainya itu sempat dipukul di hadapan Apeb, suami sah Ela. Apeb tidak berani mencegah karena takut menjadi sasaran Adung.

Melihat sikap Adung yang sulit dikendalikan, Apeb mengadu kepada anggota Citra Bhayangkara yang tak jauh dari lokasi kejadian, kemudian diteruskan ke petugas Polsek Menteng. Dalam tempo siangkat, petugas datang mengamankan mantan napi itu yang sempat menyekap korban di satu ruangan.

Menurut Adung, ia nekat melakukan itu karena cemburu dengan wanita yang sudah lama hidup serumah denganya itu. “Jadi mau gimana lagi Pak, saya masih mencintai dia, “ kata Adung.

Lelaki ini mengelak dikatakan meminta uang tebusan Rp 3 juta pada keluarga Ela. “Itu tidak benar. Rencananya setelah keluar dari Rutan Salemba, saya mau melamar Ela. Saya sangat sayang sama Burhanudin. Dia lahir saat saya masih berada di Rutan Salemba,” tegas Adung.

Petugas Polsek Menteng yang menangani kasus ini, masih memeriksa Adung dan Ela. “Kami belum bisa memastikan apakah pria pemakai narkoba ini melakukan penyanderaan atau bukan karena ia masih mencintai anak dari hasil kumpul kebonya,“ kata petugas.

One response to “Menyiksa Pacar Karena Cemburu

  1. yach….
    jangan gitu dong
    mukulin cewek gak keren tau

    kalau udah nikah apa boleh buat
    berarti kamu harus tau klu dia gak cinta ama kamu

    yach kamu tabah dech
    semua itu udh direncanain ama Allah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s