Tersangka Pembunuh Menikah Dalam Tahanan

JAKARTA – Kalau saja Rabu (27/2) sore Itnu Saedullah (21) tidak berkenalan dengan Hendra, tentu kemarin Itnu sedang duduk di pelaminan bersama Irna, perempuan yang telah dipacarinya sejak tujuh tahun lalu.

Peristiwa yang seharusnya penuh kebahagiaan, ternyata harus dilalui dengan penuh isak tangis dan hati yang sesak. Itnu harus melangsungkan pernikahan di kantor Polres Metro Jakarta Timur karena dia disangka melakukan pembunuhan terhadap M Tri Randi Permana (15).

Randi diduga tewas dengan cara diracun dan lehernya dijerat. Mayatnya yang tanpa identitas itu lalu dibuang di sebuah lahan kosong di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (28/2).

Hujan deras yang turun Selasa (4/3) siang membuat suasana terasa makin suram. Tidak ada satu orang pun yang hadir dalam acara ijab kabul itu mengeluarkan senyum. Semua tampak grogi, sampai-sampai Partini, ibunda Itnu, lupa mendampingi penghulu yang akan mengawinkan anaknya.

Selain Itnu, polisi juga mengamankan Hendra dan Heri. Itnu ditangkap polisi saat sedang tidur di rumahnya, Minggu. Penangkapan ini tentu saja membuat geger keluarga Itnu. Pasalnya, pada Selasa rencananya Itnu akan melangsungkan pernikahan dengan Irna. Undangan sudah disebar, semua kebutuhan untuk jamuan juga telah disiapkan. Tidak mungkin membatalkan pernikahan.

Pihak keluarga memutuskan pernikahan harus tetap dilaksanakan, tetapi di kantor Polres Metro Jakarta Timur, tempat Itnu ditahan.

”Saya menyesal,” kata Itnu dari balik jeruji. Menurut dia, dirinya sama sekali tak ada firasat bakal tersangkut dalam masalah kriminal. ”Saya hanya ikut membantu mengangkat Randi ke atas motor. Saya disuruh oleh Hendra,” kata Itnu dengan terbata-bata.

Walau demikian, Itnu mengaku bangga pada Irna (20). Perempuan yang telah dipacarinya sejak duduk di bangku SMP itu tetap ingin menikah dengan Itnu. ”Dia yakin saya tidak bersalah. Dia tidak takut sama sekali,” kata Itnu yang sehari-hari bekerja sebagai loper koran dan tukang ojek.

Rani, kakak Itnu, sambil menangis memberikan kemeja putih lengan panjang dan celana panjang hitam kepada Itnu. Peci hitam bermotif hiasan warna emas diletakkan di kepala Itnu.

Walau diwarnai isak tangis, proses akad nikah berjalan lancar. Mas kawin berupa cincin dua gram dipasangkan Itnu di jari Irna. Tak ada acara foto bersama seusai akad nikah. Polisi langsung mengawal Itnu dan memasukkan kembali ke sel. Adapun Irna, didampingi keluarganya, juga langsung meninggalkan lokasi. Sebanyak 20 nasi kotak yang dibawa ke acara itu, sebagai simbol perayaan, urung dimakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s