Sindikat Penghipnotis Gasak Milyaran Rupiah

JAKARTA – Sepak terjang komplotan pencuri dengan modus menghipnotis para PRT ini luar biasa. Dua tahun beraksi sindikat ini berhasil meraup milyaran rupiah dari rumah-rumah mewah yang disatroni. Empat pelaku, seorang di antaranya wanita dibekuk aparat Polres Jakut berikut barang bukti senilai Rp 1 milyar.

Para pelaku yang dicomot polisi masing-masing Maswendri, 37, Andre Pratama alias Haji, 44, Joni Ferdi alias Jun, 37 dan Novitasari alias Tuti, 20. Dari tangan mereka disita sejumlah perhiasan berupa cincin berlian, gelang, kalung, anting dan sejumlah barang elektronik serta sejumlah jam tangan mewah. Maswendri ternyata residvis dalam kasus yang sama.

“Total barang bukti senilai Rp 1 milyar,” kata petugas. Polisi juga mengmankan 1 unit mobil rental Toyota Avanza hitam B 8202 JU yang dipakai para tersangka ketika melakukan aksi. Petugas masih memburu lima tersangka lainnya anggota sindikat ini.

Tertangkapnya para pelaku dicomot berawal ketika polisi membekuk Maswendri dan Novitasari tak lama setelah beraksi di rumah Lucina Sadyaningrum di daerah Sunter Agung, Jakut, Minggu (23/3) pagi.

Dua pelaku, Maswendri dan Novitasari, pagi itu mendatangi rumah Lucina Sadyaningrum dengan berlagak bertamu. Rumah mewah itu hanya dijaga oleh Mira Astutik, pembantu, sedangkan majikannya sedang pergi. Saat itulah dua penjahat ini beraksi memperdayai Mira.

Mira lalu ditakut-takuti dengan mengatakan wanita pembantu itu mengidap penyakit misterius akibat kutukan serta akan dijadikan tumbal oleh majikannya. “Saya bilang, kalau mau disembuhkan dari penyakit kutukan itu, salah satu caranya adalah harus diobati,” kata Maswendri yang dalam setiap beraksi berlagak sebagai dukun.

PEMBANTU DIPERDAYA
Maswendri ini lalu ‘menuntun’ Mira dan menyuruh korban masuk ke kamar majikannya, si pembantu pun seperti tak sadar menuruti perintah Maswendri dan Novitasari. Semua perhiasan dan barang berharga milik majikannya yang katanya mau disucikan, diserahkan kepada kedua pelaku bahkan Mira sempat disuruh melepas semua pakaianya.

Setelah meraup harta benda di rumah mewah itu, keduanya kabur menggunakan mobil Toyota Avanza. Majikan Mira yang sorenya pulang ke rumah selanjutnya melapor ke Polres Jakut setelah mengetahui harta benda miliknya dikuras sindikat maling itu.

Kapolres Metro Jakut Kombes M. Rum didampingi Kapolsek Tanjung Priok, Kompol Suparmo mengatakan setelah menerima laporan pihaknya melacak sejumlah pelaku yang pernah ditangkap dalam kasus yang sama.

“Dari hasil penyelidikan empat pelaku berhasil ditelusuri dan langsung kami tangkap, lima lainnya masih buron,” jelas M. Rum. Satu pelaku, Maswendri ternyata penjahat profesional yang pernah dipenjara dalam kasus berkomplot dengan pembantu menggasak harta majikan.

Maswendri Cs berhasil dibekuk polisi, Senin (24/3) di tempat persembunyian mereka di Bogor. Dari catatan polisi aksi terakhir mereka memperdayai Khotijah, 21, pembantu yang bekerja di rumah RA. Triarini S. SH, di Jalan Agung Indah IV Blok L2, Sunter Agung, Tanjung Priok dan Mira Astutik, 20, pembantu Lucina Sadyaningrum.

M. Rum menambahkan sindikat ini beraksi diberbagai wilayah antara lain Tanjung Priok, Kelapa Gading, Kemayoran, Jakpus, Kembangan, Jakbar, Bekasi dan wilayah lainnya dengan sasaran rumah mewah.

EMAS PUTIH DICURI
Di tempat terpisah, dua penjahat berpura-pura bertamu berlagak menawarkan order timah, ternyata menggasak 300 gram emas putih di rumah H. Rahmi, 40, pengusah asal Kalimantan yang tinggal di Jalan Swasembada Barat RT 14/09, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (24/3) siang.

Dua lelaki ini datang ke rumah korban Pk. 11:00 berlagak mau bertemu dengan si empunya rumah. Namun saat itu hanya ada Asih, 21, pembantu. Keduanya berpura-pura menelpon majikan Asih seakan-akan mereka akrab. Begitu Asih lengah, satu pelaku masuk ke kamar H. Rahmi lalu menggasak 300 gram emas putih senilai sekitar Rp 75 juta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s