Penjahat Cinta Diringkus Polisi

JAKARTA – Anthurium atau gelombang cinta ternyata masih jadi salah satu primadona bisnis tanaman hias. Buktinya, tanaman jenis ini masih menjadi incaran kawanan pencuri. Tak tanggung-tanggung belasan anthurium senilai Rp400 juta digasak komplotan pencuri dari sebuah rumah di Jalan Cireundeu Raya, Ciputat.

Berkat kerja keras petugas Satuan Reskrim Polres Jakarta Selatan, kawanan pencuri tanaman mahal ini berhasil diringkus, Selasa (25/3) malam. Enam pelaku yakni empat ‘pemetik’ dan dua penadah langsung dijebloskan sel polisi. Dari tangan mereka disita 21 tanaman anthurium berukuran kecil, sedang dan besar.

Para pelaku yang dibekuk itu adalah Rusnadi alias Kadut, 42, Agus Suhadi, 39, Jayadi alias Bram, 36, Janakim, 28, Abdul Rohman, 20, dan Rusli, 32. Dua nama terakhir dituding sebagai penadah. Mereka adalah pedagang bunga di kawasan Ciputat yang membeli bunga anthurium tersebut seharga Rp 2,5 juta. “Saya tidak tahu kalau bunga itu ternyata hasil kejahatan,” ungkap Rusli.

Informasi yang dihimpun Pos Kota, kawanan ini sudah sering beraksi dalam tiga bulan belakangan di Jakarta Selatan. Terakhir, kawanan ini mengincar anthurium yang berjejer di rumah milik Ny.Yeti di RT 03/011, Cirendeu, Ciputat, pada 19 Maret 2008 lalu. Sebanyak 14 anthurium yang diakui Yeti senilai Rp 400 juta digasak pelaku.

HARGA TURUN
Setelah menggasak 14 pohon Anthurium senilai Rp 400 juta, empat pelaku yakni Rusnadi, Agus Suhadi, Jayadi dan Janakim kemudian menjualnya ke pedagang tanaman Abdul Rohman dan Rusli hanya seharga Rp 2,5 juta seluruhnya. Kedua pedagang ini beralasan pohon anthurium sekarang sudah tidak sepopuler beberapa waktu lalu.

“Saat ini harganya sudah turun jauh. Kalau dulu untuk pohon yang cukup besar berukuran daun 1 meter bisa berharga puluhan juta, sekarang paling-paling berharga Rp 500 ribu. Jadi wajar saja saya menghargai pohon mereka seluruhnya Rp 2,5 juta,” katanya. Akhirnya uang hasil kejahatan itu dibagi rata.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, Kompol Iwan Kurniawan, mengatakan pihaknya masih mengembangkan kasus ini, termasuk memburu kelompok pencuri anthurium lainnya,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s