Situs Pornografi Akan Ditutup Polisi. Korupsi Tetap Merajarela

JAKARTA – Pornografi memiliki sejarah panjang. Medianya terus berubah bentuk, dari sekadar lukisan dan pahatan, terus berkembangbiak mengikuti perkembangan peradaban dan teknologi. Paling anyar melalui internet.

Situs internet wikipedia mendeklarasikan pornografi bahkan sudah muncul di zaman Romawi. Sejumlah lukisan porno tentang layanan seksual di tembok-tembok reruntuhan bangunan Romawi di Pompeii.

Para arkeolog di Jerman melaporkan pada April 2005 bahwa mereka telah menemukan apa yang mereka yakini sebagai sebuah gambaran tentang adegan porno yang berusia 7.200 tahun. Adegan itu seorang laki-laki sedang membungkuk di atas seorang perempuan dalam cara yang memberikan kesan suatu hubungan seksual.

Film-film porno juga hampir sama usianya dengan media itu sendiri. Menurut buku Patrick Robertson, Film Facts, film porno A L’Ecu d’Or ou la bonne auberge, dibuat di Prancis pada 1908. Dari film, pornografi membanjiri situs-situs internet, yang menurut pakar telematika Roy Suryo, di Indonesia saja jumlahnya terdapat sekitar sejuta situs (Pos Kota, Rabu (26/3).

Dengan sejarah panjang seperti itu, mampukah Indonesia akan memberangus situs-situs porno? “Nggak semudah itu menghapusnya. Saya bingung tuh,” cetus artis seksi Julia Perez, kemarin.

Cewek yang menjadi ikon satu produk kondom itu menyatakan cara yang paling mungkin menekannya adalah melalui metode pendampingan. “Orangtua mendampingi anaknya saat membuka internet,” ujarnya.

Sedangkan artis Happy Salma mengutarakan teknologi harus diimbangi dengan hati nurani. “Saya sepakat saja bila situs-situs porno itu ditutup. Itu bagus. Tetapi bagaimana caranya?” cewek yang sering juga berpenampilan seksi ini.

Komentar pedas dilontarkan artis Five Vi. Dia protes bila segala yang seksi harus dilarang. Dengan nada sinis, dia mengemukakan sebaiknya Indonesia dijadikan negara Islam saja.

“Teknologi dunia maya sebenarnya bagus karena bikin orang jadi cerdas. Sayangnya, memang disalahgunakan oleh orang-orang yang tak bertanggungjawab,” ujar artis yang baru saja foto-foto seksinya ditampilkan di satu majalan dewasa tersebut.

SITUS PORNO TIARAP
Terlepas ari pro kontra, disahkannya Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik membuat beberapa situs biasa mengumbar gambar porno tiarap alias menutup aktiftas pornografi. Beberapa situs itu yang biasa menampilkan berbagai pose syur di forumnya menutup satu konten soal seks dan pornografi.

Sementara ratusan situs lainnya masih bisa bebas diakses kapan saja dan dimana saja. Situs-situs prono yang biasa diakses itu operatornya milik negara asing, paling banyak di Amerika. Jepang adalah negara Asia paling banyak memiliki situs porno, menyusul Thailand, Korea dan negara lainnya. Indonesia meski tidak memiliki situs resmi sebagai situs porno, namun pengelola situs prono melalukannya dengan sembunyi-sembunyi di forum yang memiliki konten 17 tahun atau De Cafe.

Forum yang memiliki kontens yang mengumbar seks itu sangat digemari pada usia muda, mulai dari pelajar SMP sampai usia 40 tahunan bahkan para penegak hukumpun gemar mengunjungi situs porno. Contoh kasus ialah video porno artis sisca canon ball yang diketahui oleh polisi karena mengakses situs porno bahkan polisi menemukan video tersebut dalam situs porno yang sering diakses bersama. Karena dalam forum itu tidak saja menampilkan pornografi dari luar negeri tapi juga foto-foto wanita Indonesia baik yang dibikin sengaja atau yang potret dengan tidak sengaja oleh foto orang jahil.

Diperkirakan forum itu setiap harinya dikunjungi ribuan netter. Baik yang masih muda belia atau yang sudah tua bangka. Forum itu merupakan sarana komunikasi para netter yang gila pornografi. Sehinga para anggota forum tersebut bisa bertanya atau berkomentar atau memebritahukan tentang pornografi yang dihasiljan lewat camera HP, Video HP atau peralatan profesional.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s