Anak Indigo Durhaka Umur 9 Tahun Bawa Kabur Uang Orangtua Sebesar 120 Juta, Pak Satpam Jadi Kambing Hitam

DEPOK – Vian alias Abo, bocah SD usia 9 tahun yang kabur dari rumah dengan membawa uang sebesar 12 ribu dolar Amerika Serikat milik orangtuanya mengakhiri ‘pengembaraannya’ Selasa (1/4) pagi.

Bocah hiperaktif itu memutuskan pulang ke pangkuan ayah dan ibunya setelah berpetualang selama 4 hari sejak Kamis (27/3). Kedatangan Abo ke rumah pasangan notaris Ahmad Budiarto dan Vivi di Jalan Semboja, Limo, Cinere, Depok, pukul 09:15 pagi itu disambut haru oleh seluruh anggota keluarga.

Abo tiba di rumahnya dengan diantar sopir bajaj dan sejumlah staf sekolahnya menggunakan taksi. Anak itu masih terlihat ceria tapi agak tersipu malu saat ditemui usai diperiksa oleh petugas Polsek Limo.

Ayah Vian, Ahmad Budiarto, menuturkan bhawa ia sangat senang anak tersayangnya sudah kembali. “Saya dan istri sangat bahagia karena Vian sudah kembali. Dia berjanji akan berubah. Masalah uang tidak usah dibicarakan lagi, yang penting dia sudah pulang,” ucap Ahmad.

DARI MAL KE MAL
Vian bercerita dalam pengembaraannya itu ia mondar-mandir dengan taksi dari mal satu ke mal lain untuk belanja mainan dengan uang ayahnya yang digondolnya senilai 12.000 dolar AS (bukan 10 ribu dolar AS) atau setara dengan Rp110 juta. Uang itu sebenarnya direncanakan oleh Budiarto sebagai persiapan untuk naik haji.

“Aku jalan-jalan ke Blok M Plaza, Citos, sama Pondok Indah, beli banyak mainan, semuanya aku taro di koper kecil aku,”ucap Vian polos sambil tersipu malu.

Kapolsek Limo AKP Supoyo mengatakan pihaknya akan segera melepaskan Asep Eka, satpam Cilandak Town Square, yang turut membantu Vian mencairkan Uang.

“Kami segera membuat berita acara pemeriksaan (BAP). Kami juga akan segera memproses pelepasan Asep karena orang tua Vian menyatakan akan mencabut laporannya” kata Kapolsek Limo AKP Supoyo, Selasa(1/4) siang.

TIDUR DI HOTEL
Vian mengungkapkan selama pengembaraannya di seputar wilayah Jakarta Selatan ia pernah menginap di Hotel Tulip, JL. Hang Lekir, Jaksel. Namun pihak Hotel Tulip mengaku tidak anak kecil yang menginap. Mereka beralasan tidak mungkin menerima anak kecil menginap, karena harus sudah berusia 17 tahun ke atas.

Namun, seorang penjaga warung rokok tak jauh dari hotel tersebut mengatakan pernah melihat Vian 2 hari lalu keluar dari hotel bersama salah satu karyawan hotel.

“Saya pernah liat anak itu, agak gendut, rambut pendek, persis seperti yang ada di koran,” tuturnya.

Hal ini juga diyakinkan dengan keterangan dari salah satu karyawan yang tidak ingin disebutkan namanya. “Memang ada anak kecil berada di hotel beberapa hari ini, dia bermain terus di dalam hotel,” ucapnya.

JASA SOPIR BAJAJ
Proses kembalinya Vian ini tak lepas dari peranan media massa dan kepedulian seorang sopir bajaj bernama Jono. Ditemukannya bocah tersebut bermula pada Senin malam saat Vian menyetop bajaj di daerah Pondok Indah, Jaksel.

Semula Jono, kata petugas Polsek Limo, melayani calon penumpangnya seperti biasa sampai akhirnya menyadari bahwa bocah penyetop kendaraan roda tiganya adalah bocah yang menjadi berita menghebohkan di televisi.

Jono selanjutnya mempersilakan Vian naik dan bersedia mengantarkan ke rumah orangtuanya, tapi ditolak sang bocah. Lantaran hari sudah malam, Jono mengajak Vian menginap di rumahnya di daerah Radio Dalam III.

Esok paginya (Selasa,1/4), Vian malah minta diantar ke sekolah. Saat itulah sejumlah guru mengetahui kedatangan Vian, dan bersama-sama dengan Jono, Vian diantar naik taksi pulang ke rumah.

BENTUK KENAKALAN ANAK
Ulah Abo yang kabur sambil membawa uang milik orangtuanya senilai Rp 110 juta termasuk bentuk kenakalan anak atau remaja. “Jadi tak ada hubungannya dengan hiperaktivasi dia,” tutur Shinto B Adelar, psikolog UI.

Menurut Shinto untuk menyebutnya sebagai seorang anak hiperaktif, harus memenuhi beberapa syarat atau ciri khusus. Di antaranya harus ada impulsivitas, yakni satu tindakan yang tidak dipikir dulu, apa yang dilakukan benar-benar di luar kendali. Ciri lainnya adalah gangguan perhatian dan memiliki gerakan fisik yang berlebihan.

Shinto sendiri tidak bisa berkomentar banyak seputar pengakuan orangtua Abo yang menyebutkan anaknya sebagai hiperaktif. Kebiasaan anak kabur dari rumah bahkan mengambil barang-barang milik orangtuanya cenderung sebagai bentuk kenakalan remaja dan bukan kelainan biologis sejenis hiperaktif.

Ia menyarankan agar Abo dibawa ke psikolog. Bisa jadi kebiasaan ‘nakal’ Abo karena memang lingkungan mendukungnya. Atau ada kesempatan (oportunity) yang membuatnya tergelitik untuk melakukan kenakalan tersebut. “Harus ada konsultasi khusus dengan psikolog untuk menangani kasus Abo ini,” tandasnya.

3 responses to “Anak Indigo Durhaka Umur 9 Tahun Bawa Kabur Uang Orangtua Sebesar 120 Juta, Pak Satpam Jadi Kambing Hitam

  1. Maaf nie, kayaknya ada yang miss newsnya, yang gw tahu cuma $10000 setara 9,2 juta rupiah aja, kebetulan gw juga posting hal serupa

    salam kenal ya :)

  2. berita yang kami dapat katanya 12.000 USD sekitar 120 juta rupiah ya?

    Salam kenal juga :)

  3. whew… q pnsarn gmna dy bsa bujuk smua pihak mall dan hotel ngebantuin dy smbunyi ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s