Juragan Sembako Tewas Meninggalkan Misteri

Bong Gin Lie alias Johan (40), juragan sembako di Kutabumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Sabtu (5/4) pagi, akhirnya mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Tangerang. Wajah dan tubuh Johan, dari leher hingga kakinya, luka parah terkena sabetan dan tusukan benda tajam di lebih dari 25 tempat. Telinganya pun nyaris putus.

Beberapa jam sebelumnya, warga menemukan tubuh korban bersimbah darah di rumahnya. Untuk menyelamatkan nyawa Johan, warga membawanya ke RSU Tangerang. Adik ipar korban, Thai San, juga dilarikan ke RSU karena luka parah terkena benda tajam di perut. Istri korban yang biasa dipanggil Chie-chie malah datang ke Polsek Pasar Kemis melaporkan telah terjadi perampokan di rumahnya, Jalan Raya Kutabumi A-2, RT 8 RW 8 Pasar Kemis.

Sampai Sabtu malam, polisi belum berani menyimpulkan misteri kematian lelaki yang oleh tetangganya dikenal sebagai sosok yang ramah itu. ”Menurut istri korban, Sabtu dini hari ada perampok masuk rumahnya. Ia melihat perampoknya satu orang,” ujar Kepala Polsek Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Ajun Komisaris Jonar Sitorus, semalam.

Namun, polisi tak percaya dengan laporan itu. Olah TKP menghasilkan fakta yang bertolak belakang dengan keterangan Chie-chie. ”Pintu dan jendela rumah korban tidak rusak. Barang-barang tidak ada yang hilang dan rumah yang penuh barang dagangan tetap rapi. Lantas perampok itu lewat mana,” kata Jonar Sitorus setengah bertanya. Uang Rp 100 juta hasil penjualan sembako milik korban tetap utuh tersimpan di kamarnya.

Penelusuran polisi menunjukkan ada keterangan Chie-chie yang tidak sinkron. Sabtu pukul 00.30, ia menelepon Polsek Pasar Kemis. ”Ada yang berantem di rumah saya,” lapor perempuan beranak dua itu kepada polisi yang piket. Tak lama, sekitar satu jam kemudian, Chie-chie datang ke polsek melaporkan terjadi perampokan di rumahnya.

Yang diungkapkan Chie-chie sama dengan keterangan adiknya, Thai San, yang selama ini tinggal di rumah pasangan Johan dan Chie-chie. Beberapa warga memang tak mendengar keributan dari arah rumah korban. Namun, dini hari itu mereka melihat seorang lelaki keluar dari toko sembako sekaligus rumah Johan sembari memegangi perutnya yang terluka. Lelaki itu ternyata Thai San.

”Ada perampok di dalam rumah,” ujar adik ipar korban itu. Namun, warga yang masuk rumah Johan hanya menemukan tubuh Johan yang sudah terkapar di depan anak dan istrinya. Polisi menemukan sebilah pisau, sebilah samurai, dan kapak kecil dengan bekas darah di rumah korban.

Jonar Sitorus masih menunggu kondisi Thai San membaik untuk dimintai keterangan. ”Ia sekarang masih dirawat di Ruang ICU RSU Tangerang setelah menjalani operasi di perutnya,” katanya. Ia juga memberikan kesempatan kepada Chie-chie untuk mengurus jenazah suaminya hingga mengantar ke makam. Setelah itu baru minta keterangan darinya.

Beberapa kerabat korban menyatakan, selama ini tak mengenal dekat Chie-chie. ”Kami jarang pergi ke rumah mereka. Dia juga tak pernah mau ikut Johan berkunjung ke rumah kami,” tutur kerabat Johan yang menjemput jenazah juragan sembako itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s