Belum Selesai Dibangun Hotel Grand Indonesia Sudah Terbakar

JAKARTA – Sebagian lantai dasar Hotel Grand Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, tepat di depan Bundaran Hotel Indonesia, terbakar pada Kamis (17/4) sekitar pukul 16.00. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi empat pekerja sempat mengalami sesak napas.

”Kami mengerahkan 18 mobil pemadam kebakaran. Api diperkirakan membakar glasshole AC atau pembungkus pendingin ruangan di sebuah gudang di lantai satu, kemudian membesar. Namun, asal percikan api belum diketahui dan masih dalam penyelidikan petugas dari Pusat Laboratorium Kriminal Kepolisian Daerah Metro Jaya,” kata Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat Susilo Budhi, Kamis.

Seperti dipantau Kompas, bagian lobi hotel dan sebagian lantai dasar gedung hotel yang masih dalam proses pembangunan tersebut tampak hangus. Ada beberapa dinding kaca yang sengaja dipecahkan untuk mempercepat proses evakuasi para pekerja dan mempermudah masuknya petugas pemadam serta peralatannya.

Januar (30), seorang pekerja bagian pendingin ruangan di lantai empat, mengatakan, tepat pukul 16.00, ia melihat ada api di lantai satu. Januar juga memastikan bahwa di lantai satu, kala itu, sedang ada pekerja yang memotong pipa berisi kabel-kabel, kemungkinan terkait pemasangan instalasi listrik.

Supri (32), pekerja cor beton di lantai satu, menambahkan, meski ia tidak melihat ada pekerja di dalam ruang gudang, tetapi ia sempat melihat api dari arah ruangan tersebut. Begitu melihat api, semua pekerja langsung berteriak dan berhamburan keluar menyelamatkan diri.

Juru bicara Hotel Grand Indonesia Koentjoro mengatakan, kebakaran dipastikan terjadi pukul 16.15, tepatnya di gudang penyimpanan karet kedap suara dan perkakas tukang lainnya. Peralatan alarm dan pemadam kebakaran di ruangan tersebut masih dalam proses pemasangan sehingga mungkin belum berfungsi sempurna.

”Saat kejadian, tidak ada pekerja dalam ruangan itu. Saya belum tahu asal apinya, tetapi karena di dalam gudang banyak bahan-bahan mudah terbakar, asap yang ditimbulkan amat pekat dan membubung tinggi seakan terjadi kebakaran besar,” kata Koentjoro.

Koentjoro menambahkan, total kerugian belum dapat dipastikan. Namun, kebakaran ini tidak memengaruhi konstruksi bangunan, dan aktivitas pembangunan dipastikan aman untuk dilanjutkan kembali. Hotel Grand Indonesia yang dulu dikenal sebagai Hotel Indonesia mulai direnovasi sekitar tahun 2006, dan direncanakan akan resmi difungsikan tahun ini.

Macet total

Aktivitas pemadaman kebakaran menyebabkan lalu lintas di Jalan MH Thamrin macet total sejak pukul 16.30 hingga 19.00. Antrean kendaraan terjadi dari kawasan Dukuh Atas hingga perempatan Sarinah.

Bertumpuknya berbagai kendaraan di Bundaran HI menyebabkan lebih dari 15 bus jalur khusus tertahan di Jalan MH Thamrin hampir satu jam, dari pukul 16.00 sampai 17.00.

Lalu lintas di kawasan Bundaran HI (Hotel Indonesia), Menteng, Jakarta Pusat, kemarin sore sekitar pukul 16.15 macet total. Penyebabnya, Grand Indonesia, kompleks perluasan HI, dilalap si jago merah.

Kobaran api dan asap tampak membubung tinggi dari gedung yang sedang direnovasi tersebut. Akibat kebakaran itu, salah seorang karyawan yang diketahui bernama Sutikno, 35, mengalami luka-luka dan sesak napas. Warga Jalan Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta Timur, itu dirawat di RS Pelni, Petamburan.

Gedung Grand Indonesia yang terbakar itu memiliki delapan lantai. Sejak dua tahun lalu, bangunan tersebut direnovasi dan, menurut rencana, rampung akhir tahun ini.

Kebakaran itu diduga berasal dari lantai I, tepatnya dari ruangan gudang untuk menimbun bahan pengedap suara yang terbuat dari karet.

Pihak hotel ketika dihubungi tadi malam sekitar pukul 20.00 belum bisa memastikan asal api. “Penyebabnya masih kami selidiki, belum tahu pasti,” kata Juru Bicara Grand Hotel Indonesia Koentjoro kemarin.

Dia mengatakan, pihaknya belum bisa menghitung kerugian akibat kebakaran tersebut. “Sekarang masih ditutup untuk penyelidikan. Rencananya, besok (hari ini) kami mulai menghitungnya,” katanya.

Mengenai asap yang membubung tinggi, menurut Koentjoro, bukan disebabkan besarnya api. Namun, itu terjadi karena barang yang terbakar, yakni bahan kedap suara.

“Bahan-bahannya kalau dibakar banyak mengeluarkan asap,” ujarnya. Dia menambahkan, kebakaran itu diperkirakan tidak akan mengganggu aktivitas kerja karyawan.

Koentjoro juga membantah bahwa sumber api berasal dari percikan api dari aktivitas pemotongan pipa di lantai dasar. “Tidak ada aktivitas kerja di lantai dasar. Api juga bukan berasal dari aktivitas pemotongan pipa. Api juga bukan berasal dari api rokok karena area tersebut kawasan bebas rokok,” katanya.

Api baru bisa dijinakkan setengah jam kemudian setelah petugas dengan 18 mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi. Pasokan air pemadam juga terpaksa diambil dari air mancur Bundaran Tugu Selamat Datang.

Slang-slang penyembur air disambungkan langsung dengan kolam di bawah tugu yang menjadi ikon ibu kota itu. Kasubdin Kebakaran Susilo Budi mengatakan, sejak pukul 17.00, kondisi lokasi kebakaran sudah bisa dinyatakan aman. “Sudah bisa diatasi, sudah aman,” tegasnya.

Kebakaran sempat membuat macet lalu lintas di Jalan Sudirman-M.H. Thamrin. Ruas jalan protokol ibu kota itu sempat ditutup. Amukan si jago merah sempat menjadi tontonan gratis orang-orang kantoran di sekitar Jalan Sudirman. Maklum, kejadian tersebut bertepatan dengan jam pulang kantor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s