Mayat Wanita Korban Mutilasi Dipotong 10 Ditemukan Di Bekasi

BEKASI – Sadis. Wanita dibantai, mayatnya dipotong 10, dimasukkan ke dalam kardus dan tas pakaian dibuang di tepi kantor Primkopti Bekasi, Jalan Sersan Aswan RT 01/09 Kel. Margahayu, Bekasi Timur, Kamis (17/4) pagi.

Bungkusan mayat itu dibuang oleh seorang wanita pakai taksi. Di dalam dus itu ditemukan 7 potongan tubuh, sedang di dalam tas pakaian terdapat potongan kepala dan badan. Selembar KTP atas nama Eka Putri, 21, warga Desa Kecipir, Kec. Losari, Kab. Brebes, Jateng, terselip di antara bungkusan itu.

“Kami masih menyelidiki apakah KTP itu milik korban atau bukan,” kata Kapolres Metro Bekasi, Kombes Masguntur Laope, saat dihubungi Detektif Conan. Keluarga Eka Putri sudah dihubungi polisi dan tengah berangkat ke Jakarta untuk memastikan apakah jasad itu anaknya. Eka disebutkan pergi bersama lelaki yang menawarinya mencari kerja di Jakarta.

Tas dan kardus berisi potongan mayat perempuan itu pertama kali ditemukan oleh Suryana, 44, penunggu kantor Primkopti pukul 07:00. “Saya lihat ada darah dan kepala nongol dari dalam tas pakaian warna hitam,” katanya.

Penemuan itu segera dilaporkan ke Saman, 40, ketua RT setempat dan diteruskan ke Polsek Bekasi Timur. Suasana di pagi itu pun menjadi gempar, warga berbondong-bondong melihat penemuan itu, namun tidak satupun yang mengenali korban. Dugaan kuat korban bukan warga setempat.

Polisi juga belum bisa menyimpulkan motif pembunuhan sadis ini, apakah berlatar belakang asmara atau motif lainnya. Untuk memastikan identitas korban apakah benar-benar Eka atau bukan, polisi mengambil sidik jari untuk dicocokkan dengan ijazah Eka.

DISIKSA DULU
Polisi yang datang ke lokasi segera memeriksa dus dan tas pakaian warna hitam yang berisi potongan kepala dan tubuh dari mulai leher hingga kemaluan yang bagian atasnya dibungkus plastik kresek warna merah.

Kemudian kardus bekas makanan anak-anak berisi potongan dua kaki mulai dari telapak hingga lutut, paha kanan, dua tangan dari telapak hingga siku, dua pangkal lengan mulai siku hingga ketiak, semuanya dibungkus plastik kresek warna merah.

Badan bagian atas masih mengenak BH warna krem dan kaos dalam warna krem. Sedangkan bagian bawah masih mengenakan celana dalam warna cokelat dan celana pendek warna merah. Potongan paha kiri masih dicari petugas.

Dari hasil pemeriksaan luar, diduga korban yang diperkirakan berusia 20-30 tahun, rambut ikal sebahu, berat sekitar 50 kg dan tinggi 150 cm -155 cm, tewas setelah disiksa.

“Diduga kematian korban akibat tusukan senjata tajam pada leher dan kepala. Pelaku juga memukul wajah korban hingga rusak, termasuk dua gigi depan rontok,” tambah Kapolres.

Dari hasil sayatan pada potongan tubuh korban, polisi juga menduga kalau pelaku memang memiliki keahlian. “Semua potongan dimulai dari engsel,” tandas Kapolres Metro Bekasi, yang berharap ada keluarga yang datang dan mengenali korban.

DIBUANG IBU-IBU
Sementara itu Tati, 40, istri Suryana, mengaku pukul 05:00 dirinya melihat seorang ibu mengenakan jilbab bersama dua anak kecil berusia sekitar 10 tahun dan 8 tahun meletakkan dua bungkusan tersebut.

“Saya ngeliatnya dari kaca, ketika mau beres-beres ruangan,” kata Tati, kepada Detektif Conan. Dia pun mengaku tidak tahu kalau barang yang diletakkan dekat tempatnya bekerja berisi potongan mayat. “Saya tahu setelah pulang dari pasar ada rame-rame,” katanya.

Wanita beranak empat asal Sumedang, Jawa Barat ini sudah diperiksa di Polsek Bekasi Timur, bersama Suryana, suaminya. Mayat korban mutilasi itu masih tersimpan di kamar jenazah RSUD Bekasi.

Polisi setelah meminta keterangan dari berbagai saksi, segera mengecek ke beberapa tempat termasuk ke Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung, karena ada dugaan korban Eka Putri bekerja di pabrik garmen di kawasan industri tersebut.

WANITA DIMUTILASI
Wanita dibunuh lalu dimutilasi sudah beberapa kali terjadi dan latar belakangnya rata-rata soal asmara. Samini, 23, bekas penjaga kafe dimutilasi oleh Ibnu,40, suaminya karena tak mau bertobat. Potongan kepala dibuang ke Kali Sasak, Bekasi Utara.

Uni Muhayaroh,24, hamil 7 bulan dimutilasi oleh kekasihnya Budi Nugroho,31, di kamar kontrakan di Kp. Warung Asem, Tambun, Bekasi, pada 28 Desember 2007. Mayatnya dimasukkan dalam kotak kayu dibuang di pinggir Kali CBL, Cibitung.

Korban lainnya, Atikah Setyani dipenggal pacarnya, Zaki, pada 17 Januari 2008 di Hotel Bulan Mas, Jalan Berdikari, Koja, Jakut.

PELAKU ORANG DEKAT
Pelaku mutilasi biasanya orang dekat yang dikenal korbannya. Tak heran jika identitas korban mutilasi dapat diketahui, kasusnya dapat terungkap.

Pendapat tersebut disampaikan Prof. Muhammad Mustofa, guru besar kriminologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, yang dihubungi melalui telepon Kamis (17/4) malam.

“Pelaku sadar telah melakukan pelanggaran karenanya ia mencari cara untuk menghilangkan jejak,” ujarnya. Menurutnya, pelaku tindakan sadis itu bukan seorang yang memiliki kelainan jiwa. Alasannya, seorang psikopat justru tak akan memutilasi. Pelaku manusia normal yang bisa jadi justru sangat ketakutan pembunuhan yang dilakukannya diketahui orang lain. Karenanya, biasanya pelaku tak akan pergi jauh karena tak ingin dicurigai.

IDENTITAS KORBAN
Megenai ditemukannya identitas korban di tempat kejadian perkara (TKP), Mustofa mengatakan ada dua kemungkinan. Jika kartu identitas itu tidak benar maka pelaku melakukannya dengan sengaja untuk mengecoh polisi. Jika kartu identitas itu benar, , hal itu sebuah ketidaksengajaan.

Karenanya, sambung Mustofa, polisi akan menitikberatkan penyelidikan identitas korban. Kepastian identitas akan didapat melalui tes DNA korban dengan orang-orang yang dicurigai sebagai keluarganya.

Jika jati diri korban diketahui maka petugas bisa menelusuri siapa saja kerabat dekat korban. “Sebagian besar kasus mutilasi terungkap dan polisi bisa menangkap pelakunya,” ujarnya. “Kasus yang tak terungkap jika jatidiri korban tak diketahui.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s