Lima Motor Besar Patwal Kena Ranjau Paku

JAKARTA – Ranjau paku yang ditebar bandit jalanan ternyata tak cuma memakan korban dari kalangan masyarakat biasa. Lima sepeda motor yang dikendarai petugas Patwal (patroli wilayah) Polda Metro Jaya pun ikut kena getahnya.

Akibatnya, lima petugas Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya itu pun harus mendorong sepeda motornya dari lokasi kejadian di kolong Jembatan Semanggi, Jakarta Pusat, hingga ratusan meter ke tempat tambal ban.

Bripka Aritonang, petugas Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, mengatakan peristiwa tersebut terjadi Sabtu (19/4) sekitar pukul 07:30. Saat itu kelima petugas hendak menjalankan tugas mengatur lalulintas di kawasan Semanggi, Jakarta Pusat, usai mengikuti apel pagi.

Namun, saat melintas di bawah Jembatan Semanggi ban motor kempes. Setelah diperiksa, ternyata di ban motornya sudah menancap paku ukuran 7 Cm.

Tak lama berselang sepeda motor petugas mengalami hal serupa hingga total korban mencapai lima petugas. Dengan beriringan kelima petugas itu mendorong kendaraannya.

“Kami langsung mengadakan penyisiran agar jangan ada masyarakat jadi korban susulan,” kata Koordinator TMC Polda Metro Jaya Kompol Sambodo.

PENGADUAN KE TMC
Ada yang lain dari pengaduan yang masuk ke Traffic Management Centre Polda Metro Jaya, Sabtu (19/4) pagi. Tercatat lima anggota polisi yang mengendarai sepeda motor gede atau moge menjadi korban ranjau paku di sekitar Jembatan Semanggi-Taman Ria Senayan-Jalan Gatot Subroto-Jalan Sudirman. Mereka mengadukan masalah itu ke TMC.

Ban sepeda motor mereka kempes tatkala melaju di kawasan yang dikenal sebagai ”neraka” pengendara motor, tetapi ”surga” bagi tukang tambal ban. Tidak tanggung-tanggung, yang menjadi korban adalah moge yang berat untuk dituntun jika mengalami ban kempes.

Pagi itu sedianya para bintara polisi yang bertugas di Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) itu menuju Polda untuk berdinas. Bripka Aritonang, petugas Traffic Management Centre (TMC) yang menerima laporan petugas Patwal sekitar pukul 07.30, mengatakan, satu per satu moge polisi melindas ranjau paku yang disebar di sekitar Semanggi dari arah Jalan Gatot Subroto menuju Jalan Jenderal Sudirman.

”Awalnya dua motor menjadi korban. Lalu disusul dua motor lagi. Terakhir satu motor menjadi korban terakhir ranjau paku. Masing-masing dalam selang waktu lima menit. Mereka terpaksa mendorong motor ke kawasan Bendungan Hilir untuk mencari tukang tambal ban. Mereka menempuh jarak sekitar dua kilometer sebelum menemukan tukang tambal ban,” kata Aritonang.

Bisa dibayangkan betapa lelah mendorong moge di tengah asap knalpot kendaraan yang lalu-lalang.

Lebih ”berat” lagi rasanya jika harus mengganti ban dalam moge yang tentu ukurannya tidak lazim….

Koordinator TMC Komisaris Polisi Sambodo Yudho Purnomo yang menerima pengaduan ”masyarakat” tersebut langsung menyisir lokasi untuk mencari dan mengumpulkan paku tersebut dengan mobil yang dilengkapi magnet.

Perburuan ranjau paku berlangsung lancar. Jalanan kembali bersih, tetapi setelah enam jam diburu, tidak seorang pelaku penyebar paku pun ditangkap.

Menurut Sambodo, para pelaku diperkirakan melarikan diri ketika melihat yang menjadi korban justru para polisi. Selain ranjau paku, Sambodo mengingatkan, di kawasan tersebut banyak kerikil tajam yang dapat membuat ban sepeda motor kempes.

Saat Kompas mendatangi TMC, operator Aiptu Tarono mengatakan, dia belum mendengar ada satu tersangka penyebar ranjau paku yang ditangkap. ”Kita mengupayakan membersihkan jalan dari ranjau paku. Para pelaku biasanya menggunakan paku ukuran empat sentimeter yang dibengkokkan. Ini ditujukan untuk mengempeskan ban sepeda motor. Kalau ranjau paku yang dibuat dari ujung payung biasanya ditujukan untuk merampok pengendara mobil,” kata Tarono.

Dicky Sambuaga, warga Cibubur, Jakarta Timur, yang sudah dua kali menjadi korban ranjau paku di Semanggi berharap polisi lebih serius menangani kasus tersebut.

”Setiap hari ada saja yang jadi korban ranjau paku. Sebagian besar ranjau paku disebar di sekitar lajur paling kiri. Ini membuat pengendara serba salah. Kalau melaju di lajur tengah atau kanan jelas melanggar aturan. Melaju di lajur kiri terancam ranjau paku. Yang menarik di sekitar tempat rawan ranjau paku ada tukang tambal ban yang hanya bermodal pompa kecil di dalam tas dan tidak membawa kompresor,” kata Dicky.

Dia kerap melihat polisi di sekitar Polda Metro Jaya, pagi-pagi benar membawa tongkat bermagnet menyusuri jalan raya. Namun naas, Sabtu pagi itu, tongkat bermagnet kalah sakti, moge polisi menjadi korban ranjau paku

5 responses to “Lima Motor Besar Patwal Kena Ranjau Paku

  1. Ping-balik: Ranjau Paku « Daniel Siburian’s Blog

  2. SAYA MENGHARAP PENYEBAR RANJAU PAKU
    DPT SEGERA DITANGKAP, UNTUK MENANGKAPNYA PETUGAS RAJIN-RAJIN MENGINTIP DG PAKAIAN PREMAN,ATAU TANGKAP TKG TAMBAL BAN SEKITARNYA & DIINTEROGRASI PASTI DIA MENGETAHUI.

  3. kalo bisa, petugas menyamar jadi tukang sapu atau gelandangan, begitu ketangkap, disuruh makan pakunya saja pak, biar kapok, kalo perlu, bawa ke markas, digebukin mpe kelenger, itu baru okee.
    soalnya kalo gak gitu, orang indonesia gak bakalan kapok pak, kasihan yg jadi korban masyarakat umum dan pihak kepolisian.habisin sampah masyarakat pak, kita dukung koq, kalo perlu, kasih timah panas kalo kabur.

  4. kalo ketangkep..enaknya penyebar pakunya di suruh makan pakunya aja ,,ben kapokk

  5. tangkep tukang tambal bannya aza… trus interogasi, pasti dia tahu pelakunya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s