Pengusaha Katering Dirampok Dan Dibunuh

BEKASI – Pengusaha katering tewas dibantai lima karyawannya di Kampung Tegal Danas RT 03/01, Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi Kamis (24/4) dinihari.

Selain menganiaya Soemitro, 65, hingga tewas dan membawa kabur mobil Suzuki Grand Vitara, para pelaku yang baru sepekan bekerja itu juga menginjak-injak Ny Lani, 62, hingga istri majikannya itu tak sadarkan diri.

Dalam keadaan tangan dan kaki diikat serta mulut dilakban, jasad Soemitro kemudian diseret oleh pelaku ke kamar mandi.

Peristiwa yang menggemparkan warga di Kampung Tegal Danas ini terjadi sekitar pukul 04:00 saat empat karyawan Lani Catering kembali dari mengantar makanan untuk karyawan PT CNC.

“Saya kaget ketika masuk rumah Enci tergeletak di kamarnya dengan wajah biru,” tutur Buchori, 30, sopir yang mengaku saat itu ia ditemani oleh Asep, 18, Agus, 19 dan Sofyan, 18.

Mengetahui majikannya tergeletak dan kamar tidurnya acak-acakan, Buchori segera berlari ke luar rumah dan memberitahu warga. Pengurus RT dan warga setempat pun berdatangan.

Di rumah korban, selain melihat Ny Lani tergolek, ternyata warga juga mendapati ceceran darah di kamar mandi. Setelah diperiksa, ternyata Soemitro ditemukan sudah tewas dengan tangan diikat dan mulut dilakban. Pelipis korban luka terkena sabetan golok, sedangkan perutnya membiru hantaman benda tumpul.

Polisi pun segera dihubungi. Di TKP, petugas mengamankan barang bukti berupa dua pisau dan satu golok. Kayu untuk mengaduk nasi ikut disita. Korban tewas dikirim ke RSCM Jakarta untuk otopsi, sementara Ny. Lani dirawat di RS Medirosa, Cikarang.

KORBAN DIPAKSA HIDUPAN MOBIL
Hasil pemeriksaan sementara polisi, lima pekerja yang saat itu tidak ikut mengantar nasi katering untuk karyawan PT CNC dicurigai sebagai pelakunya. Pasalnya, kelimanya menghilang bersamaan dengan kejadian tersebut.

Kecurigaan itu diperkuat dengan keterangan Ny. Lani yang mengaku ia telah dianiayai oleh lima anak buahnya Hadi, 27, Aki, 23, Andi, 23 dan dua lelaki keturunan Tionghoa.

Sadisnya, sebelum suaminya dibunuh dan dimasukan ke dalam kamar mandi, pelaku sempat memaksa Soemitro untuk menghidupkan mobil Grand Vitara B 1685 QK. “Soalnya kalau tanpa sidik jari papa, mobil tidak bisa hidup,” tutur Ina Megawati, 30, putri korban.

Ina kepada Pos Kota di lokasi kejadian mengatakan dirinya baru mengetahui peristiwa tersebut dari polisi. “Mereka sungguh kejam. Kenapa ayah saya dibunuh? Kan mereka sudah mendapatkan hartanya,” tutur ibu tiga anak dengan air mata berderai.

Ina yang datang dari Kelapa Gading itu mengaku tidak mengenal kelima karyawan katering tersebut karena menurut orang tuanya mereka baru diterima sepekan lalu.

Kasat Reskrim Polres Bekasi, AKP Susetyo, yang memimpin olah TKP, mengatakan masih mencari informasi sejauh mana para pelaku meninggalkan jati diri. “Kami masih menunggu korban pulih,” tuturnya sambil menjelaskan jika para pelaku diduga sudah merencanakan perampokan ini karena mereka membawa serta foto kopi KTP yang sudah diserahkan kepada korban.

Kasus perampokan ini semakin memperpanjang pekerjaan rumah buat polisi Bekasi. Sebelumnya kasus perampokan juga menimpa rumah wartawan Koran Tempo pada 21 April lalu. Sedangkan di Kota Bekasi, polisi belum juga berhasil mengungkap kasus mutilasi yang menimpa Eka Putri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s