Dukun Cabul Di Serang Digebuki Warga Desa Setelah Gagal Mengobati Pasien

SERANG – Berbuat cabul terhadap perawan desa, dukun cabul sekarat digebuki massa. Peristiwa ini terjadi di Kampung Pakel Masjid, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, Sabtu (3/5).

Warga yang marah tidak membawanya ke rumah sakit, tapi dalam kondisi babak belur mandi darah, dukun mesum ini malah diarak ke Mapolres Serang.

Mengetahui suaminya jadi bulan-bulan orang sekampung, Roh,23, istri tersangka, melarikan diri bersama anak balitanya, karena takut jadi sasaran kemarahan warga.

Terbongkarnya kasus pencabulan yang dilakukan dukun palsu ini berawal dari pengakuan Ya, 17, perawan desa yang mempunyai masalah kulit di wajahnya.

Kepada orangtuanya, Ya mengaku telah 6 kali disetubuhi Ha, sebagai syarat untuk mengobati flek hitam di wajah korban. Ironisnya, persetubuhan itu dilakukan di rumah tersangka dan disaksikan oleh istrinya.

NAIK DARAH
Pengakuan itu, kontan membuat keluarga Ya naik darah. Entah siapa yang menghembuskan, kabar tak sedap itu pun didengar warga kampung. Kemudian, puluhan warga berbondong-bondong mendatangi rumah Ha, namun orang yang dicari tidak ada. Warga hanya bertemu Roh, istri Ha.

Warga menyebar mencari Ha, memergoki sang dukun bersembunyi di bukit tempat peternakan ayam di Kampung Cimoyang, Kecamatan Takatakan atau 3 km dari Kampung Pakel Masjid.

Warga yang geram, memukuli korban hingga babak belur. Dalam keadaan tubuh babak belur dan diikat pelepah pisang, tersangka diarak ke Mapolres Serang.

Ditemui di ruang RPK, Ya mengaku aib itu pertama kali dialami pada pertengahan April lalu. Dia sengaja menemui tersangka untuk mengobati penyakit kulit.

Dalam ritualnya, korban terlebih dulu diminta untuk mandi air 7 kembang. Setelah itu, syarat lainnya korban harus rela disetubuhi agar flek di wajahnya hilang.

Ha mengakui apa yang diceritakan Ya. “Saya tak tahan tatkala memandikan Ya yang bugil saat dimandikan air kembang,” aku Ha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s