FPI Hanya Membela Diri Dari Serangan Membabi Buta Di Lapangan Monas

JAKARTA – Massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama & Berkeyakinan (AKK-BB) bentrok dengan massa FPI di Silang Monas, Minggu (1/6). Sedikitnya 29 orang dari kedua kubu luka-luka, satu mobil dirusak.

Bentrokan bermula saat massa AKK-BB menggelar apel akbar untuk memperingati hari lahirnya Pancasila, sekitar Pk. 12:30. Setelah itu, mereka bermaksud menggelar orasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI). KH Abdurrahman Wahid akrab disapa Gus Dur, mantan Presiden RI, bakal hadir tapi akhirnya batal.

Massa Front Pembela Islam (FPI) berpakaian serba putih datang masuk ke Lapangan Monas dan terjadi bentrokan fisik. Massa AKK-BB sebagian besar kaum ibu yang sama sekali tak menduga bakal terjadi banetrokan paling banyak menderita.

Belasan anggota kelompok ini luka-luka kena pukul bambu dan kayu. Sejumlah anggota FPI juga menderita luka kena serangan balasan.

Petugas Polres Jakpus yang datang ke lokasi sempat melepaskan tembakan ke udara untuk menghentikan peristiwa itu. Sedikitnya 29 orang menderita luka-luka dilarikan ke RS Pusat Angkatan Darat, RS Tarakan dan RSCM.

Ketua DPP PKB Effendy Choirie memprotes keras tindakan massa FPI terhadap AKK-BB.Tindakan itu dikatakannya melanggar hak asasi manusia.
“Konstitusi bangsa mencerminkan pemahaman keberagaman agama sehingga aparat kepolsian harus bertindak tegas dengan menangkap serta memproses mereka yang melanggar aturan,” jelas Choirie.

FPI BANTAH MENYERANG
Munarman SH juru bicara FPI, di tempat terpisah membantah pihaknya melakukan penyerangan. Menurut Munarman, anggota kelompoknya saat itu justru melakukan pertahanan karena FPI selalu bersikap defensif. “Pertahanan dari Doktrin Pancasila di mana selama ini kita telah dilecehkan dan dinjak-injak oleh mereka, kami hanya mempertahankan diri dari doktrin Pancasila dan Prularisme,” ucap Munarman.

Kapolsek Gambir, Kompol E. Zulpan, menyayangkan terjadinya insiden tersebut. “Penyerangan kelompok ormas keagaaman tersebut telah melanggar keamanan. Polisi akan melakukan pengusutan dengan mengumpulkan beberapa data yang ada,” jelas Kompol Zulpan. Sampai sejauh ini belum ada yang ditangkap atau ditahan.

INDONESIA BANGSA PLURAL
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie, mengatakan kehidupan bangsa Indonesia yang beragam/ plural paling rumit di muka bumi ini.

“Sisi baiknya, kita tidak usah khawatir pada kelompok manapun yang mau mendominasi kehidupan bangsa, karena itu tidak mungkin berhasil,” kata Jimly pada acara Forum Silaturahmi Anak Bangsa di Aula Gedung MK.

Dikatakannya, rakyat Indonesia justru harus terus berusaha memajukkan kualitas bangsanya.

One response to “FPI Hanya Membela Diri Dari Serangan Membabi Buta Di Lapangan Monas

  1. Emboh wis….. sing ngurus negoro iki ngerti nggak aturan sing bener sing koyo ngopo….?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s