Sekeluarga Mengalami Luka Bakar Akibat Disambar Petir

SERANG – Angin puting beliung disertai hujan es, Selasa (3/6) sore, menerjang 2 desa di Kecamatan Pamarayan, Serang, Banten.

Dalam musibah bencana alam itu, seorang warga tewas tertimpa pohon Rambutan. Selain itu, sejumlah warga juga menderita luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Sedangkan di Lebak, sekeluarga sedang nonton televisi, terkapar disambar petir. Korban yang mengalami musibah ini seorang ibu dan empat anaknya. Tubuh mereka menderita luka bakar.

Tercatat sepuluh rumah roboh serta ratusan rumah lainnya mengalami kerusakan. Sebagian besar rumah mengalami kerusakan pada bagian atap akibat tertiup angin atau tertimpa pohon.

Korban tewas Kamsin, 60, warga Kampung Rumbut, tertimpa pohon rambutan saat akan memasukan kerbau ke dalam kandang. Kerugian akibat bencana alam itu diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Korban ditampung di balai desa serta rumah tetangganya yang selamat.

Puting beliung itu menerjang Kampung Pasir Sela, Rumbut dan Kampung Cibogo, Desa Kebon Cau dan Kampung Kopeng, Desa Wirana, Kecamatan Pamarayan.

Sebelum angin menghepas rumah, kondisi langit di Desa Kebon Cau nampak gelap. Sesaat kemudian terjadi hujan deras disertai turunnya es.

Selain rumah, atap sebuah bangunan SD Wirana Pasir juga berhamburan. Begitu juga Ponpes Nurul Hikmah milik Ustad Karta ikut rusak.

Kapolsek Pamarayan, AKP Syahril Minda saat ditemui Pos Kota di lokasi bencana, Rabu (4/6), mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih menginventarisir kerugian akibat bencana alam tersebut.

SEDANG NONTON TV
Sedangkan di Lebak, sekeluarga sedang nonton televisi disambar petir. Peristiwa mengenaskan ini terjadi di Kampung Parakan, Desa Nameng, Kecamatan Rangkasbitung, Selasa (3/6) pukul 18.00.

Meski tak merenggut korban jiwa, namun ibu bersama 4 anaknya mengalami luka bakar di tubuhnya akibat sambaran geledek.

Korban luka Nurhayati, 40, serta 4 putra-putrinya Mariam, 16, Tedi, 9, Holipah, 8, dan Nurhasanah, 5. Para korban menderita luka bakar pada bagian kaki dan tangan. Saat ini masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Rangkasbitung.

Di tempat terpisah, musibah serupa juga dialami seorang ibu rumahtangga Nurlela, 26, warga Kampung Kukulu, Desa Kolelet Wetan, Rangkasbitung.

Kepala Desa Nameng, Rudi, mengatakan kejadian naas yang menimpa satu keluarga di desanya tersebut, terjadi saat para korban sedang menyaksikan acara televisi di rumahnya.

KANTOR BUPATI
Hasil pengecekan kerusakan Kantor Bupati Tangerang berlantai IV di Tigaraksa yang diterpa hujan-angin keras kemarin, tidak sampai pada konstruksi bangunan.

Kesimpulan ini didapat setelah Bupati Tangerang H. Ismet Iskandar bersama Kepala Bagain Umum Pemkab Tangerang meninjau kerusakan, Rabu (4/6) pagi.

“Kerusakan yang terjadi semuanya disebabkan kerasnya terpaan angin,” jelas H. Zaenal Arifien, Kabag Humas Pemkab Tangerang.
Bupati pun, kata dia, segera memerintahkan agar ruang-ruang yang rusak secepatnya diperbaiki, “Tadi pun sejumlah tukang sudah mengukur-ukur sejumlah ruang yang rusak untuk diperbaiki.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s