Tiga Orang Tewas Dieksekusi Oleh Perampok Emas Berseragam Polisi, Kerugian Materi Mencapai 25 Milyar Rupiah

SEMARANG – Empat perampok bersenjata pistol, Rabu (4/6) malam, merampok toko emas Bintang Emas di Jalan Wachid Hasyim 12 (Jalan Kranggan Timur 12), Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah. Perampok dengan sadis menembak mati tiga penghuni toko saat ketiganya menutup rumah sekaligus gudang penyimpanan emas yang berada persis di seberang toko emas mereka. Penjahat membawa lari sekitar 100 kilogram perhiasan emas senilai Rp 25 miliar.

Korban tewas adalah Welly Chandra (34), pemilik toko emas Bintang Emas, istri Welly bernama Anik Wijaya (32), dan Wulansari (15), pembantu toko tersebut.

Tempat kejadian perkara (TKP) perampokan itu hanya berjarak sekitar 50 meter dari pos polisi.

Menurut Yeni (40), saksi yang berada di sekitar TKP, yang ditemui Kompas, Rabu menjelang tengah malam, saat kejadian situasi Jalan Wachid Hasyim masih ramai. Di sepanjang jalan itu banyak pedagang kaki lima masih berjualan.

”Saya hanya melihat ’polisi’ (ternyata gadungan) masuk ke rumah itu. Saat perampok beraksi, saya tidak tahu,” ujar Yeni, penjual nasi yang berjarak sekitar 20 meter dari TKP.

Jalan Wachid Hasyim di kawasan Pecinan Semarang merupakan sentra toko emas dan perhiasan, jumlahnya mencapai 40 toko. Pos polisi di sana dimaksudkan khusus menjaga kawasan tersebut.

”Modus operandinya sangat sempurna. Sangat rapi dan profesional,” kata Komisaris Besar Dewa Parsana, Direktur Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Kamis. Bahkan, polisi yang piket di pos polisi itu tak menemukan hal yang mencurigakan.

”Dari pemeriksaan melalui closed circuit television (CCTV), pelakunya menggunakan seragam polisi,” ujar Dewa.

Menurut Dewa, kejadian berawal pukul 19.00 saat Welly Chandra menutup rumah sekaligus gudang penyimpanan emasnya tersebut. Welly bersama Anik Wijaya, Wulansari, dan Iing (62)—bibi Welly—berencana pulang ke rumah singgahnya di Ungaran, Kabupaten Semarang.

”Tapi, di tengah jalan, sekitar empat orang, beberapa di antaranya berpakaian polisi lalu lintas, mencegat mereka. Para perampok langsung masuk mobil Kijang Innova Welly dan mengikat tangan kaki mereka serta membebat semua muka mereka dengan plakban,” kata Dewa.

Menurut rekaman CCTV di gudang emas yang diperiksa polisi, sekitar pukul 20.00 mereka kembali ke rumah sekaligus gudang itu.

Welly ditarik keluar dari mobil untuk menunjukkan gudang perhiasan. Perampok memukul satu anggota satpam penjaga rumah, yang hingga kini belum diketahui keberadannya.

Setelah perhiasan emas 100 kilogram diambil, Welly yang disandera tewas di gudang. Welly kehabisan napas karena muka dan hidungnya dibebat plakban. Jenazah Welly ditinggalkan perampok di gudang.

Saat perampok masuk gudang, tiga wanita yang disandera, yakni Anik, Wulan, dan Iing, tetap disandera dalam mobil.

Para perampok kemudian meninggalkan lokasi dengan membawa tiga perempuan tersebut dengan mobil Kijang Innova. Di suatu tempat, Anik dan Wulan ditembak di bagian kepala. Iing selamat meski mengalami luka tembak.

Mobil dan ketiga korban kemudian ditinggalkan perampok di depan gerbang Kampus Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, berjarak sekitar 10 km dari TKP.

Pagi harinya, Iing keluar dari mobil sambil berteriak minta tolong. Oleh warga sekitar, Iing langsung dibawa ke RSUP Dr Kariadi, Semarang, bersama dua jenazah lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s