Belum Puas Merampas Motor, Perampok Juga Menganiaya dan Memperkosa Dua Bocah ABG Hingga Tewas

SERANG – Dua murid sekolah dasar ditemukan tewas membusuk di tepi Sungai Kampung Singapadu, Desa Tinggar, Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten, Kamis (12/6). Diduga, warga Kampung Kopeng, Desa Sinar Mukti, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, itu tewas dibunuh karena sepeda motor yang mereka tumpangi raib.

Kedua murid sekolah dasar (SD) itu bernama Sulkhah (12) dan Mulyati (13). Mayat korban pertama kali ditemukan oleh Jaja (50), warga Singapadu, yang akan mencari bambu sekitar pukul 08.00. Awalnya, Jaja mencium bau busuk dari arah semak-semak di tepian sungai.

Kakek yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu pun kemudian mendekati sungai, dan melihat dua mayat bocah perempuan tertelungkup di balik semak-semak. Dibantu warga lain, Jaja melaporkan hal itu kepada Kepolisian Sektor (Polsek) Curug.

Polisi yang datang ke lokasi kejadian langsung mengidentifikasi kedua mayat bocah tersebut. Setelah dicocokkan, kedua mayat itu ternyata adalah Sulkhah dan Mulyati, yang dilaporkan hilang tiga hari lalu.

Menghilang sejak Selasa

Menurut keterangan Kepala Desa (Kades) Sinar Mukti Juneri, Sulkhah dan Mulyati menghilang sejak hari Selasa lalu. Sebelumnya, sekitar pukul 13.00, mereka diminta mengantar Arsyad, kakak sepupu Sulkhah, menengok istrinya di Kampung Singapadu, Desa Tinggar.

Ketiganya kemudian berboncengan menuju Singapadu, yang berjarak sekitar 3 kilometer dari tempat tinggal mereka. Mereka menumpang sepeda motor milik orangtua Mulyati yang bernama Maemunah.

Namun, hingga malam hari, keduanya tak kunjung pulang ke rumah. Heri dan Suheti, orang- tua Sulkhah, pun melapor ke aparat desa dan Polsek Baros. Bersama dengan warga lain, mereka mencari ke sejumlah desa yang berdekatan dengan Desa Sinar Mukti.

Bahkan, Arsyad pun turut mencari korban hingga ke rumah istrinya di Singapadu. ”Dia juga yang usul agar ditanyakan ke ”orang pintar”. Dia bilang, orang pintar itu menunjukkan dua korban berada di daerah pegunungan,” tutur Juneri.

Pencarian selama dua malam berturut-turut tak membuahkan hasil, hingga akhirnya warga mendapat kabar Sulkhah dan Mulyati ditemukan tewas pada Kamis pagi. Bersamaan dengan itu, Arsyad menghilang dan hingga Kamis sore belum juga ditemukan.

Dianiaya

Berdasarkan hasil otopsi diketahui, kedua bocah perempuan itu tewas setelah dianiaya. Kepala Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serang Dokter Budi Suhendar mengatakan ditemukan bekas luka bacokan senjata tajam di kepala Mulyati. Selain itu, ditemukan pula bekas cekikan tangan kosong pada leher dan luka lebam serta darah yang mengering di kemaluan korban.

Adapun pada mayat Sulkhah ditemukan luka lebam di bagian pipi, serta mulut, seperti bekas bekapan. Sama dengan Mulyati, ditemukan pula luka bekas cekikan tangan kosong di leher Sulkhah dan darah kering disekitar kemaluan.

”Pola lukanya memang mengarah pada tindak pidana,” kata Budi Suhendar, saat ditanya dugaan korban tewas karena pembunuhan dan pemerkosaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s