Karyawati Tewas Dilindas Busway Karena Masuk Jalur Transjakarta Sambil Ngebut

JAKARTA  – Sepasang kekasih boncengan sepeda motor diseruduk bus Transjakarta di jalur busway Jalan Sultan Agung, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (13/6) pagi.

Akibat tabrakan itu, Sri Wahyuningsih, 21, terpental dari motor yang dikendarai Medy, 23, kekasihnya. Wanita yang bekerja sebagai operator mesin fotokopi di kantor KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) ini pun tewas seketika.

Peristiwa naas menimpa kedua sejoli ini ketika mereka hendak menuju ke tempat kerja di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Merasa takut telat, Medy memutuskan untuk masuk ke jalur busway. Ia rupanya tak menyadari jika di belakangnya meluncur bus trans Jakarta.

Lelaki asal Tegal, Jawa Tengah, ini sempat membuang kemudi dan menabrak separator jalan. Medy kemudian terseret bersama motor Yamaha Vega-R, sedangkan Sri Wahyuningsih tewas terlindas bus Transjakarta B 7514 IX.

“Saya tidak melihat ada Trans Jakarta di kaca spion kanan motor saya karena saya sedang buru-buru dan ngebut, klakson juga tak terdengar, pikiran saya waktu itu hanya bagaimana supaya cepat sampai,” ujar Medy saat ditemui di RSCM mendampingi jenazah kekasihnya.

TAK ADA FIRASAT
Medy mengaku telah memadu kasih selama lebih dari satu tahun bersama Sri. Ia menyatakan tidak memiliki firasat apa-apa pada malam hari sebelumnya. Namun, dijelaskan Medy, kekasihnya yang tinggal satu mess di Jalan Tubagus Angke, Kec. Jelambar, Jakarta Barat, itu memang terlihat murung dalam beberapa hari belakangan.

Sejumlah rekan korban berharap kasus ini bisa diselesaikan secara adil. “Memang korban masuk jalur busway secara mendadak dan dengan kecepatan tinggi, tapi seharusnya sopir bus itu bisa mengklakson atau mengerem kendaraannya walaupun jarak tinggal beberapa senti,” ujar teman-teman korban di rumah sakit.

Ketika ditanya apakah mereka mengetahui bahwa masuk ke jalur busway adalah pelanggaran, teman-teman korban serempak menjawab mereka tidak peduli apakah itu melanggar hukum atau tidak, entah perilaku teman mereka itu membahayakan orang lain entah tidak.

Diantar teman dan kekasihnya, jenazah korban dibawa ke kampung halamannya di Ngawi, Jawa Timur, untuk dikebumikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s