Pelaku Pembunuhan dan Pemerkosaan Dua Siswi SD Adalah Sepupu Korban Karena Diejek Menikahi Gadis Bekas Pakai Alias Tidak Perawan Lagi

KARAWANG – Hanya dalam waktu 8 jam, misteri pembunuhan 2 bocah siswi sekolah dasar (SD) yang mayatnya ditemukan di semak-semak bantaran sungai Kampung Singapadu, Desa Tinggar, Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten, diungkap Satuan Reskrim Polres Serang.

Sulhah, 12, dan Mulyati, 13, ternyata dihabisi saudara sepupunya sendiri Arsyad, 23, warga Kampung Singapadu, Desa Tinggar, Kecamatan Curug, Kota Serang. Pelaku ditangkap ketika bersembunyi di rumah istri mudanya di Kampung/Desa Sungai, Kecamatan Johor, Kerawang, Jawa Barat, Kamis (12/6) malam. Dua butir timah panas menerjang kaki kiri tersangka. Polisi terpaksa menembak karena tersangka melawan saat ditangkap.

Arsyad (23), pelaku pembunuhan dua murid sekolah dasar, Sulkhah dan Mulyati, ditangkap polisi di sebuah tempat di Karawang, Jawa Barat, Kamis malam. Arsyad mengaku membunuh dan memerkosa korban karena kesal mendengar ejekan Sulkhah.

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Serang Ajun Komisaris Besar Lilik Heri Setiadi dalam gelar perkara, Jumat (13/6), mengatakan, Arsyad diringkus di rumah ibu tiri istrinya di Desa Sungai, Kecamatan Johar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis malam. Polisi menembak kaki kiri Arsyad karena dia melakukan perlawanan saat dibawa ke markas Polres Serang.

Kapolres Serang, AKBP Drs. Lilik Heri Setiadi yang didampingi Kasat Reskrim, AKP M. Nazly Harahap  mengatakan hasil penyelidikan ada saksi yang melihat tersangka membawa kedua korban mengendarai motor. Setelah itu, tersangka kembali sendirian.

Dalam pemeriksaan, Arsyad mengaku telah membunuh adik sepupunya, Sulkhah, serta tetangganya yang bernama Mulyati. Didukung keterangan dari sejumlah saksi, polisi menetapkan Arsyad sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana tersebut.

Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya sebilah golok dan sepeda motor korban yang disembunyikan di rumah kerabat pelaku, Ahmad Fauzi, di Desa Cibuah, Kecamatan Warung Gunung, Kabupaten Lebak.

Diejek

Arsyad menuturkan bahwa dirinya terpaksa membunuh Sulkhah karena tidak tahan mendengar ejekannya. Bukan karena ingin memiliki sepeda motor milik Mulyati, seperti dugaan sebelumnya.

Awalnya pada hari Selasa lalu, Arsyad hanya ingin diantarkan ke rumah istrinya, Tining, di Kampung Singapadu, Desa Tinggar, Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten. Namun, karena hujan turun di tengah perjalanan, ketiganya berteduh di bawah pohon. Saat itulah tiba-tiba Sulkhah melontarkan kata-kata yang dianggap sebagai ejekan.

”Dia bilang ke saya, ’mau-maunya nikah sama bekas orang, udah enggak perawan’. Makanya saya emosi, masa saudara sendiri dikatain begitu. Sulkhah kan masih anak kecil, sudah bisa omong begitu,” tutur Arsyad.

Hinaan itu, kata Arsyad, menimbulkan niat untuk memberi pelajaran kepada adik sepupunya itu berupa diperkosa supaya tahu rasa dan tidak perawan lagi. Setelah itu, pelaku membawa Sulkhah ke tepian parit dengan dalih minta diantar buang air kecil. Sesampainya di parit, Arsyad langsung membekap mulut Sulkhah dan memperkosanya lalu dicekik hingga tewas. Mayat korban kemudian diseret dan disembunyikan di balik semak-semak.

Takut perbuatannya diketahui warga, Arsyad pun berniat untuk membunuh Mulyati. Selanjutnya tersangka yang juga Ayah satu anak itu pun memanggil Mulyati yang sedang menunggu motor. “Mul ke sini, coba temani Sulhah. Dia sedang buang air di sungai,” kata tersangka. Sampai di lokasi kejadian, Mulyati langsung dicekik dengan menggunakan tangan kosong. Pelaku sempat membacok kepala Mulyati lantaran terus melawan.

Pelaku pun sempat memerkosa korban sebelum membuangnya ke semak-semak. Padahal, saat itu, kondisi korban sudah tidak bernyawa lagi.

”Waktu sudah roboh, saya perkosa si Mulyati. Cuma pengin tahu saja rasanya memperkosa gadis yang sudah mati sekaligus ingin tahu apa dia itu masih perawan atau tidak, anak sekarang kan kecil-kecil sudah jago ngeseks pak,” ujar Arsyad saat ditemui pada Jumat sore.

Setelah itu, Arsyad meninggalkan mayat Sulkhah dan Mulyati di semak-semak beserta sepeda motor yang mereka tumpangi.

Tersangka pulang menggunakan motor Honda Supra Fit A 6106 AV milik korban lalu kembali ke lokasi pembunuhan untuk menyimpan motor. Sepeda motor milik korban itu diambil pada Rabu pagi, dan langsung dititipkan di rumah Ahmad Fauzi, sudaranya di Kecamatan Warung Gunung, Kabupaten Lebak, Banten.

SUASANA DUKA
Suasana duka masih menyelimuti keluarga Muklas dan Suheri, orangtua korban. Beberapa guru SD Tejamari I maupun teman sekelas korban terlihat berdatangan di rumah duka di Kampung Kopeng, Desa Sidamukti, Kecamatan Baros, Serang, untuk mengucapkan belasungkawa.

Di mata teman-teman sekelas, Sulhah dan Mulyati dikenal sebagai dua sahabat yang tidak bisa dipisahkan. Bahkan keduanya dikenal suka membantu teman-teman sekelasnya.

“Kami sangat kehilangan. Kalau bisa, orang yang ngebunuh itu juga dimatiin aja, Pak,” ungkap Aan dan Tuti, teman sekelas Sulhah dan Mulyati.

One response to “Pelaku Pembunuhan dan Pemerkosaan Dua Siswi SD Adalah Sepupu Korban Karena Diejek Menikahi Gadis Bekas Pakai Alias Tidak Perawan Lagi

  1. subhanallah.. kejam banget orang itu ya. gak punya prikemanusiaan. pikiranya sempit banget.
    gak mikir sama sekali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s