Karir Yudi Haryadi Sebagai Petugas Pajak Segera Tamat Dengan Akan Dilimpahkannya Berkas Kasus Suap First Media Kekejaksaan

BANDUNG – Kepolisian Daerah Jawa Barat tengah menyiapkan pelimpahan kasus dugaan korupsi perpajakan dengan tersangka tiga aparat Direktorat Jenderal Pajak ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Kepala Polda Jawa Barat Irjen Pol. Susno Duadji mengatakan para tersangka akan dijerat dengan Undang-Undang No.20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Para tersangka diancam dengan hukuman 15 tahun penjara. “Yang sudah siap (dilimpahkan) kasus money laundry-nya dulu, pengusutan kasus korupsinya masih menunggu izin menteri keuangan dulu,” katanya. Namun dia tidak memerinci kapan persisnya pelimpahan berkas dan tersangka kasus ini akan dilakukan.

Sejak Maret lalu Polda Jawa Barat mengusut kasus dugaan money laundry dan korupsi pajak. Sejauh ini polisi sudah menetapkan tiga tersangka yakni Yudi Haryadi , Adi S, dan Handun. Ketiganya pernah bertugas sebagai petugas pemeriksa pajak Kantor Wilayah Pajak Jakarta Khusus. Polda Jawa Barat juga telah memeriksa dua orang saksi yakni pejabat Ditjen Pajak Cucu Supriatna dan konsultan pajak Asri Harahap. Kedua saksi tersebut pernah bekerja bersama para tersangka.

Sayangnya hingga kini polisi belum bisa mengakses berkas perpajakan. Sebab kerahasiaan berkas ini baru bisa dibuka setelah keluarnya izin Menteri Keuangan. Untuk memuluskan pengusutan kasus dugaan korupsi perpajakan itu, Polda Jawa Barat sudah mengirimkan surat kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani. Surat itu berisi permohonan izin untuk mengakses berkas perpajakan. Namun, hingga kini Menteri Keuangan belum menerbitkan surat izin tersebut.

“Jadi untuk pengusutan kasus korupsi itu sekarang terhambat surat izin yang belum juga keluar meskipun sudah dimohonkan sejak empat pekan lalu,”kata Susno. Padahal, menurut dia, izin akses terhadap berkas perpajakan dibutuhkan untuk membuktikan ada tidaknya korupsi dalam penetapan besaran pajak perusahaan yang melibatkan ketiga tersangka. “Untuk melihat siapa saja yang terlibat dalam kebijakan penetapan pajak karena para tersangka hanyalah orang lapangan,” katanya. Namun Ia menepis dugaan bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani sengaja menghalang-halangi pemeriksaan kasus ini karena melibatkan Departemennya.

Dia meyakinkan, pengusutan kasus dugaan korupsi tersebut akan bisa dituntaskan. Sebab polisi, kata dia, juga telah bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi “Kebetulan KPK juga sedang mengusut kasus korupsi di bidang perpajakan ini,” katanya.

KONSULTAN DAN FIRST MEDIA JUGA PERLU DIPERIKSA KARENA TERINDIKASI MENGGELAPKAN PAJAK
Sebelumnya, Kapolda Jabar Irjen Susno Duadji, dalam pemberitaan, mengatakan pemeriksaan terhadap konsultan dan wajib pajak perlu dilakukan. Mereka akan dijerat pasal penyuapan terkait kasus ini. “Dari mana uang untuk menyuap kalau bukan dari konsultan pajak,’’ kata Susno.

Kasus ini sendiri tengah disidik oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) berihwal dari hasil pantauan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Sebelumnya, tiga petugas Ditjen Pajak ditetapkan sebagai tersangka, yaitu Yudi Haryadi, Handun, dan Adi.

Keterlibatan ketiganya tercium oleh PPATK. Melalui konsultan pajak First Media, mereka diduga mendapat transfer 500.000 dolar AS (sekitar Rp 4,5 miliar). Namun, Susno mengaku belum mengetahui secara pasti berapa nilai pajak yang seharusnya dibayarkan pihak PT First Media.

Senada dengan Jampidus, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Abdul Hakim Ritonga secara terpisah mengatakan, kasus tersebut merupakan ranah Pidsus (Pidana Khusus) karena berkaitan dengan kasus korupsi yang melibatkan pejabat pemerintah. Kasus ini diyakininya memenuhi unsur korupsi.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Pajak sendiri, menurut Dirjen Pajak Darmin Nasution, mengatakan telah menelisik kasus ini. Pihaknya juga melakukan berbagai pemeriksaan yang terkait untuk mengungkap kasus First Media, termasuk apakah ada dugaan kurang bayar yang berbuntut penyuapan oleh perusahaan First Media. Karena menurut Darmin Nasution bahwa kasus penyuapan pajak seringkali berawal dari temuan pajak yang kurang dibayar dan perusahaan nakal tidak mau membayar hingga mengiming-imingi petugas kami dilapangan dengan sejumlah uang.

One response to “Karir Yudi Haryadi Sebagai Petugas Pajak Segera Tamat Dengan Akan Dilimpahkannya Berkas Kasus Suap First Media Kekejaksaan

  1. udah jualan eskrim aja …………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s