Mahasiswa Mulai Bertindak Brutal Dalam Demonstrasi dan Melanggar HAM Masyarakat

JAKARTA – Unjuk rasa mahasiswa menentang kenaikan harga bahan bakar minyak berakhir rusuh karena mahasiswa mulai bertindak brutal. Di depan kampus Atmajaya Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Mereka melakukan pengrusakan mobil plat merah, membalik dan membakarnya.

Mahasiswa merusak dan membalik sebuah mobil plat merah bernomor polisi B 1019 PQ di depan kampus Atmajaya Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (24/6). Aksi anarkis unjuk rasa mahasiswa menolak kenaikan harga BBM ini akhirnya dibubarkan secara paksa oleh polisi karena hingga pukul 19.00, mahasiswa masih berdemo dan beringas.

Mahasiswa yang jumlahnya ribuan terkonsentrasi di depan Kampus Atmajaya sehingga memacetkan ruas Jalan Jenderal Sudirman dan menggangu kelancaran lalu lintas sehingga merugikan dan menyebabkan ketakutan para pegawai yang hendak pulang.

MAHASISWA TIDAK PUAS HANYA MEMBAKAR BAN TETAPI JUGA MEMBAKAR MOBIL
Membakar ban di tengah jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (24/6) rupanya belum cukup membuat mahasiswa yang melakukan aksi di depan Kampus Universitas Katolik Atma Jaya puas. Mahasiswa mulai menutup jalur cepat ruas Jalan Sudirman untuk menarik perhatian banyak orang dan tanpa peduli roda perekonomian yang terganggu hingga akhirnya merugikan rakyat kecil. Para mahasiswa menyandera sebuah mobil plat merah.

Saat melintasi Jalan Sudirman, mahasiswa menahan mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi B 1019 BQ tersebut, menurunkan pengemudinya dan mengamankannya merapat ke Kampus Atma Jaya. Tak puas menyandera mobil tersebut, para mahasiswa lalu menggulingkan mobil tersebut sambil menghancurkan kaca dan badan mobil tersebut menggunakan kayu dan batu.

Sebagian massa berteriak menyuruh rekan-rekannya membakar mobil tersebut. Mobil pun tersulut api. Aksi mahasiswa ini membuat warga lainnya panik dan berhamburan lari menjauhi mobil tersebut karena takut meledak.

POLISI DATANG – MAHASISWA BUBAR
Sekitar dua SSK pasukan polisi diturunkan di depan kampus Atma Jaya di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (24/6). Rombongan polisi membuat massa yang berkerumun di tengah jalan membubarkan diri. Sebuah mobil water cannon segera menyemprot mobil yang terbakar hingga padam.

Polisi lalu membuat barisan di sekitar mobil Avanza yang naas itu. Sementara, masyarakat berkerumun di tepi jalan. Tidak lagi terlihat atribut mahasiswa di tengah ribuan kerumunan masyarakat. Mereka yang malam ini berkerumun di sekitar kampus Atma Jaya menjadi massa anonim karena melepaskan atribut mahasiswa.

Polisi berpakaian preman terlihat mengamankan beberapa mahasiswa yang diduga menjadi provokator. Sementara itu, sebuah mobil derek tampak mendekat untuk menarik mobil yang melintang di tengah jalan.

Arus lalu lintas di ruas jalur cepat masih tertutup. Semua kendaraan dari arah Bundaran Hotel Indonesia bergerak padat merayap di jalur lambat menuju Senayan. Hasil wawancara dilapangan menunjukan banyak masyarakat yang menyesalkan aksi demo mahasiswa tersebut yang hanya lebih banyak membuat kerugian.

MAHASISWA SEDANG ASYIK MENGHANCURKAN MOBIL POLISI EH MALAH TERTABRAK
Aksi demonstrasi para mahasiswa yang digelar di depan Gedung DPR/MPR menimbulkan korban. Seorang mahasiswa asal Jambi yang ikut serta dalam aksi tersebut harus dilarikan ke Rumah Sakit Jakarta dan tiba sekitar pukul 16.15 WIB, Selasa (24/6) setelah ditabrak mobil patroli kepolisian.

Kini Arpi, mahasiswa tersebut dirawat di Ruang UGD Rumah Sakit Jakarta. Dan hingga kini masih menjalani pemeriksaan. Iwan, rekan korban yang membawa korban ke Rumah Sakit Jakarta menuturkan, sebelum kejadian berlangsung para mahasiswa sedang merusak sebuah mobil patroli polisi di Jalan Gatot Subroto dari arah Slipi, tepatnya di bawah jembatan penyeberangan dekat Gedung DPR/MPR.”Mahasiswa lagi nimpuk mobil polisi,” cerita Iwan.

Melihat aksi kawan-kawannya tersebut, Arpi yang saat itu berada tak jauh dari lokasi kejadian mendekati mobil tersebut untuk ikut dalam aksi brutal tersebut. Mahasiswa IAIN Jambi tersebut ingin bergabung bersama teman-temannya  dengan merusak mobil tersebut. Tiba-tiba mobil patroli tersebut menabraknya dan ia terpental hingga 5 meter. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Jakarta oleh kedua temannya menggunakan Taksi.

Sangaji, rekan korban lain yang turut mendampingi korban mengatakan saat dibawa ke rumah sakit, korban mengeluh sakit pada bagian lutut dan pahanya serta mengalami sesak nafas.”Kepala korban juga rasanya pusing saat itu,” ujar Sangaji. Arpi adalah salah satu perwakilan mahasiswa dari mahasiswa Jambi yang bergabung bersama para mahasiswa lain dalam Temu Aliansi Lintas Generasi (Tali Generasi) yang berkumpul di Tugu Proklamasi. Ia bersama perwakilan dari Jambi yang berjumlah sekitar 40 orang datang ke Jakarta pada Senin (23/6) untuk melakukan aksi solidaritas kematian Maftuh dan juga tuntutan untuk membatalkan keputusan menaikkan harga BBM.

SUBSIDI BBM HANYA UNTUK ORANG KAYA DAN KELAS MENENGAH ATAS
Menurut majalah Far East terbitan bulan juni subsidi BBM oleh pemerintah paling banyak dinikmati oleh kaum kaya yakni sebesar 45%  kemudian sekitar 30% dinikmati oleh kaum menengah dan hanya sekitar 0,1% yang dinikmati oleh rakyat miskin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s