Mahasiswa Atma Jaya Demonstrasi Karena Dibayar dan Bukan Untuk Kepentingan Rakyat

JAKARTA – Polisi menangkap dua pria yang diduga menjadi provokator aksi unjuk rasa di depan Gedung MPR/DPR dan Kampus Universitas Atma Jaya, Jakarta, Rabu (25/6). Keduanya adalah Jefri Silalahi (22) dan Andi (23).

Keduanya ditangkap di Taman Amir Hamzah, Jalan Tambak, Matraman, Jakarta Timur (Jaktim), Rabu petang. Keduanya tiba di Polda Metro Jaya pukul 18.30. Ketika turun dari kendaraan, Jefri dan Andi menutup wajahnya dengan kaus. Saat ditanya wartawan, mereka diam. Keduanya diduga mahasiswa dari salah satu universitas swasta di Salemba.

Menurut lima mahasiswa Jambi yang ditangkap polisi hari Selasa (24/6), mereka membagi-bagikan uang Rp 5 juta kepada sejumlah demonstran yang menjadi koordinator lapangan para demonstran. Kelima mahasiswa Jambi itu dan tiga pelajar telah dibebaskan polisi.

Sementara itu, malam harinya, pukul 20.00, di Stasiun Jatinegara, Jaktim, polisi kembali menangkap 26 mahasiswa demonstran yang hendak kembali ke Yogyakarta. Salah satunya adalah Agus, mahasiswa sebuah universitas di Yogyakarta. Agus adalah satu dari enam orang yang diduga provokator yang diburu polisi.

”Setelah Jefri, Andi, dan Agus, tinggal tiga provokator lagi yang kami buru,” kata Kepala Satuan Keamanan Negara, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Tornagogo Sihombing.

Tornagogo mengatakan, dari 16 orang yang ditangkap pada Selasa lalu, polisi masih menahan delapan orang.

Pos polisi dicoret-coret

Rabu malam, sekitar pukul 20.30, dua bus penuh berisi demonstran berjaket warna-warni tiba-tiba mendatangi pos polisi di Bundaran Senayan di mulut Jalan Jenderal Sudirman untuk berunjuk rasa. Empat polisi yang berjaga di pos segera menyelamatkan diri karena khawatir massa akan anarkis. Massa lalu mencoret-coret pos dengan tulisan ”pembunuh” di berbagai sisi pos. Kabel-kabel CCTV juga dicabut sehingga sempat tak berfungsi. Ketika sejumlah polisi dari Polda Metro Jaya datang, massa kabur ke arah Universitas Moestopo yang berjarak sekitar 200 meter dari Bundaran Senayan. Polisi sempat menangkap satu orang dari massa.

Petugas keamanan Universitas Moestopo, Sutikno, mengatakan, saat kejadian itu, di Moestopo sedang digelar pertunjukan musik. Sutikno mengaku mendengar suara tembakan beberapa kali, lalu pertunjukan dihentikan.

Dia menambahkan, tak lama kemudian, sekitar 40 mahasiswa memakai jas mirip almamater perguruan tinggi berwarna oranye, kuning, dan biru berlarian melintasi depan kampus. Namun, mereka dilarang masuk karena dianggap bukan mahasiswa Universitas Moestopo. ”Kami khawatir mereka akan ganggu kuliah malam yang sedang berlangsung,” ujar Sutikno.

Beberapa kelas Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen menggelar kegiatan belajar-mengajar mulai pukul 19.00

One response to “Mahasiswa Atma Jaya Demonstrasi Karena Dibayar dan Bukan Untuk Kepentingan Rakyat

  1. well well koq judul mahasiswa sekarang pada mata duitan dan udah bakat jadi koruptor ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s