Warga India Yang Gemar Menyiksa WNI di Amerika Serikat Dihukum 11 Tahun Penjara

WASHINGTON – Tidak seperti di Arab Saudi dimana para penyiksa dan pembunuh warga negara Indonesia bebas berkeliaran tanpa dihukum, di Amerika Serikat penyiksa WNI mendapat hukuman yang berat. Setelah istrinya divonis penjara 11 tahun pada Kamis (26/6) terkait penyiksaan dua warga negara Indonesia (WNI), Pengadilan Tinggi Central Islip di New York kemarin menjatuhkan vonis penjara tiga tahun empat bulan terhadap Mahender Sabhnani, 51.

Pengadilan membuktikan Mahender bekerja sama dengan istrinya Varsha Sabhnani melakukan penyiksaan terhadap Samirah dan Enung yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Selain hukuman penjara, Mahender yang berasal dari India ini harus membayar denda sebesar USD12.500.

Pasangan suami istri Mahender dan Varsha Sabhnani terbukti bersalah melakukan penyiksaan terhadap Samirah dan Enung di rumah mereka di Long Island,New York. Hakim Arthur Spatt yang memimpin sidang mengatakan, meskipun Mahender secara tidak langsung melakukan penyiksaan, dia harus mengetahui apa yang terjadi di rumahnya.

Jaksa penuntut Mark Lesko dan Demetri Jones menyatakan, Mahender juga harus dihukum. ”Dia harus tahu apa yang terjadi di rumahnya dan dia harus dihukum,”ujarnya. Bambang Antarikso dari bidang konsuler KJRI New York yang dihubungi SINDO kemarin mengatakan, jaksa menuntut uang ganti rugi dari terdakwa sebesar USD730.000 untuk Samirah dan USD330.000 untuk Enung.

Hakim Spatt masih akan memutuskan berapa besar uang ganti rugi yang dituntut jaksa. Menurut Bambang,Samirah dan Enung kini dalam kondisi sehat dan dalam proses untuk mendapatkan status imigrasi yang sah di Amerika Serikat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s