Anggota DPR Komisi V Bulyan Royan Dari Partai Bintang Reformasi Tertangkap Tangan Menerima Suap Di Plaza Senayan

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK kembali menangkap tangan seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Kali ini, anggota Fraksi Bintang Reformasi atau F-BR DPR, Bulyan Royan, ditangkap KPK di Plaza Senayan, Jakarta, Senin (30/6) sekitar pukul 17.30.

Ketua KPK Antasari Azhar saat ditemui seusai berbicara pada Rapat Koordinasi Nasional I Bidang Pengendali Pemenangan Pemilu Partai Golkar di Jakarta, Senin malam, belum bersedia memberikan keterangan. ”Saya, kan, masih di sini,” ucapnya.

Namun, semalam, Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan Chandra M Hamzah mengungkapkan, anggota DPR yang ditangkap itu berinisial Bulyan Royan. Ia ditangkap karena diduga menerima suap. Saat penangkapan, petugas KPK juga menemukan barang bukti berupa uang tunai senilai 60.000 dollar AS atau setara Rp 552 juta (asumsi 1 dollar AS sama dengan Rp 9.200) dan 10.000 euro atau setara Rp 145 juta (asumsi 1 euro setara Rp 14.500).

Hingga semalam, KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap BR. Namun, pemberian uang itu diduga terkait dengan pembelian kapal patroli di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Departemen Perhubungan.

Menurut Chandra, Bulyan Royan adalah anggota Komisi V DPR. Komisi itu mempunyai mitra kerja, antara lain Departemen Perhubungan, Departemen Pekerjaan Umum, Kementerian Negara Perumahan Rakyat, Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Badan Meteorologi dan Geofisika. Belakangan terungkap, BR adalah Bulyan Royan. ”Kasusnya terkait pengadaan kapal patroli di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut,” kata Chandra.

Namun, sampai Senin malam, KPK belum memberikan status tersangka kepada Bulyan Royan. ”Masih kami periksa 1 x 24 jam,” ujar Chandra lagi. Namun, ia masih enggan menjelaskan sumber dan tujuan pemberian uang itu.

Hingga Senin malam, KPK masih tampak memeriksa kasus ini. Sekitar pukul 22.15, empat mobil KPK yang ditumpangi penyidik, tampak bergegas meninggalkan gedung KPK. Sedangkan Bulyan Royan masih diperiksa di gedung KPK. Pukul 23.45, rombongan KPK itu kembali membawa koper dan CPU komputer yang diduga terkait dengan barang bukti.

Hingga semalam juga belum ada pengacara yang mendampingi Bulyan Royan. Belum dipastikan juga, apakah BY ditangkap sendirian atau dengan orang yang diduga memberikan uang itu. KPK masih melakukan penelusuran terhadap kasus itu.

PARTAI BINTANG REFORMASI KECEWA ANGGOTANYA BISA TERTANGKAP TANGAN
Ketika ditanya lagi apakah ada kemungkinan pejabat di Dephub akan diperiksa, Antasari pun hanya tersenyum. ”Pertanyaannya langsung menusuk,” ucapnya.

Antasari meminta semua pihak untuk memberi kesempatan kepada petugas KPK untuk bekerja dulu. ”Setelah 24 jam baru kita bersikap,” ucapnya.

Secara terpisah, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Golkar Aulia Rahman yakin kasus yang diduga melibatkan Bulyan Royan itu melibatkan pejabat di Dephub. Penangkapannya pun tidak mungkin sendirian. Karena, jumlah uang yang disita petugas KPK sedemikian besar, biasanya itu harus dibagi-bagi, itu etika.

”Menari tango itu tidak mungkin satu orang,” ujarnya. Karena itu, ia berharap KPK tidak berhenti pada penangkapan anggota DPR, tetapi juga dilanjutkan pada pejabat eksekutif.

Secara terpisah, Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR) Bursah Zarnubi mengaku belum mengetahui penangkapan Bulyan Royan langsung dari KPK. Tetapi, ia sudah mendengar informasi mengenai Namun, ia akan mengusahakan pengacara untuk membantu anggotanya itu.

”Kami harus berpegang pada asas praduga tak bersalah, walaupun ia sudah tertangkap tangan melakukan korupsi,” ujar Bursah.

Sebaliknya, Sekretaris Jenderal PBR Rusman Ali saat dihubungi Senin malam, mengaku belum tahu pasti kabar penangkapan anggota DPR Bulyan Royan. Pihak Partai Bintang Reformasi mengaku sangat kecewa, jika benar anggota DPR dari daerah pemilihan Riau itu tertangkap tangan.

Langkah Bulyan menerima suap itu sangat disesalkan, terutama karena ternyata masih ada yang berani melanggar hukum ketika KPK sangat intensif melakukan penyadapan. ”Kalau sampai terbukti bersalah, pengurus pasti akan ambil tindakan. Tetapi, kami harus mengecek kebenaran informasinya. Sekarang sedang dirapatkan sama teman-teman,” kata Rusman.

DPR TIDAK PERNAH KAPOK DAN SERIUS MEMBERSIHKAN CITRANYA SEBAGAI SARANG KORUPTOR
Anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Juntho di Jakarta, semalam, mengatakan, kembali tertangkap tangannya anggota DPR menunjukkan, wakil rakyat tidak lagi memiliki malu untuk melakukan suap dan korupsi.

”Saya menilai anggota DPR ini harus mengumpulkan dana untuk Pemilu 2009. Mereka berani mengambil sikap nekat, karena mereka butuh dana politik. Saya kira fenomena ini akan berlanjut hingga Pemilu mendatang,” ujar Emerson.

Emerson menyatakan, anggota DPR yang tertangkap ini mayoritas adalah anggota baru yang masuk ke politik. ”Anggota DPR yang kawakan lebih jago caranya sehingga KPK tidak bisa menangkap mereka,” kata Emerson.

Ia melanjutkan, penangkapan anggota DPR ini juga menunjukkan ternyata langkah KPK tak membuat orang takut melakukan korupsi. Tertangkapnya anggota DPR ini menunjukkan partai politik dan Badan Kehormatan DPR gagal melakukan tugasnya.

Sebelumnya, KPK menangkap tangan anggota DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) Al Amin Nur Nasution, karena diduga menerima suap terkait alih fungsi hutan di Bintan, Kepulauan Riau. Anggota DPR lainnya ditahan KPK, karena terlibat korupsi sebelum mereka menjadi wakil rakyat atau pada periode sebelumnya.

KETUA DPR BENARKAN BULYAN ROYAN DITANGKAP KARENA KORUPSI
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Agung Laksono sudah menerima laporan terkait ditangkapnya salah satu anggota DPR oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (30/6).

“Sudah dapat laporan. Kalau tidak salah dari FBR (Fraksi Bintang Reformasi),” ujar Agung usai memberikan pengarahan kepada pengurus Partai Golkar pada acara Rapat Koordinasi Nasional I Badan Pengendali Pemenangan Pemilu Partai Golongan Karya Tahun 2009 di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (30/6).

Ia menjelaskan keterlibatan anggota Dewan tersebut terkait penyimpangan penggunaan anggaran dari Departemen Perhubungan. Agung mendukung dan mengapresiasi langkah yang diambil KPK. “Kalau terbukti, apalagi tertangkap tangan, silahkan KPK proses secepatnya,” ujarnya.

Demikian pula, jelas Agung, jika ada indikasi terjadinya suap menyuap antara pihak-pihak yang terlibat, harus ditelusuri hingga tuntas.Pihak yang diduga melakukan penyuapan harus diperiksa. Demikian pula KPK harus menyelidiki siapa saja yang menerima suap. “Biar bisa membersihkan citra di DPR sendiri,” ujarnya

RIWAYAT HIDUP BULYAN ROYAN
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menangkap tangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang diduga menerima suap. Menurut KPK, anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Bintang Reformasi (F-PBR) yang ditangkap itu berinisial Bulyan Royan.

Ketua Umum DPP PBR Bursah Zarnubi yang diwawancarai Persda Network membenarkan kabar penangkapan anggotanya itu. Bila melihat data anggota DPR dari F-PBR, inisial BR yang dimaksud adalah Bulyan Royan yang terpilih mewakili Provinsi Riau. Dia dilahirkan di Kubu Rohil, 1 Januari 1958.

Menurut buku Almanak Anggota DPR periode 2004-2009, riwayat pekerjaan Bulyan sebelum menjadi anggota Dewan adalah dirut perkapalan, dirut kontraktor listrik, dan dirut perminyakan. Namun, tidak jelas apa nama perusahaan yang dipimpinnya.

Pria yang mengecap pendidikan terakhir di Pascasarjana Northern California Global University Jakarta itu juga aktif di berbagai organisasi, antara lain menjadi Ketua HIPMI Riau, Ketua Kompartmen Kadin Riau, dan Wakil Sekretaris Gapensi Riau. Dia juga menerima Lencana Karya Satya 30 Tahun Presiden RI 1993

Dalam buku tersebut, hal yang diperjuangkan Bulyan sebagai anggota Dewan adalah memperjuangkan kebenaran dalam segala aspek. Entah apa definisi kebenaran menurut Bulyan Royan ini karena sudah tertangkap tangan menerima uang suap.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s