Kejahatan Di Indonesia Meningkat Terutama Yang Berbau SARA – Setiap 1 Menit 34 Detik Terjadi Satu Tindak Kejahatan

JAKARTA – Kejahatan atau tindak pidana yang terjadi pada semester I tahun 2008 menunjukkan kecenderungan meningkat. Rata-rata setiap satu menit 34 detik terjadi satu kejahatan di Indonesia. Kepolisian juga memprediksi, pada tahun 2008-2009 mendatang tindak pidana yang berbau SARA masih akan marak.

Hal tersebut disampaikan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Abubakar Nataprawira, Senin (30/6).

Abubakar menambahkan, kepolisian akan secara khusus mengawasi tindak pidana, seperti pertikaian antarkelompok masyarakat yang berlatar belakang suku, agama, ras, antargolongan (SARA), seperti perbedaan keyakinan beragama, perbedaan kepentingan politik, budaya, adat, dan suku.

”Hal itu akan jadi atensi khusus agar tidak meluas. Sebab, masalah itu diprediksi masih berpotensi besar terjadi hingga 2009 nanti,” kata Abubakar.

Abubakar menguraikan, khusus kejahatan konvensional, pada semester I 2007 terjadi 153.283 kasus dan pada semester I tahun 2008 meningkat menjadi 155.413 kasus (1,39 persen).

Kejahatan konvensional tersebut, misalnya, pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, penganiayaan berat, pembunuhan, pemerkosaan, uang palsu, perjudian, penggelapan, penipuan, perusakan, dan pemerasan. Secara kuantitas kasus, jenis kejahatan tersebut masih mendominasi potret kriminalitas di Indonesia.

Namun, persentase penyelesaian perkara di kepolisian tahun 2008 ini justru cenderung menurun dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2007. Penyelesaian perkara di kepolisian itu menurun 1,14 persen pada semester I tahun ini.

”Hal itu bukan berarti kinerja kepolisian menurun sebab mengukur kinerja tidak cukup dari unsur crime clearance (penyelesaian perkara) saja. Ada kasus-kasus yang memang tidak mudah dan memakan waktu cukup lama untuk diselesaikan,” kata Abubakar.

Dari data kejahatan di semester pertama itu, Polri menyimpulkan, dari 100.000 penduduk, sebanyak 72 orang di antaranya berisiko terkena kejahatan.

Menurut Abubakar, kejahatan konvensional yang mendominasi kriminalitas di Indonesia itu umumnya berlatar belakang faktor ekonomi.

Kepala Direktorat I Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Brigadir Jenderal (Pol) Badrodin Haiti mengatakan, kepolisian juga memantau khusus tren perampokan toko emas yang kerap terjadi beberapa tahun belakangan ini. Perampokan emas yang selalu bersenjata api itu ditengarai terorganisasi baik dan para pelakunya diyakini terlatih. ”Gejala itu mencemaskan,” ujar Badrodin.

Sementara itu, berdasarkan data Bagian Pengawasan Senjata dan Bahan Peledak Badan Intelijen dan Keamanan Polri, hingga akhir Mei lalu masih ada 7.798 pucuk senjata yang beredar di kalangan sipil. Bahkan, sebanyak 3.446 senjata api tersebut dideteksi izinnya telah kedaluwarsa.

Dalam dua tahun terakhir, polisi menarik seluruh senjata api di warga dalam rangka menekan penyalahgunaan dan maraknya kejahatan bersenjata api.

Demonstrasi makin marak

Selain kejahatan, masalah keamanan dan ketertiban yang juga meningkat signifikan adalah unjuk rasa. Di Indonesia pada semester I 2008 terjadi 2.486 demonstrasi, naik 34,38 persen daripada periode yang sama tahun 2007 yang 1.850 demonstrasi.

”Unjuk rasa juga kerap dilatarbelakangi berbagai kepentingan yang terkait sosial politik, ekonomi, juga agama,” kata Abubakar.

One response to “Kejahatan Di Indonesia Meningkat Terutama Yang Berbau SARA – Setiap 1 Menit 34 Detik Terjadi Satu Tindak Kejahatan

  1. minta ijin sedot artikel di sini hehehe

    buat tugas kuliah.. trims…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s