Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura Terlibat Jual Beli Organ Dari Pasar Gelap

BATAM – Dua warga negara Indonesia diduga terlibat dalam kasus jual beli organ tubuh manusia berupa ginjal di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura. Kasus jual beli organ manusia itu diduga melibatkan sebuah sindikat kejahatan internasional.

Hal itu dikatakan Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler Kedutaan Besar Republik Indonesia (Kedubes RI) di Singapura Kemal Haripurwanto, Selasa (1/7). ”Ada dua WNI yang diduga terlibat dalam kasus jual beli ginjal di Singapura. Mereka direncanakan disidangkan Rabu (hari ini),” kata Kemal.

Sementara itu, pendiri Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan, Iskandar Sitorus, mengungkapkan, kedua warga negara Indonesia (WNI) itu merupakan korban dari praktik sindikat kejahatan internasional di bidang kesehatan.

”Aparat penegak hukum di Singapura seharusnya tidak hanya menangkap dan mengadili kedua WNI itu, melainkan juga pelaku lain yang terlibat dalam jaringan jual beli organ tersebut,” kata Iskandar.

Menurut dia, praktik jual beli organ manusia itu sudah melibatkan jaringan sindikat.

”Ada orang yang mencari korban, membawa, dan menjemput korban. Selain itu, ada instruktur yang memberi pengarahan kepada korban. Bahkan, ada juga peran pengacara,” katanya.

Kemal menjelaskan, kedua WNI tersebut adalah Toni dan Sulaiman Damanik, berasal dari Medan, Sumatera Utara. Sulaiman merupakan orang yang akan mendonorkan ginjalnya di Rumah Sakit (RS) Mount Elizabeth, Singapura.

”Namun, Sulaiman belum sempat mendonorkan ginjalnya karena tertangkap,” katanya.

Kemal menambahkan, sebelum berangkat ke Singapura, di Medan ada orang yang mendekati dan membujuk Sulaiman agar mau mendonorkan ginjalnya. Imbalan yang diiming-imingkan sebesar Rp 150 juta. Setelah Sulaiman tertarik mendonorkan ginjalnya, keberangkatan dan akomodasi yang bersangkutan di Singapura pun diatur.

Setelah sampai di Singapura, menurut Kemal, Sulaiman dijemput oleh seorang warga negara Singapura. Kemudian dia dipertemukan dengan Toni— yang juga pernah mendonorkan ginjal—untuk mengurus donor ginjal di RS Mount Elizabeth.

Warga Singapura

Selain itu, menurut Kemal, ada seorang warga negara Singapura yang memberikan instruksi kepada Sulaiman untuk dapat menjawab berbagai persyaratan donor ginjal. Persyaratan itu antara lain tidak boleh mendonorkan ginjal atas dasar jual beli dan tidak boleh memiliki hubungan keluarga.

Dengan instruksi tersebut, menurut Kemal, Sulaiman pun dapat menjawab pertanyaan dan memenuhi berbagai persyaratan yang diajukan. Namun, Toni dan Sulaiman kemudian ditangkap pihak kepolisian Singapura tanggal 19 Juni 2008.

Kemal menambahkan, pihak Kedubes RI di Singapura telah mempersiapkan advokasi terhadap kedua WNI tersebut.

2 responses to “Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura Terlibat Jual Beli Organ Dari Pasar Gelap

  1. pak harga ginjal berapa
    gimana cara ya penjualan itu

  2. jual ginjal (butuh uang)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s