Gerombolan Jambret Di Gambir Ditembak Polisi Setelah Jimat Kebalnya Jatuh

JAKARTA – Abdul Hadi (26), penjambret bermotor yang juga berjualan mi ayam di kawasan Gambir Jakarta Pusat, ditembak polisi Rabu (9/7) malam karena melarikan diri setelah menjambret Hani Haryani (28). Abdul beraksi bersama Wewi (28), keduanya dipukuli massa hingga babak belur.

Saat ditemui di Markas Kepolisian Metro Sawah Besar, Kamis (10/7) siang, Abdul Hadi berjalan terpincang-pincang karena tempurung kaki kanan tertembus peluru. Abdul Hadi dipapah Wewi untuk berjalan ke ruang tahanan. Wajah kedua tahanan itu masih lebam karena dipukuli massa.

Wewi yang merupakan anggota Geng Gambir tidak mau berkomentar ketika ditanya pers. Sementara itu, Abdul Hadi terlihat masih menahan sakit dan tidak berbicara sepatah kata pun.

”Dia (Abdul Hadi) terpaksa ditembak karena melarikan diri waktu sudah ditangkap di Pos Polisi Pasar Baru. Saat itu kedua orang ini usai menjambret dompet Hani Haryani yang berisi telepon genggam dan uang Rp 100.000,” kata Wakil Kepala Polsek Sawah Besar Ajun Komisaris D Situmorang.

Jaringan gambir

Penjambretan bermotor di sekitar Sawah Besar sangat meresahkan. Dalam sepekan bisa masuk tiga laporan atau empat pengaduan ke Polsektro Sawah Besar. Semua korban adalah wanita yang pulang kerja.

Diduga ada jaringan penjambret bermotor di kawasan Lapangan Banteng, Gereja Katedral, Masjid Istiqlal, dan Pasar Baru. Berdasar kesaksian para korban, penjambret umumnya menggunakan sepeda motor jenis Suzuki Satria, Yamaha RX-King, Yamaha Vega-R, dan Kawasaki Ninja.

”Para pelaku memiliki ciri-ciri berambut cepak dan berbadan tegap. Diduga kuat mereka adalah komplotan yang berkumpul di Gambir,” kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsektro Sawah Besar Inspektur Satu Mustakim.

Penembakan Abdul Hadi berawal dari informasi korban, polisi memburu penjambret yang diduga berada di kawasan Gambir. Wewi pun ditangkap setelah dianiaya massa. Dia menuntun petugas ke Abdul Hadi.

Saat melarikan diri, Abdul Hadi ditembak, tetapi peluru tidak mampu menembus tubuhnya. Ketika dompetnya terjatuh saat berlari, barulah peluru bisa menembus tubuh Abdul Hadi. Menurut Mustakim, di dalam dompet ditemukan jimat kebal.

Inspektur Satu Mustakim mengingatkan warga untuk berhati-hati jika melintas di sekitar Lapangan Banteng, Kantor Pos, dan Pasar Baru, Jakarta Pusat, terutama pada waktu pulang kerja hingga pukul 20.00.

Mustakim menuturkan, di kawasan itu rawan penjambretan karena banyak ruas jalan yang bisa dipakai melarikan diri di tengah kemacetan.

Pelaku mengendarai motor berboncengan dan mengincar korban perempuan, baik pejalan kaki maupun pengendara motor.

Orang yang dibonceng bertugas sebagai pemetik yang beraksi merebut paksa tas dari tangan korban. Dalam satu petang, Polsektro Sawah Besar pernah menerima tiga laporan penjambretan di kawasan sekitar Lapangan Banteng

2 responses to “Gerombolan Jambret Di Gambir Ditembak Polisi Setelah Jimat Kebalnya Jatuh

  1. Jimat tuh beneran ya? –a

  2. mau jimat gituan g aku masih ada dua nih, peninggalan nenek yang dah meninggal setaun lalu, amph bro, rambut aja keballlll

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s