Siswa Pangudi Luhur Anak Bos Berlian Tewas Dibunuh Karena Balas Dendam

JAKARTA – Winston Renaldi (17) dan Lidwina Ivy (32), anak dan menantu juragan berlian Musherto (60), tewas, Kamis (10/7) sekitar pukul 16.00. Motif pembunuhan diduga balas dendam.

Keduanya ditemukan tewas oleh seorang perempuan pekerja rumah tangga di lantai dua rumah Musherto, Jalan Kartika Pinang Nomor 16, RT 14 RW 16, Pondok Pinang, Kebayoran Lama. Tubuh Winston terkapar dan darah menggenang di lantai ruang kamarnya. Pada dada kirinya ada bekas tusukan.

Separuh tubuh Lidwina berada di bak mandi. Rambutnya basah dan pada lehernya terdapat bekas cekikan. ”Saya menduga, sebelum tewas, kepala korban dibenamkan berulang kali ke bak mandi, lalu dicekik hingga tewas. Keduanya kemungkinan dibunuh sekitar pukul 16.00. Motif pembunuhan mungkin balas dendam karena tidak ada satu pun barang berharga yang hilang,” papar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Carlo Brix Tewu ketika keluar dari pintu gerbang rumah Musherto.

Keterangan yang dihimpun di lapangan menunjukkan, pada pukul 14.00, Winston, siswa SMA Pangudi Luhur, masih terlihat warga di lantai dua. Warga lain melihatnya datang dengan mobil Hyundai warna hitam, B 8664 YC, yang malam kemarin parkir di rumahnya.

Dikepung

Pukul 16.00, seorang perempuan pekerja rumah tangga melihat kedua majikannya terkapar dan memberi tahu rekannya. Di teras atas rumah, keduanya berteriak-teriak, ”Rampok! Rampok!” Seorang pedagang nasi goreng keliling yang melintas ikut meramaikan teriakan.

Warga pun berdatangan mengepung rapat rumah Musherto dengan harapan para pelaku bisa mereka tangkap. Beberapa warga kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada Ketua RT 14 Warsito Sanyoto. Warga lalu melapor kepada polisi dan menghubungi Wendy (33), suami Lidwina.

Rumah Musherto masih terkepung rapat ketika Warsito, Wendy, dan polisi datang. Wendy datang menggunakan Honda Jazz putih. Jalan ditutup dan diberi garis polisi karena kerumunan orang kian bertambah hingga puluhan jumlahnya.

Sampai pukul 21.00, puluhan orang masih berkerumun. Sebagian di antara mereka adalah anggota Reserse Polsek Metro Kebayoran Lama, Polres Metro Jakarta Selatan, dan Satuan Kejahatan dengan Kekerasan Polda Metro. Sebagian di antara mereka memenuhi serambi dan teras lantai dua rumah Musherto.

Puluhan rekan mendiang Winston dari SMA Pangudi Luhur datang dan pergi. Demikian pula kawan dan kerabat Wendy, serta Musherto

Lanjutan Berita: Pembunuhan Siswa Pangudi Luhur Sudah Direncanakan dan Melibatkan Orang Dalam serta Bermotif Balas Dendam

4 responses to “Siswa Pangudi Luhur Anak Bos Berlian Tewas Dibunuh Karena Balas Dendam

  1. rauff risharasakti

    Balas dendam sampai segitunya.
    kejam amat ya.

  2. trus, masih belum tau pasti motif pembunuhannya gimana dan siapa pembunuhnya?

    sekrang, nyawa dianggap enteng. mending, rampok aja rumahnya daripada ngebunuh orang yang punya rumah.

    kejam…

  3. balas dendam?
    Masih muda padahal..

  4. lumayan kejam yah? semoga kita terhindar dari hal begini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s