Finalis KDI (Kontes Dangdut TPI) Menjadi Saksi Kasus Mayat Dipotong Tujuh – Motif Cinta Segitiga Kaum Gay Alias Homoseksual

JAKARTA – Misteri mayat potong tujuh belum terungkap. Namun kasus pembunuhan disertai mutilasi mengarah kepada kisah cinta segitiga. Nama seorang finalis KDI (Kontes Dangdut TPI) 2 asal Bali, Arya Nugraha, dikaitkan-kaitkan dalam kasus ini.

Motif sesungguhnya masih diselidiki, namun polisi menduga Ir. Heri Santoso dihabisi oleh saingannya yang menyimpan dendam. Namun polisi juga tak menampik dugaan motif kasus ini adalah perampokan karena mobil Suzuki APV B 8986 HS, laptop dan HP korban belum ditemukan.

“Tapi ini bisa saja kamuflase pelaku,” kata polisi.

Tim Jatanras Polda Metro Jaya dan Polres Jaksel mencurigai seorang kenalan korban sebagai pelakunya. Tiga saksi termasuk finalis KDI, Arya yang disebut-sebut dekat dengan Heri sudah diperiksa polisi.

Terakhir dia bertemu Heri di tempat kos para peserta KDI di kawasan Lubang Buaya, Jaktim, Jumat (11/7) malam pukul 19:00 atau sekitar 13 jam sebelum mayat bapak satu anak itu ditemukan terpotong-potong.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Carlo Brix Tewu mengatakan tidak tertutup kemungkinan motif pembunuhan sadis ini adalah asmara dan cinta segitiga diantara kaum gay alias homoseksual. “Karena itu kami masih terus mendalami keterangan saksi-saksi,” kata Carlo sambil menambahkan sejumlah penghuni kos peserta KDI, teman kerja korban berinisial Ht, sudah dimintai keterangan.

Ny Ayu, istri Heri membantah dugaan suaminya punya penyimpangan. “Saya tidak percaya, setiap harinya dia adalah lelaki normal dan tidak pernah selingkuh dengan wanita lain,” kata Ayu singkat. Dia yakin motif pembunuhan yang menimpa suaminya adalah perampokan dan bukan karena perselingkuhan suaminya dengan pria lain.

PERTEMUAN TERAKHIR ARYA
Pedangdut Arya KDI 2 sempat disebut-sebut memiliki hubungan dengan korban mutilasi, semula ingin mengelak. “Mas, telponnya nanti lagi ya, atau besok aja kita ketemu,” pinta Arya Nugraha,27, saat diminta ketika dihubungi Pos Kota.

Namun pemuda yang kerap tampil di panggung dengan gaya gemulai ini akhirnya buka suara juga. Arya yang masuk 10 besar KDI 2 ini mengaku dijemput aparat Polres Jaksel pada Sabtu (12/7) malam saat ia bersama teman-temannya bermain di TMII.

Pedangdut asal Denpasar, Bali, ini mengetahui kematian Heri dari polisi. Heri tekahir datang ke rumah kos Arya di Jalan Buang RT 4/5 Lubang Buaya, Jaktim, Jumat malam.

“Kami hanya berpapasan sebentar. Ia dalam mobil sendirian, mau keluar dari rumah kos, saya di dalam mobil mau masuk tempat kos,” ungkapnya. Arya selanjutnya menelepon Heri dan menanyakan alasan kenapa tak menunggunya.

“Dia hanya jawab sedang buru-buru,” tambahnya. Sebelum itu, Arya bertemu lelaki tampan tersebut pada Rabu (9/7). Heri dilihatnya agak berbeda, seperti ada masalah. “Heri hanya bilang sedang capek, kepalamya migrain,” ungkapnya.

SUKA WANITA
Mengenai adanya anggapan ia berpacaran dengan korban, Arya membantahnya. “Nggak,” ujarnya. “Saya suka wanita kok.” Pemuda yang mengaku belum punya pacar ini menilai wajar ada yang beranggapan begitu.

“Korban mutilasi biasanya berkaitan dengan hal yang menyimpang dan banyak ditemukan pada lelaki gay atau homoseksual. Tapi setahu saya ia juga tak berperilaku menyimpang. Ia baik dan setia,” jelas Arya yang mengenal Heri dari penyanyi pria dangdut lainnya tiga tahun lalu.

Sejak itu, keduanya berteman dekat hingga Arya mengenal baik istri dan anak korban. “Keluarga Heri juga pernah ke Bali dan mengenal orangtua saya. Orangtua saya senang karena saya jadi punya keluarga di Jakarta,” katanya.

Heri yang bekerja sebagai sales sebuah perusahaan bahan bangunan juga sering memberi job nyanyi, karena ia bergaul luas dengan kalangan artis dangdut.

Sementara itu, Kepala Humas Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) Wijaya Kusuma Soebroto mengatakan pemanggilan Arya oleh polisi merupakan urusan pribadi dan tak terkait dengan TPI. “Sejauh ini ia dipanggil sebagai saksi kok,” katanya. “Namun kalau terbukti ia terkait kasus itu, kami tak menutupi.”

SEMPAT MAKAN MALAM
Jasad Heri dimakamkan keluarganya di kawasan Cileungsi Bogor, Senin dinihari. Dari kamar jenazah RSCM, ambulans yang membawa jenazah tak mampir dulu ke rumah mertua Heri di kawasan Pondok Gede, namun langsung meluncur kea rah Jonggol.

Hanya sebentar jasad Herry disemayamkan di mesjid dan di salatkan, lalu langsung dimakamkan di TPU Cileungsi.

Hasil otopsi di kamar Jenazah RSCM diperkirakan Heri tewas di atas pukul 00.00 dinihari. Korban diperkirakan ketemu pelaku antara pukul 19.00-20.00 malam. Korban juga sempat makan di bawah pukul 00.00.

“Dugaan ini karena hasil otopsi sisa makanan yang berada di lambung korban ada sisa makanan yang masih baru,” ungkap Kapolres Jaksel, Kombes Pol Chairul Anwar. Heri tewas setelah dihujani 10 tusukan di sekujur tubuh, serta kepalanya dihantam sampai remuk. Baru setelah itu dimutilasi.

Kasus mutilasi sepanjang 2008, Atikah Setyani, cewek hamil 4 bulan dipenggal di kamar Hotel Bulan Mas, Jalan Berdikari, Koja, Jakut, oleh Zaki, pacarnya. Wanita dipotong 10 ditemukan di depan kantor Primkomti, Bekasi, Jl Sersan Aswan, Rt 01/09, Bekasi Timur pada 17 Maret 2008, kasus belum terungkap.

Berita Lebih Lanjut: Kronologis Pembunuhan dan Mutilasi Heri Sutanto Oleh Ryan Seorang Gay Homoseksual

One response to “Finalis KDI (Kontes Dangdut TPI) Menjadi Saksi Kasus Mayat Dipotong Tujuh – Motif Cinta Segitiga Kaum Gay Alias Homoseksual

  1. gila! padahal aku lagi menggilai KDI. aduh aduh, sadis!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s