Sodom dan Gomorah – Gay dan Lesbian Semakin Mewabah

CINTA sejenis telah mewabah dalam dunia hiburan. Bahkan sudah menjadi virus yang sangat berbahaya. “Adanya sikap pembenaran terhadap kaum gay atau homoseksual membuat dunia hiburan penuh dengan cinta sejenis. Pria doyan pria. Wanita juga doyan wanita,” ujar aktor kawakan Soultan Saladin, Sabtu (2/8).

Dia mengaku ngeri dan takut dengan realita maraknya kaum gay atau pria yang kewanita-wanitaan tampil dalam dunia hiburan di negeri ini. “Mereka merajalela di televisi, jadi presenter, MC, dan sinetron. Juga di film,” cetusnya.

Dia mengingatkan penyakit itu sangat menular. “Sangat berbahaya bagi generasi muda dan ini sudah sangat mengerikan. Pihak pengelola TV ikut punya peran tumbuh berkembangnya tampilnya pria yang kewanita-wanitaan,” tegasnya.

Berbeda dengan Saladin, Jullia Perez malah bilang cuek dengan cinta sejenis. Menurutnya hal itu kembali kepada pribadi artis masing-masing. ”Masalah hubungan sesama jenis, kita tidak bisa mencampuri urusan orang lain,” cetusnya.

Artis kelahiran Jakarta 15 Juli 1980 ini secara blak-balakan mengakui dirinya wanita pengagum wanita. Apa lagi melihat wanita cantik dan seksi, Julia langsung kepincut. “Jujur aku, suka mengagumi wanita yang seksi. Tapi, aku normal. Buktinya sudah 6 tahun menjalani hubungan suami istri,” tuturnya.

SIKAP RUBEN ONSU
Presenter Ruben Onsu juga tidak mempersoalkan masalah homoseks. Menurutnya sejak zaman nabi sudah ada kaum homo, jadi buat apa diambil pusing, terang Ruben. “Sejak zaman nabi kaum homo sudah ada. Jadi buat apa diambil pusing,” terang Ruben pada Pos Kota beberapa waktu lalu.

Bagi Yurike Prastica komunitas biseks, lesbian dan homo di kalangan selebritis maupun umum memang ada. Kenyataan itu tidak bisa dipungkiri keberadaannya. “Mereka itu kan, ibaratnya memiliki dua karakter. Baik sebagai laki-laki maupun perempuan. Jadi, saya nggak perlu menyalahkan mereka,” tegasnya.

Diungkapkan Yatty terus terang, karena pernah berperan sebagai lesbian di film Perawan-Perawan produksi tahun 1981, lantas diduga mau begitu saja diajak bergabung. “Mereka pikir saya mau diajak sebagai pelaku kehidupan biseks,” terangnya.

LAYAK HIDUP
Di tempat terpisah, Sekretaris Jenderal Arus Pelangi, Yuli Rustinawati, menyakan kaum homo, biseks dan lesbian layak hidup dengan manusia lainnya. Organisasi tersebut juga menghimpun para lesbian, biseks dan transeksual.

Nanda Dewi Handayani, wanita psikolog sebagai relawan di organisasi Arus Pelangi, menyatakan sangat keberatan apabila khususnya kaum gay disebut-sebut sebagai penyakit masyarakat. “Bahkan tidak ada hubungannya dengan masalah seks atau kriminalitas,” tuturnya.

Sumber Pos Kota: Gay dan Lesbian Penyakit Masyarakat

2 responses to “Sodom dan Gomorah – Gay dan Lesbian Semakin Mewabah

  1. ehm…Lg mw coba kenalan ma tmen2 yg LGBT d purwokerto, tp g ngerti alamat base camp ny..
    Ju2r mw png ngadain penelitian..da yg bsa bantu??

  2. “Dia mengingatkan penyakit itu sangat menular”
    Penyakit apa yang dimaksud kan
    sedangkan menjadi gay bukanlah suatu penyakit atopun pilihan >.<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s