Karyawan Pemalas Membunuh Majikan Akibat Sering Ditegur Karena Sering Tertangkap Basah Tidur Waktu Jam Kerja

Perlakuan kasar yang kerap ia terima dari bosnya menimbulkan sakit hati yang mendalam di dada Firmansyah. Ketika sakit hati dan dendam itu tak tertahankan lagi, pemuda asal Cibadak, Sukabumi, ini pun menjadi nekat dan gelap mata.

Sang bos, E Kang Paslah, 63, dihabisinya saat tengah tidur. Setelah itu Firman membantai Hikmayani, 23, wanita teman sekerjanya di restoran bubur Manado yang berlokasi di ITC Permata Hijau.

“Saya nekat lantaran sakit hati sama bos. Hikmayani saya habisi juga jarena dia berteriak hingga membuat saya ketakutan dan menjadi mata gelap,” ungkap bujangan lulusan SMA di Cibadak itu.

Kasus pembunuhan bos restoran bubur Manado dan karyawatinya ini berhasil diungkap Polres Jakarta Barat setelah menangkap tersangka pelaku, Firmansyah. Ia dibekuk saat sembunyi di rumah temannya di Jalan Baladewa Ujung, Bandung, Selasa (26/8) pagi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Paslah dan karyawatinya ditemukan tewas dengan kondisi membusuk di rumahnya di Jalan Janur Blok D RT 03/07 Kel. Kelapa Dua, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (18/9). Reserse Polres Jakarta Barat mencurigai pelakunya adalah karyawan korban yang menghilang setelah beberapa hari bekerja (Pos Kota, Selasa, 19/8).

SERING DIMARAHI
Pengakuan Firman kepada Kanit Resmob Polres Jakarta Barat, Iptu Agung Wibowo SH, yang memimpin penangkapan, ia bekerja pada korban sejak 6 Agustus 2008. “Saya melamar kerja setelah baca iklan di koran. Saya terima gaji Rp20 ribu sehari.”

Namun setelah beberapa hari bekerja, Firmansyah mengaku sering dimarahi. “Kalau bangun kesiangan saya dimarahi dengan kata-kata menyakitkan. Bahkan pernah saya ditendang waktu tidur disuruh cepat-cepat kerja.”

Dipicu sakit hati, Jumat (15/8) dinihari, tersangka yang tinggal bersama karyawan lainnya di rumah korban, diam-diam mengambil pisau daging di dapur untuk menghabisi nyawa bosnya.

Bos bubur sempat melawan dengan cara menendang, namun akhirnya korban ambruk dibacok. Hikmayani yang berteriak-teriak ikut dibantai oleh pelaku.

”Tersangka lalu mengambil handphone dan dompet korban berisi uang Rp500.000 dan ATM Mandiri. Tapi hasil curiannya sudah ludes untuk keperluan selama pelarian,” jelas Kapolres Jakbar, Komes Dr. Iza Fadri didampingi Kasat Reskrim Kompol Suyudi Ario Seto SH, Sik, Selasa (26/8) sore.

Suhaeli, 50, ayah Hikmayani, warga Ciganjur, Jakarta Selatan, mengatakan meski masih kesal kehilangan putri kesayangan, tapi ia mengaku sudah ikhlas. “Soal perbuatan tersangka, kami serahkan kepada yang berwenang agar dihukum sesuai dengan perbuatannya,” ujar Suhaeli kepada Pos Kota, Selasa sore.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s