Monthly Archives: September 2008

THR Tunjangan Hari Raya Dibagikan Para Penghipnotis Langsung Beraksi

Warga diimbau untuk semakin waspada. Pasalnya, di hari-hari mendekati Lebaran, saat sebagian warga mulai menerima tunjangan hari raya (THR), komplotan bandit makin gencar beraksi.

Hipnotis dan pembiusan adalah dua modus kejahatan yang sering terjadi dan dilancarkan pelaku untuk melumpuhkan korbannya lalu menggasak hartanya.

Kasus teranyar menimpa seorang wanita guru SD di Bogor. Uang gaji dan THR sejumlah Rp7 juta yang rencananya mau digunakan untuk belanja Lebaran, melayang disambar penjahat yang menghipnotisnya.

Pelaku adalah seorang pria perlente. Penjahat ini cukup nekat dalam beraksi karena berani menyambangi korbannya yang tengah mengajar di dalam kelas.

Peristiwa yang dialami Wina ,42, guru kelas IV SD YZA pada Jumat (19/9) pagi ini membuatnya menderita kerugian Rp 7 juta. Informasi yang diperoleh, saat sedang mengajar, korban didatangi pria perlente yang menanyakan keberadaan kepala sekolah. Kepada ibu dua anak ini, pelaku mengatakan kedatangannya karena anaknya tidak pulang sekolah sejak Kamis (18/9).

Lantaran iba, istri Erwin Fauzian, Kasubag antar lembaga pada Humas Pemkab Bogor, ini lalu mengantar pelaku menuju ruang pimpinannya. Namun saat berjalan keluar pintu ruangan kelas, pundak warga Perumahan Taman Pagelaran RT 06/12 Blok C-9 Ciomas, Bogor, ini ditepuk pelaku.

Satu tepukan disertai tatapan mata pelaku, membuat korban langsung hilang ingatan. “Saat itu saya menuruti semua perintah pelaku. Waktu dia bilang pinjam uang, saya langsung ambil tas dan menyerahkan uang Rp 7juta yang sedianya untuk beli baju lebaran dan keperluan lainnya ke mal usai mengajar,” kata Wina ditemani suaminya tertunduk lemas.

Sementara Erwin, sang suami menuturkan, uang sejumlah Rp 7 juta yang hendak dipakai belanja, merupakan kumpulan gaji ia dan istrinya serta tunjangan hari raya. Erwin berharap, pelaku bisa ditangkap oleh aparat kepolisian.

TKI PULANG KAMPUNG DIINCAR
Para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri dan hendak pulang kampung untuk merayakan Lebaran juga menjadi incaran penjahat.

Dua TKI yang baru datang dari Malaysia ini adalah contohnya. Membawa uang Rp4,8 juta, 2 HP, dan 10 gram emas hasil kerja bertahun-tahun sebagai pandai besi di negeri jiran, Sutanto, 24, dan Kohir, 26, Kamis (18/9) sore, tiba di Bandara Soekarno Hatta.

Rencananya uang dan sedikit oleh-oleh itu mau digunakan untuk merayakan Lebaran bersama orangtuanya di kampung halaman di Pati, Jateng.

Namun niat mulia itu tak kesampaian karena mereka menjadi korban pembiusan 5 penjahat. Uang, perhiasan dan oleh-oleh digasak pelaku. Kedua korban ditemukan dalam kondisi pingsan di Jl. Perwira, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis malam.

Menurut keterangan korban dalam keadaan setengah sadar di Polsek Sawah Besar, setelah turun dari pesawat mereka disambut lima lelaki berpakaian rapi yang mengaku saudara.

Karena tak curiga, korban bersama ke 5 penjahat naik bus menuju Stasiun KA Gambir. Di dalam bus, korban sempat disuguhi minuman kemasan beras kencur. Dua menit kemudian ke dua korban pingsan. Setelah itu korban dibawa naik mobil pelaku yang membuntuti dari belakang.

Di dalam mobil, pelaku lalu mempreteli semua barang berharga yang dibawa korban dari negeri jiran. Setelah dibawa mutar-mutar, kedua TKI dibuang di Jl. Perwira, belakang Mesjid Istiqlal.

PURA-PURA TAWARKAN PARFUM
Modus pembiusan untuk melumpuhkan korban akhir-akhir semakin beragam saja. Masyarakat kini juga diresahkan dengan praktik kejahatan dengan berpura-pura menawarkan parfum. Korban yang diincar adalah pengendara mobil atau motor di lokasi parkiran. Mailing list atau milis-milis di internet sudah ramai membicarakan modus kejahatan yang satu ini. Seorang peserta milis mengaku temannya belum lama ini mengalaminya.

Ketika itu korban baru keluar dari sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Blok M. Begitu tiba di mobilnya, ia didekati 2 sales (1 pria dan 1 wanita) yang menawarkan parfum.

Wewangian itu disemprotkan ke selembar tisu dan kemudian ditawarkan kepada korban. Tanpa curiga, korban menciumnya dan tak lama kemudian dia merasa pusing dan mengantuk. Ketika sadar mobilnya sudah raib dan dia menemukan dirinya terduduk di trotoar.

Modus lain yang patut diwaspadai adalah pelaku berpura-pura terjatuh dan terluka. Ketika pengendara motor hendak menolong korban yang minta air minum, anggota komplotan lain mendekati lalu menepuk bahunya. Dalam sekejap motor korban lenyap dibawa kabur pelaku.

SEBAR PETUGAS BERPAKAIAN PREMAN
Mengantisipasi maraknya aksi kejahatan menggunakan obat bius dan hipnotis sebagai senjatanya, Polda Metro Jaya menegaskan telah menyebar petugas berpakaian preman di sejumlah wilayah yang dianggap rawan. Ini dilakukan polisi untuk memberi rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat.

Kasat V Ranmor Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Nico Afinta, Jumat (19/9), mengakui pihaknya telah menangani berbagai kasus pencurian kendaraan bermotor dengan modus pembiusan. “Saat ini sebagian kasus berhasil kami ungkap dan pelakunya ditangkap,”ujarnya.

Nico mengungkapkan biasanya modus pembiusan dilakukan dengan cara berpura-pura menyewa atau menumpang kendaraan yang menjadi target kejahatan.

Saat berada di dalam kendaraan, pelaku berlaku sopan kepada calon korbannya. Bahkan pelaku tak segan-segan mentraktir korban makanan. “Setelah korban terbuai, pelaku langsung beraksi dan memberi minuman yang sudah dicampur dengan obat bius,”kata Nico yang mengaku dari berbagai kasus ranmor yang ditanganinya belum ada laporan mengenai pembiusan menggunakan parfum.

Menyangkut penjahat yang diduga menggunakan hipnotis obat bius, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Zulkarnaen, mengimbau kepada masyarakat supaya jangan mudah percaya terhadap orang yang baru dikenal. “Jangan hanya karena baik awalnya, kita langsung terlena,”ujarnya.

Pelaku biasanya menggunakan alat atau benda untuk mengelabui calon korbannya. “Saya minta apabila ada orang yang kita jumpai di jalan dan memberikan sesuatu langsung diambil. Soalnya biasanya pelaku menggunakan benda atau alat untuk menjerat para korbannya,” tambahnya.

Kereta Argo Anggrek Yang Mengangkut Anggota DPR Anjlok

Sebelas hari menjelang Lebaran, dua kereta api anjlok di lokasi berbeda di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pada Jumat (19/9) siang, KA eksekutif Argo Bromo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya anjlok di Tegal, sedangkan pada Kamis (18/9) malam KA peti kemas anjlok di Dupak Mesigit, Surabaya.

Kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek anjlok di perlintasan Kilometer 7, sekitar 300 meter selatan Stasiun Besar Tegal, Jateng, Jumat sekitar pukul 13.30. Selain membawa penumpang umum, kereta dengan loko bernomor CC 20322 itu membawa anggota Komisi V DPR. Mereka sedang mengecek kesiapan sarana transportasi arus mudik.

KA yang dimasinisi ST Nainggolan itu anjlok sebelum memasuki Stasiun Tegal, diduga akibat wesel tak berfungsi dengan baik. KA anjlok saat hendak pindah lintasan dari jalur dua ke jalur satu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Kepala Stasiun Besar Tegal Wahono mengatakan, rangkaian KA yang anjlok terdapat di urutan kelima dari depan. Rangkaian KA Argo Bromo Anggrek semuanya terdiri atas delapan gerbong.

Selama ini, KA Argo Bromo Anggrek tidak pernah berhenti di Stasiun Tegal. Namun, karena hendak menurunkan rombongan anggota DPR, KA itu berhenti di Stasiun Tegal. Saat kejadian, rombongan anggota DPR yang berjumlah 25 orang itu berada di gerbong nomor dua dari belakang.

Semua penumpang, 247 orang, lalu diberangkatkan kembali dengan menggunakan sisa rangkaian KA Argo Bromo Anggrek yang berada di bagian depan yang terdiri atas dua gerbong penumpang dan satu kereta makan. Hingga Jumat petang, evakuasi rangkaian KA anjlok masih dilakukan. Wahono belum mengetahui penyebab terbaliknya wesel.

Sejumlah penumpang KA Argo Bromo Anggrek mengaku kaget dengan peristiwa itu. Abdul Kholik, penumpang asal Surabaya, mengatakan, KA berangkat dari Jakarta sesuai jadwal, pukul 09.45. Saat hendak memasuki Stasiun Tegal, penumpang kaget karena KA membelok lalu berhenti. ”Padahal, biasanya kereta berjalan lurus,” katanya.

Seusai kejadian, para anggota Komisi V DPR langsung melanjutkan perjalanan menggunakan bus. Wakil Ketua Komisi V DPR Taufik Kurniawan menyayangkan kejadian itu.

Kepala Humas PT KA Daerah Operasi IV Warsono menyatakan, akibat anjloknya KA Argo Bromo Anggrek, perjalanan KA Kamandanu jurusan Jakarta-Semarang dan KA Argo Anggrek jurusan Surabaya-Jakarta terhambat.

KA peti kemas

Hari Kamis sekitar pukul 21.00, gerbong keempat KA peti kemas dengan nomor lokomotif CC 201106 anjlok di Dupak Mesigit, Bubutan, Surabaya.

KA yang menarik 14 peti kemas dan satu gerbong barang itu melaju dari arah Jakarta dengan tujuan Stasiun Kalimas, Surabaya. Namun, setelah melintas di persimpangan Pasar Turi, salah satu gerbong keluar jalur mulai di titik 0+532 Kilometer, persis di perlintasan Stasiun Pasar Turi dan Kalimas. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Abdul, warga, mengatakan, setelah melewati persimpangan di samping Pasar Turi, salah satu gerbong tiba-tiba lepas dari rel. ”Satu gerbong berjalan tanpa melewati rel. Untung tidak terguling ke permukiman warga,” ujarnya.

Kepala Humas PT KA Daops VIII Sugeng Priyono mengungkapkan, di ruas rel antara Stasiun Pasar Turi dan Kalimas yang berjarak sekitar 4 km sedang dilakukan penggantian bantalan kayu dengan beton.

Direktur Eksekutif Indonesia Railway Watch Taufik Hidayat menegaskan, tidak ada waktu lagi untuk membenahi keselamatan perkeretaapian Indonesia menjelang puncak arus mudik Lebaran tahun ini. Ia khawatir, angkutan Lebaran akan menemui banyak kendala, terutama dalam aspek ketepatan waktu, keamanan, dan kenyamanan. Apalagi banyak perbaikan rel yang belum sempurna dan rawan menimbulkan kecelakaan.

Di tengah pelayanan KA yang masih tetap belum bagus itu, Jumat kemarin, Menteri Perhubungan Jusman Safeii Djamal dan Pelaksana Tugas Menko Perekonomian sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, di Stasiun Tawang, Semarang, meresmikan pengoperasian Kereta Rel Diesel Indonesia (KRDI) Banyubiru Ekspres jurusan Semarang-Solo-Sragen.

Pengoperasian kereta buatan PT Inka itu diharapkan membantu kelancaran arus mudik

Pengantin Baru Ditangkap Karena Mencabuli Gadis Tetangga 17 Tahun

Sial Buaanget ! Baru sebulan menikmati masa bulan madu, Erwan, 23, warga Kampung Kroya Baru, Desa Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, harus pisah ranjang dengan isterinya.

Pengantin baru ini dibui lantaran dilaporkan telah membawa kabur dan mencabuli Fitri, 17, (nama samaran), siswi yang duduk di bangku kelas 1 SMA.

Tersangka ditangkap di rumahnya, Selasa (16/9), setelah buron selama 3 bulan.

Diperoleh keterangan, pria pengangguran ini sempat membawa kabur dan mencabuli korban beberapa kali pada bulan Januari dan Mei 2008.

Perbuatan cabul tersebut dilakukan di rumah rekan-rekan tersangka di Kecamatan Padarincang, Anyer dan Gunungsari, Serang.

Pada bulan Januari saat korban di bawa kabur, orangtua korban tidak mempermasalahkan.

Meski hubungannya tidak direstui orangtua Fitri, tersangka tetap berhubungan.

Namun agar hubungannya tidak diketahui keduanya lebih memilih bertemu melalui jalur back street.

Entah setan yang hinggap dibenak tersangka, pria mesum ini kembali membawa kabur gadis idamannya.

DITINGGAL NIKAH
Selama dalam pelarian pasangan ilegal ini kerap berhubungan intim di rumah rekan-rekannya.

Setelah puas, oleh tersangka, Fitri dikembalikan kepada orang tuanya (tentunya dalam keadaan tak utuh alias tak perawan).

Kesal karena anak gadisnya 2 kali dibawa kabur, orang tua korban akhirnya melaporkan kelakukan tersangka ke Mapolres Serang.

Petugas yang menerima laporan beberapa kali gagal menangkap tersangka yang saat sudah kabur ke daerah Pandeglang.

Di daerah pelariannya, tersangka ternyata jatuh hati kepada gadis setempat.

Setelah mendapat ijin dari kedua orang tuanya, pada pertengahan Agustus lalu, tersangka akhirnya menikahi gadis idamannya secara diam-diam.

Setelah berbulan madu sebulan, tersangka kangen ingin sungkem ke rumah orangtuanya di Kecamatan Kasemen. Naas kedatangan, pengantin baru ini tercium polisi yang lama memburunya.

Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Sofwan Hermanto, S.Ik, ketika dikonfirmasi membenarkan penangkapan itu. “Tersangka dikenakan pasal perlindungan anak” ,terang Kasat singkat

Buruh Perempuan Merampok Taksi Karena Terinspirasi Melihat Tayangan Cara Merampok Taksi Di Televisi

Akibat pusing ditagih untuk bayar utang, seorang perempuan nekat mencoba merampok sopir taksi, Kamis (11/9) pukul 21.30. Pelaku merampok sopir dengan memukulkan sebuah martil ke kepala sopir taksi.

Liana Nur (32), seorang karyawati sebuah pabrik garmen di bilangan Bekasi, akhirnya tidak berhasil mengambil uang milik M Iqbal, sopir taksi itu. Dia bahkan ditangkap massa karena Iqbal berteriak minta tolong.

Dalam pengakuannya kepada polisi, Liana mengatakan dirinya pusing memikirkan utang sebesar Rp 1 juta kepada seorang temannya. ”Dia menagih terus. Katanya buat Lebaran. Saya tidak punya uang,” tutur Liana.

Liana mengatakan, dia terinspirasi merampok sopir taksi karena melihat tayangan di televisi. ”Kemarin sebelum saya pulang, teman saya menagih lagi di tempat parkir. Saya pusing, lalu saya nonton televisi ada perampokan pakai martil,” kata Liana.

Liana mengaku bahwa utang sebesar Rp 1 juta itu dipakai untuk kebutuhannya sehari-hari. Perempuan berperawakan sedang ini lalu tanpa tujuan keluar dari rumahnya di Jalan Pulo Sirih, Pekayon, Bekasi.

Dia lalu pergi ke Jalan Raya Kalimalang, Bekasi, dan menyetop sebuah taksi dari Primajasa. Kepada sopir taksi Liana minta diantar ke Jalan Baru, Cakung. Liana pun duduk di bagian belakang.

Sesampainya di Jalan Sentra Timur, tepat di pinggir Tol Cakung-Cilincing, Liana meminta sopir berhenti sebentar. Alasannya, dia akan menelepon seseorang dulu. Tidak lama setelah itu, Liana menyuruh sopir taksi tersebut berjalan lagi dan kemudian berhenti kembali.

Pada perhentian yang kedua ini, Liana lalu memukulkan martil yang telah dia bawa dari rumah ke bagian belakang kepala Iqbal. Liana mencoba meraih uang yang ada di kantong Iqbal, tetapi tangannya ditepis oleh Iqbal. Iqbal lalu lari keluar dan minta tolong.

Mengetahui aksinya tidak berhasil, Liana pun melarikan diri. Ia lalu membuang martil yang dipakainya untuk memukul ke pinggir jalan. Namun, Liana tidak bisa pergi jauh karena warga langsung mengepung Liana. Dalam penangkapan itu, warga tidak main hakim dengan memukuli Liana.

Selain martil yang dibuang di jalan, polisi juga menemukan sebuah kunci inggris di dalam tas Liana. Diduga, alat itu juga akan dipakai untuk merampok.

Menurut Kepala Polsek Metro Cakung Komisaris Yayat Popon, polisi terus menyelidiki kasus ini. ”Untuk melihat ada apa sebelumnya yang mendorong dia melakukan itu. Apakah keterangan itu benar atau tidak, atau ada tekanan lain yang dia rasakan,” kata Yayat.

Kondisi Iqbal sekarang sudah membaik dan dia tidak perlu dirawat di rumah sakit

Perampokan Di Taksi Terjadi Lagi dan Kali Gagal Karena Perampok Digigit Oleh Korban

Keberanian wanita penumpang taksi ini patut diacungi jempol. Ia dirampok sopir yang berkomplot dengan penjahat yang bersembunyi dalam bagasi, namun ia berani melawan. Tangan perampok digigit sekuat-kuatnya, satu pelaku berhasil ditangkap warga.

Peristiwa ini menimpa Ny. Herlina,55, di Jalan Petogogan 1, Kebayoran Baru, Jaksel, Sabtu (6/9) malam. Pelaku yang bersembunyi, Erlan, 29, babak belur dihajar massa sebelum digelandang ke Polres Jakarta Selatan.

Informasi yang dihimpun, pukul 19:30, Ny. Herlina, warga Radio Dalam, Jaksel, baru saja berbelanja kebutuhan Lebaran di pusat perbelanjaan Melawai. Wanita berjilbab ini menghentikan taksi putih bernomer bodi 3259.

Sang sopir yang belakangan diketahui bernama Sony (kabur), bersikap ramah dengan menanyakan tujuan penumpangnya. Taksi itu pun melaju melintasi Jalan Panglima Polim dan terus ke Barito. Dalam perjalanan, sopir juga mengajak ngobrol.

Memasuki Jalan Petotogan 1, sopir menghentikan mobilnya dengan alasan bannya kempes. Tiba-tiba sandaran kursi bagian belakang seperti ada yang mendorong, lalu muncul seorang lelaki dari dalam bagasi. Pria yang belakangan diketahui bernama Erlan itu menodongkan pisau ke perut Ny. Herlina.

TANGAN DIGIGIT
Nyali ibu rumah tangga ini tak gentar. Ketika penjahat akan mengikat tangannya, Ny. Herlina berontak. Ia nekat menggigit tangan Erlan. Tindakan Herlina ini membuat Erlan panik.

Pisau yang ditodongkan ke arah korban, sempat menggores tangan dan leher Ny. Herlina. Akibatnya, ibu rumah tangga itu menderita luka. Sopir taksi pun ikut panik dan spontan mengerem mendadak, lalu membuka pintu dan selanjutnya ia kabur. Erlan dan wanita yang ditodongnya masih berada di dalam taksi, terjepit jok.

Nyonya Herlina berteriak-teriak minta tolong mengundang warga yang langsung mendekati mereka. Erlan berhasil ditangkap dan dihakimi massa. “Pelaku yang satu kabur,” kata Adit, warga Petogogan.

Menurut Adit, warga curiga saat melihat taksi tersebut berhenti di tengah jalan secara mendadak. “Ketika didekati ternyata mereka mau merampok wanita yang menumpang taksinya. Untung ibu itu melawan,” katanya.

Nyonya Herlina yang masih shock sempat dibawa ke Polres Jaksel, namun belum dimintai keterangan. “Dia masih shock dan kami suruh pulang menenangkan diri,” kata seorang petugas.

Pihak Polres Jakarta Selatan masih memburu Sony, sedangkan taksi warna putih yang dipakai untuk merampok disita.

Ditemukan Mayat Gadis SMP Telanjang Dada Dikebun Pisang

Isnah,15, warga Kampung Ciateul, Desa/Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten, Minggu (7/9), ditemukan tak bernyawa di kebun di Kampung Kasepen, Desa Banyumekar, Kecamatan Labuan.

Saat ditemukan, kondisi siswi kelas III SMP Negeri I Labuan ini sudah membusuk dan ditemukan dua luka tusukan senjata tajam di leher.

Gadis berwajah ayu ini, sebelumnya sempat dikabarkan hilang oleh orang tuanya pada Rabu (3/9). Sejumlah tetangga korban menyebutkan sempat melihat korban sekitar lima hari lalu, ketika hendak pergi bersama rekan sekolahnya Andri, 17, pada sore hari menggunakan motor rekannya.

“Waktu itu, saya nggak curiga sama sekali, karena sudah lama saya lihat mereka berdua sering jalan bareng. Saya nggak punya firasat apa-apa, pokoknya saya biasa saja dan langsung pulang ke rumah, sejak itu saya nggak lihat-lihat lagi,” kata Juhdi, 35, yang mengaku kenal dengan Isnah.

Judi bersama orangtua korban dan tetangganya sempat melakukan pencarian, namun korban tidak kunjung ditemukan. Karena putus asa, hilangnya Isnah akhirnya dilaporkan ke Mapolsek Labuan.

Minggu (7/9) sekitar pukul 10:00, Juhdi tanpa sengaja melintas di sebidang kebun curiga dengan sosok yang menyembul ditutupi daun pisang.

Juhdi tidak berani mendekat atau membuka daun pisang tapi penemuan itu kemudian dilaporkan kepada keluarganya. Mendapat laporan dari Juhdi, warga kemudian mendatangi tempat mencurigakan itu.

MASIH DISELIDIKI
“Kagetnya bukan main, ketika daun pisang dibuka ternyata isinya adalah mayat tanpa baju. Yang lebih mengagetkan lagi mayat wanita yang hanya mengenakan celana jians itu ternyata Isnah,” ujar Juhdi seraya menjelaskan warga langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Labuan.

Ketika dihubungi, Kapolsek Labuan AKP Krishian Krisna, membenarkan adanya temuan mayat itu, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Pandeglang untuk diotopsi oleh tim dokter setempat.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, ditemukan satu luka tusukan di dekat leher dan satu luka tusukan di bawah leher korban, jadi didindikasikan mayat itu adalah korban pembunuhan,” ungkap AKP Krishian.

Dua Tenaga Kerja Wanita Indonesia TKW Dipukuli Habis Habisan Didepan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno Karena Mau Mengadu Tentang Beratnya Hidup Di Hongkong

Malang nian nasib sembilan wanita warga negara Indonesia (WNI) yang tengah mengais nafkah di Hongkong. Ketika mau mengadu ke Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno yang tengah berkunjung ke Hongkong, mereka malah digebuki. Ironisnya para pelaku pemukulan adalah petugas Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Hongkong.  

Akibat pemukulan itu, dua wanita dilarikan ke rumah sakit karena terluka cukup parah, sementara empat wanita lainnya mengalami memar-memar dan berdarah. Pemukulan itu disaksikan Menakertrans Erman Suparno yang berada di Gedung Queen Elizabeth, Hongkong, Minggu (7/9).

Duta Buruh Migran, Franky Sahilatua, saat dihubungi Warta Kota semalam mengatakan, pemukulan itu terjadi sekitar pukul 11.00 waktu Hongkong. Saat itu, puluhan tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja di Hongkong mengadakan pertemuan dengan Menakertrans. Beberapa TKW kemudian menggelar spanduk bertuliskan ”Stop Underpayment” (hentikan pembayaran upah di bawah standar) di depan menteri.

”Tiba-tiba saja, mereka langsung diseret dan dipukuli oleh petugas keamanan sampai luka-luka, padahal mereka hanya menggelar spanduk. Wajar dong, mereka mengutarakan aspirasi kepada menteri,” ujar penyanyi balada ini.

Franky menegaskan, pemukulan itu terjadi persis di depan Menakertrans. Anehnya, kata Franky, Pak Menteri hanya berdiam dan tidak bereaksi apa-apa. Petugas keamanan yang memukuli para TKW, jumlahnya lebih dari dua orang, juga berkewarganegaraan Indonesia. ”Mereka itu lebih sok berkuasa dibanding polisi Hongkong, mereka harus diberi sanksi tegas,” katanya.

Ia menyesalkan tindakan pemukulan petugas keamanan tersebut. Ia berharap Menakertrans lebih cerdas dalam memimpin, sehingga tidak terjadi peristiwa seperti ini. Dalam pertemuan itu, sejumlah pejabat Depnakertrans, dan DPRD Tingkat I Jawa Timur juga ikut serta. Namun tidak ada yang melerai pemukulan itu dan hanya membiarkannya. ”Sudah wanita, lagi puasa, belum digaji, dipukuli bangsa sendiri lagi, ini kan jahanam sekali,” tegasnya.

Hingga semalam, baru tiga TKW yang terluka yang diketahui namanya yakni Luluk, Ganis, dan Rudi. Organisasi yang peduli TKW, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) akan melayangkan protes kepada Menakertrans dan Departemen Luar Negeri atas arogansi para petugas keamanan Konjen RI tersebut.

Ketika Warta Kota hendak minta tanggapan ke Departemen Luar Negeri (Deplu), telepon genggam Juru bicara Deplu Teuku Faizasyah tidak aktif.

Rp 4 juta

Menurut Franky, para TKW di Hongkong yang membentangkan spanduk berusaha mengutarakan aspirasi mereka bahwa masih ada TKW yang digaji di bawah standar upah yang ditentukan Pemerintah Hongkong. Mereka minta perhatian Pemerintah Indonesia untuk memperjuangkan hak mereka mendapatkan upah yang layak.

Upah minimum TKW di Hongkong adalah 3.450 dolar Hongkong per bulan. Namun sejumlah TKW mendapat upah sekitar 2.000 dolar Hongkong per bulannya. ”Itu pun banyak yang belum dibayarkan selama berbulan-bulan. Ada yang sejak pertama datang tidak menerima upah sedikit pun,” jelas Franky. Selain itu, sejumlah TKW menghadapi pemotongan gaji oleh Perusahan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) dan agen-agen tenaga kerja.

Komisioner Komnas Anti-Kekerasan Terhadap Perempuan, Sri Wiyanti Eddyono, semalam, mengaku belum mendengar kabar tentang pemukulan TKW oleh aparat keamanan Konjen RI di Hongkong. Meski demikian, Sri Wiyanti menyesalkan tindakan kekerasan terhadap para TKW. ”Apa pun alasannya, upaya kekerasan bukan jalan yang terbaik, mengapa tidak melakukan dialog saja,” ujarnya.

Ia mengatakan, ekspresi para TKW dengan membentangkan spanduk merupakan pernyataan yang wajar. Mereka memang merasakan kepahitan nasib buruh migran. ”Kekerasan itu tindakan yang tidak bijaksana karena TKW sedang berada dalam keadaan tidak menguntungkan,” imbuhnya.

TKW Indonesia yang bekerja di Hongkong jumlahnya lebih dari 100.000 orang. Mereka, rata-rata, mendapatkan gaji sekitar 3.000 dolar Hongkong per bulan atau sekitar Rp 4 juta. Jumlah tersebut memang cukup fantastis bila dibandingkan gaji pembantu rumah tangga di Jakarta yang berkisar Rp 300.000 sampai Rp 500.000 per bulan.

Alasan para wanita itu menjadi TKW di Hongkong antara lain kemiskinan, perceraian, poligami, dan ditinggal mati oleh suami. Rata-rata dari mereka harus menghidupi anak, orangtua, serta keluarga yang miskin.

SUmber: Kompas.Com