Tidak Punya Uang Buat Traktir Pacar, 4 ABG Merampok Supir Taksi dan Babak Belur Dihajar Warga

Ulah empat cowok Anak Baru Gede alias ABG ini sangat tidak layak dicontoh. Ingin meneraktir cewek, tapi tidak punya duit. Jalan pintaspun dilakukan. Mereka merampok sopir taksi. Cewek tidak jadi ditraktir malah babak belur dikeroyok massa. Bahkan kini keempat tersangka harus meringkus di dalam dinginnya sel tahan polisi.

Selasa menjelang tengah malam. Empat ABG merampok sopir taksi Jakarta Metro. Pelaku memukuli dan mecekik korban. Di antaranya merogoh saku koran dan merampas uang setoran serta HP.

Rupanya si pengemudi tidak mau jadi pecundang. Ia melawan sebisanya. Bahkan nekat melompat dari taksi yang melaju kencang di Jalan Susili Grogol, Jakarta Barat. Taksi pun berjalan oleng kemudian menabrak gerobak dan sepeda motor.

Korban juga berteriak-teriak. Warga lalu berdatangan. Tak pelak lagi, massa yang marah menggebuki keempat ABG itu hingga babak belur.

Keempat tersangka Antoni, 14, Awn, 16, Rahman Wijaya, 19, dan Tjung Toni, 20, warga Duri Utara, Jakarta Barat. Bersama korbannya Syarifudin, 36, dan barang bukti Taksi Jakarta Metro B 2947 MU, penjahat remaja itu diserahkan warga ke Polsek Tanjung Duren,

Kepada polisi, dua dari empat tersangka mengaku merampok sopir taksi karena tak mempunyai uang untuk mentraktir cewek mereka.”Saya bingung pacar minta dibelikan pulsa dan diteraktir makanan yang enak, “ kata Rahman Wijaya yang mengaku hanya dikasih jatah uang jajan Rp 70.000 seminggu oleh orangtuanya.

PURA-PURA KENCING
Menurut Syarifudin, malam itu sewaktu mengendarai taksi di kawasan Glodok, Jakarta Barat, distop empat ABG yang minta diantar ke daerah Tangerang. “Melihat tampang mereka seperti orang baik-baik saya tidak curiga, “ cerita Syarifudin di Polsek Tanjung Duren.

Pengemudi asal Indramayu yang mengaku sudah lima tahun menjadi sopir taksi lalu menjalankan mobilnya ke arah Grogol. Di Jalan Daan Mogot dekat Terminal Kalideres, seorang dari penumpangnya yang belakangan diketahui bernama Antoni, 14, yang masih duduk di bangku kelas tiga SMP, minta sopir berhenti karena ingin buang air kecil.

Permintaan itu lalu dituruti oleh sopir. Namun saat Antoni belum naik, ketiga rekannya mencekik dan memukuli ayah tiga anak itu.

Taksi sempat berputar di Jalan Prof Dr Latumeten dan kemudian berbelok ke Jalan Susilo dekat terminal dan Pos Polisi Grogol. “Melihat di tempat itu banyak orang dan petugas, saya mencabut kunci mobil lalu nekat meloncat dari taksi,” kata Syarifudin yang sempat terguling-guling di aspal.

Keempat ABG itu merampas uang setorannya Rp 450.000 dan handphone miliknya. “Saya tidak sangka kalian ternyata perampok,” cetus sopir dengan . Suami Ny. Rusmini yang mengaku tidak berlebaran di kampung halaman menderita kerugian Rp 1,2 juta.

Antoni mengatakan dirinya semula menolak ajakan Rahman Wijaya untuk merampok sopir taksi. Tapi karena didesak terus oleh yang lain juga akhirnya ikut bergabung. Kasusnya ditangani Polsek Tanjung Duren.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s