Ormas Betawi Menghajar Satpol PP Pamong Praja Yang Hendak Menegakkan Hukum

Lima petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Johar Baru, Jakarta Pusat, luka-luka akibat bentrokan dengan salah satu Ormas Betawi, Kamis (9/10) siang. Diduga pemicunya buntut penertiban pedagang Kaki-5 yang ada di GOR Johar Baru.

Keenam korban , Amirudin, 20, Komararudin, 20, Haris, 23, Mulia Herman, 28, dan Muhammad Arif, 26, luka memar di punggung dan kepala akibat lemparan batu. Korban dilarikan ke rumah sakit terdekat, di RS.Islam Jakarta.

Bentrokan tersebut pecah usai petugas Satpol PP menertibkan pedagang Kaki-5 di depan GOR Johar Baru. Puluhan orang menyerang dan mencoba menerobos masuk ke kantor kecamatan.

Saat penertiban seorang petugas Satpol PP menurunkan bendera ormas. Namun Arifin, selaku Camat Johar Baru, mengelak kalau anggotanya telah melakukan itu.

“Saya memang mendengar, tapi itu tidak benar hanya isu provokator saja,” ucap Arifin . Akibat bentrokan tersebut satu mobil Satpol PP ikut dirusak kaca depannya.

Kejadian itu dapat dibubarkan setelah puluhan aparat kepolisian dari Polsek Johar Baru datang. Kapolsek Johar Baru, Kompol Theresia Martial, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dia membenarkan kalau ormas tersebut anggota FBR. “Kami masih melakukan penyidikan ,” ucapnya.

Muhammad Arif, salah satu korban mengaku, seusai melakukan penertiban Kaki-5, bersama teman-temannya berkumpul membersihkan trotoar. Tidak berapa lama datang massa dari salah satu organisasi dan marah-marah. Mereka menuding telah mencabut bendera organisasi tersebut. “Padahal tidak ada pencabutan bendera salah satu ormas,” katanya.

Kami langsung diserang, sehingga berusaha lari tapi terus dikejar sambil dipukuli baik dengan bambu atau tangan. Arif terjatuh di got, namun tetap saja dipukuli dan dipukul dengan balok. Diapun bangun dan lari ke rumah satu warga namun tetap dikejar dan dipukuli.

“Di rumah warga saya sudah tidak sadar sekitar 10 menit. Setelah siuman hanya melihat manpol. Kemudian dibawa ke kantor kecamatan, tapi muntah lagi dan pingsan. Tahu-tahu sudah di rumah sakit,” kata Arif .

Dari enam korban yang luka-luka, setelah diobati di RS Islam Cempaka Putih lima orang diperbolehkan pulang. M. Arif harus tetap dirawat hingga kondisinya pulih.

BENTROKAN DI PAMULANG
Secara terpisah, ratusan massa dari Barisan Muda Betawi (BMB) mendatangi Polsek Pamulang, Tangerang, menuntut penyelesaian kasus penganiayaan yang menimpa empat rekan mereka, Kamis (9/10) dinihari. Mereka berorasi sambil meneriakkan yel-yel mengutuk kasus tersebut.

“Polisi harus bisa menangkap pelaku. Kalau tidak, kami akan datang dalam jumlah lebih besar,” teriak seorang pemuda. Ratusan petugas Polsek Pamulang dan Polres Jakarta Selatan terlihat di lokasi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Bentrokan sekitar pukul 18.30, dipicu masalah parkir di antara anak-anak muda warga Kampung Sasak Tinggi, Pamulang, yang tergabung dalam BMB dengan pemuda yang tinggal di Asrama Brimob Ciputat. Saat kejadian, seorang pemuda memarkirkan motornya sembarangan di Jalan Padjajaran, Pamulang. Melihat hal itu, pemuda tersebut dinasehati. Namun dia tidak terima hingga terlibat cekcok mulut.

Keributan berhasil direda, namun satu jam kemudian belasan pemuda mendatangi tukang parkir dan langsung menganiaya mereka. M. Ramdani, 25, luka cukup parah dan dirawat di RS Bhineka Bhakti Husada Pamulang. Sedang tiga lainnya luka ringan.

Pjs Kapolsek Pamulang, AKP Damanik menjelaskan, pihaknya masih menyelidiki kasus ini termasuk memburu pelaku penganiayaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s