Densus Anti Teror Menangkap Seorang Teroris Beserta 3 Kilo TNT Di Tanah Merah Kelapa Gading

Sel jaringan teroris masih terus tumbuh dan melakukan akvitas ‘bawah tanah’ mereka. Kali ini jaringan teroris memilih rumah kontrakan di kawasan Tanah Merah, Kelapa Gading, Jakut, untuk merakit bom. Bila bom meledak, kawasan itu bisa menjadi lautan api karena hanya berjarak satu kilometer dari Depo Pertamina Plumpang.

Wahyu,28, penghuni rumah kontrakan yang diduga kuat bagian dari sel-sel jaringan teroris tak berada di rumah saat penggerebekan. Padahal tak kurang dari 20 personil Densus 88 Mabes Polri dan Den 88 ATB Polda Metro Jaya, Selasa (21/10) pagi merangsek rumah Wahyu, lelaki yang oleh warga dikenal sebagai pembuat sumur bom.

Polisi hanya menemukan 21 amunisi senjata laras panjang dibalut kain dan disimpan di bawah tempat tidur. Benda lainnya, cairan kimia serta kabel yang diduga sebagai bahan membuat bom, serta dokumen teknik pembuat bom yang ditulis di kertas HVS ditemukan di dekat rak TV.

Juga ditemukan pipa paralon untuk mngemas bom, 3 kilo TNT (trinitro toluent) bahan berdaya ledak tinggi.

Sejauh ini Polri belum bersedia memberi pernyataan resmi. “Dengan ditemukannya bahan-bahan peledak itu kita bisa mencegah aktivitas peledakan. Soal keterlibatan pelaku belum bisa kita ungkapkan,” kata Wakil Kadiv Humas Polri, Brigjen Pol Sulistiyo Ishak. Dia juga belum mau menyebutkan apakah Wahyu adalah kaki tangan Noordin M Top, buronan nomor satu kasus teroris.

AKSI DI AMBON
Sumber di kepolisian menyebutkan Wahyu alias Uci terlibat serangkaian kasus peledakan bom. Antara lain di Batu Gantung, Kota Waringin, Ambon, Maluku, 22 April 2005 atau dua hari menjelang HUT RMS (Republik Maluku Selatan).

Wahyu juga diindikasikan terlibat penyerangan Pos Brimob di Lokki, Seram, Ambon, pada 16 Mei 2005 yang menewaskan 7 korban. Dia diduga sebagai anggota kelompok mujahid yang aktif melakukan aksi di wilayah Maluku dan Sulawesi Utara.

Belum diketahui apakah Wahyu juga anggota JI (Jemaah Islamiyah). Polisi masih menelusuri apakah ia terkait kelompok ‘teroris Palembang’ yang digulung Densus 88 pada Juli 2008. Polisi waktu menangkap 10 tersangka dan menyita 50 kilo TNT, mesiu, bom rakitan dan senjata api.

DIKENAL TERTUTUP
Penggerebekan rumah Wahyu membuat warga Tanah Merah, Jalan Kelapa Gading Sengon I, RT 05/14, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, Selasa (21/10) pagi, membuat warga gempar.

Saat polisi datang, pukul 06:00 Wahyu sudah mengantar istrinya, Rohayati,25, kerja di kawasan KBN Cakung. Bayi mereka, Wafa (9 bulan )dititipkan kepada Ny Endang Supriyati, istri Muntasir, pemilik kontrakan.

Wahyu mengontrak rumah beridinding papan berukuran sekitar 10×4 meter itu seharga Rp200 ribu per bulan dan sudah dua tahun tinggal di lingkungan padat penduduk tersebut.

Tri Utami,33, tetangga, mengaku saat rombongan polisi tiba ia sedang ngobrol dengan Muntasir di depan rumah Wahyu. Tiba-tiba istri Muntasir tergopoh-gopoh mengatakan ada 8 polisi bersenjata laras panjang datang.

“Pak Muntasir ditangkap di depan saya dan istrinya,” kata Utami. Endang mengikuti suaminya bersama 8 orang tersebut ke rumah Ketua RW 14, H. Abdul Wahab, 56, setelah itu dimasukkan ke mobil.

DUA BULAN DIINTAI
Wahab juga menjelaskan sebelum adanya peristiwa itu dia mengaku ditemui beberapa petugas yang menyebutkan kalau di rumah tersebut akan digerebek. “Saya masih sempat menyaksikan ada alat pembuat bom , bubuk warna abu-abu, 21 butir peluru berbagai jenis serta kabel-kabel, dokumen di rak laci dan laci TV,” ungkapnya.

Wahyu disebutkan memiliki tanda fisik bibir tebal, telinga lebar, dan kulit sawo matang. “Pak Wahyu orangnya pendiam rajin salat . Tak menduga kalu ia merupakan teroris,” kata Utami sambil menyebutkan Wahyu mengaku asal dari Sulawesi.

Sebelum penggrebekan, tiga rumah di sekitar rumah Wahyu digunakan Densus 88 sebagai tempat mengintai selama dua bulan. Satu perwira di Mabes Polri menyebutkan, Wahyu sudah lama buron.

Tim Reserse Satgas Mabes Polri pimpinan Kombes Pol Usman Nasution semenjak bulan Ramadhan sudah mengintai Wahyu. Bahkan ada polisi yang menyamar sebagai tukang sumur bor untuk memantau aktivitas Wahyu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s