Kasus Pembunuhan Wanita Tanpa Telapak Tangan di Cibinong Polisi Curigai Suami Korban

Polisi belum menemukan titik terang untuk mengungkap kasus pembunuhan Atikah, yang mayatnya ditemukan tanpa kedua telapak tangan. Meski ada kecurigaan terhadap suami korban, Sainan Entong, 60 tahun, hingga kemarin belum seorang pun ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala Kepolisian Sektor Cibinong Ajun Komisaris Alfed Ramses mengatakan, penyidik masih mendalami alibi dan keterangan Sainan. “Keterangannya selalu berbelit-belit,” kata Alfred.

Saat diperiksa, Sainan mengaku pergi ke warung tak jauh dari rumah pada malam terbunuhnya Atikah. Untuk mengecek keterangan itu, polisi meminta keterangan dari pemilik warung. Pemilik warung mengatakan tidak melihat Sainan pada malam kejadian. “Kami terus mengintensifkan penyidikan terhadap suami korban, namun belum mengarah tersangka,” ujar Alfed.

Selain warung tadi, polisi juga mendatangi sejumlah tempat yang menjadi alibi Sainan. Salah satunya adalah rumah majikannya di Bulak Rata RT 07/RW 02, Pondok Rajeg, Cibinong. Di tempat itu dia bekerja sebagai penjaga rumah.

Atikah adalah istri kedua Sainan. Perempuan yang tengah mengandung anak kedua itu ditemukan tak bernyawa pada Selasa lalu. Kedua tangannya yang hilang sampai kemarin belum ditemukan.

Sainan berkenalan dengan Atikah sejak dia bekerja sebagai penjaga rumah di Kampung Bulak Rata. Menurut seorang tetangga korban, setelah menikahi Atikah, Sainan sering berlaku kasar.

Belakangan, Sainan cemburu karena istri mudanya itu dekat dengan Sutikno, tetangga korban. Bahkan dia sempat mengancam Atikah jika masih masih berhubungan dengan Sutikno.

Polisi sudah meminta keterangan dari Sutikno soal ancaman itu. Sutikno mengaku memang dekat dengan Atikah karena merasa iba. “Istri saya juga tahu saya sering memberi jajan anak Atikah. Saya tidak punya maksud apa-apa selain iba,” ujarnya.

Sementara itu, Riyah, istri pertama Sainan, mengatakan dirinya sudah tahu hubungan korban dengan suaminya. “Waktu dia nikah dengan Atikah, saya tidak tahu,” kata Riyah. “Setelah tahu, ya, mau tidak mau, harus saya terima.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s