Satpam Merampok Uang Yang Dijaganya Senilai 1,2 Milyar Tertangkap Warga Dan Digebuki

Seorang staf sekuriti perusahaan jasa pengisian anjungan tunai mandiri (ATM) Certis Cisco dibekuk warga, Jumat (24/10) siang, lantaran berupaya membawa kabur uang miliaran rupiah yang dibawanya.

Abdul Haris, 37, melakukan aksinya saat kedua orang rekannya salat Jumat. Haris menunggu di mobil yang diparkir di area Ruko Taman Cibodas, Jatiuwung bersama uang yang diduga mencapai miliaran rupiah.

Uang yang berada di dua tas koper sedianya akan diisikan ke sejumlah ATM seperti ATM Bank Lippo, Bank Mandiri, dan Bank Danamon.

Haris kemudian memindahkan uang-uang tersebut ke dalam dua tas ransel besar dan membawanya kabur. Saat keluar dari mobil, Udin, seorang karyawan supermarket mencurigainya karena jalan terburu-buru.

Udin mengikutinya. “Saat dia hendak naik becak membawa dua tas besar saya teriak. Karena berusaha kabur saya tangkap bersama warga dan sekuriti,” ujar Udin.

Polisi menggelandangnya ke Polsek Jatiuwung. Haris pun dimintai keterangan seputar aksinya tersebut.

Kapolsek Jatiuwung, AKP YS Ujung belum mamu membeberkan kasus ini secara detil dengan alasan masih dalam proses pemeriksaan. Hingga sore Jumat (24/10), Haris bersama barang bukti masih diamankan di Polsek Jatiuwung, Tangerang.

AH (37), anggota Satuan Pengamanan PT Certies Cisco, perusahaan jasa pengantaran dan pengamanan uang, Jumat (24/10) siang, ditangkap aparat Kepolisian Sektor Kota Jatiuwung Kota Tangerang karena dituduh mencuri uang Rp 1,2 miliar dari dalam mobil uang yang ia kawal.

Dari tangan AH polisi menyita dua tas berisi boks besi berisi uang untuk mengisi kotak ATM di swalayan Tip Top Jatiuwung. Belakangan polisi mengungkapkan, AH bersama SKJ dan RL, petugas satpam yang sama-sama bertugas mengawal mobil itu, ternyata sudah berkomplot untuk mencuri.

”Ketiga anggota satpam itu sudah merencanakan tindak pencurian tersebut. Mereka mengaku tergiur uang yang sangat besar itu,” kata Kepala Polsek Kota Jatiuwung Ajun Komisaris YS Ujung, Jumat malam. Menurut Ujung, ketiga petugas satpam yang kini berstatus tersangka sudah merencanakan skenario pencurian dan menentukan di mana mereka akan bertemu lagi untuk membongkar uang hasil curian.

Aksi kejahatan itu dilakukan dengan cara SKJ dan RL meninggalkan AH sendirian di mobil Certies Cisco yang diparkir di swalayan Tip Top. SKJ dan RL lalu pamit untuk melaksanakan shalat Jumat. Saat itulah, AH membongkar tempat penyimpanan uang di dalam mobil, lalu mengambil delapan kotak besi berisi uang untuk dipindahkan ke dalam tas yang ia bawa.

AH kemudian meninggalkan mobil dengan tenang. Saat itu tak ada orang di swalayan tersebut curiga, sebab kepada orang di swalayan ia pamit akan mencari tempat laundry untuk mencuci baju di dalam tas yang ia bawa.

Tak lama, SKJ dan RL datang lalu berteriak-teriak mencari AH. Tak hanya itu, keduanya berpura-pura panik, bahkan melapor ke Polsek Jatiuwung. Anggota polsek langsung meluncur ke swalayan Tip Top dan mencari informasi tentang keberadaan AH.

Beruntung orang-orang yang sedang berada di sekitar pasar swalayan mengetahui ke arah mana AH pergi. ”Anggota mendapat informasi bahwa AH berada di depan swalayan untuk mencari taksi. Ketika sedang menunggu taksi itulah anggota kami menangkapnya,” kata Kepala Polsek Jatiuwung.

Kepala Polsek melihat ada kejanggalan dalam pengantaran dan pengamanan uang untuk ATM Bank Mandiri dan Lippo itu. Seharusnya tak hanya di kawal satpam, tetapi juga seorang anggota polisi, tetapi kemarin hanya dikawal tiga petugas satpam

KAKAK BERADIK DIANIAYA RAMPOK
Sementara itu, dua wanita kakak beradik dianiaya perampok di kontrakannya Kampung Cikiwul, Bantargebang, Jumat (24/10) dinihari. Tersangka Sepri Mantoni,23, babak belur dihajar massa yang memergokinya sebelum diamankan petugas Polsek Bantargebang.

Darwati,33, dan adiknya ,Yeni,22, yang menderita luka goresan pisau di leher dan telinga diobati di RSU Bekasi. Sebilah pisau dapur yang digunakan pelaku disita petugas.

Sekitar pukul 02:00, Darwati dan Yeni masih terlelap di rumah kontrakan. Darwati terbangun mendengar suara berisik di kamar adiknya. Setelah ditengok, ternyata Yeni tengah dibekap mulutnya dengan banyal oleh pelaku.

Melihat Darwati datang, pelaku mengancamnya dengan pisau. Namun Darwati sekuat tenaga meronta meski akibatnya leher dan telinganya tergores pisau.

Darwati berteriak minta tolong. Warga berdatangan dan menangkap pelaku yang bersembunyi di plafon rumah korban

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s