Tabungan Teroris Nurhasani Mencapai 800 Juta Rupiah

Jaringan teroris tak kehabisan dana untuk menjalankan kegiatannya. Ini terbukti dengan ditemukannya buku tabungan di rumah tersangka Nurhasani alias Hasan. Tabungan itu pernah mencapai saldo Rp800 juta, namun beberapa ratus juta sudah ditarik.

Rumah kontrakan tersangka teroris Nurhasani alias Hasan di Jalan Monumen Pancasila Sakti RT 06/08 No. 9D Kel. Lubang Buaya, Kec. Cipayung, Jaktim, digeledah polisi, Kamis (23/10) dinihari.

Dari rumah yang dihuni pedagang buku keliling itu, disita sejumlah VCD, gambar, buku dan dua buku tabungan yang satu di antaranya pernah mencapai saldo tertinggi Rp800 juta. Padahal kegiatan Nurhasani hanya pedagang buku.

Berdasarkan pemantuan, rumah kontrakan yang berada di pinggir jalan besar itu sepintas mirip toko karena bagian depannya dipasangi rolling door. Di sebelah kanannya toko pin, dan sebelah kirinya salon kecantikan.

Sebuah gerobak putih parkir di depan rumah. Rumah itu dihuni Nurhasani bersama istrinya, Fitri, 23, serta tiga anak pasangan itu masing-masing dua balita perempuan dan seorang bayi lelaki,

Hasan mengontrak rumah itu pada Lahmudin Lubis, purnawirawan TNI AD seharga Rp450 ribu per bulan. Identitas yang disodorkan pada pemilik rumah adalah KTP atas nama Nurhasana, kelahiran Tangerang, 20 Juni 1980 dan beralamat di Kec. Benda, Tangerang. Padahal Hasan lahir di pemalang 26 Juni 1980. “Ia selalu tepat membayar uang sewa rumah, tak pernah telat sama sekali,” ujar Lahmudin sambil menambahkan Hasan sudah hampir tiga tahun mengontak di sana.

Informasi yang dihimpun Pos Kota menyebutkan penggeledahan dilakukan sejumlah petugas Densus 88 Mabes Polri, aparat kepolisian setempat serta disaksikan berapa tokoh masyarakat sekitar pk. 03:30.

TABUNGAN RATUSAN JUTA
Dari rumah kontrakan Hasan petugas menyita fotokopi KTP atas Nurhasani, VCD dan buku-buku masalah jihad, gambar-gambar perjuangan di Afganistan, buku tabungan atas nama Fitri dan buku tabugan Bank Mandiri atas nama seorang lelaki yang disebut-sebut tetangga Nurhasani di Tangerang. Polisi masih menelusuri apakah nama pemilik rekening itu fiktif, atau ia anggota teroris.

Pada tabungan Fitri tak ada saldo tersisa lagi sedangkan pada buku tabungan lainnya sempat tercatat saldo tertinggi Rp 800 juta. “Hanya saja uang itu sudah diambil, hanya bersisa beberapa ratus juta lagi,” ungkap sumber Pos Kota.

Polri tengah berkoordinasi dengan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan) untuk menelusuri asal usul uang yang hampir mencapai satu milyar rupiah itu termasuk aliran dananya kemana saja.

“Sumber dana jaringan teroris bisa dari kegiatan legal maupun ilegal. Ini masih kita telusuri,” kata sumber di kepolisian. Kegiatan legal bisa dari berdagang voucer HP, dagang buku, pakaian dan sebagainya. Sedangkan ilegal dengan cara melakukan tindak pidana seperti perampokan, perjudian dan pelacuran.

Sebelum penggeledahan, Lahmudin bersama Zulharmasyah, 25, anaknya, mendatangi Pospol Lubang Buaya sekitar Pk. 22:00. Ini karena Zulharmansyah melihat gambar teroris Plumpang yang beredar.

Ia meyakini satu di antaranya adalah Nurhasani. Usai melapor ke Pospol yang lokasinya sekitar 200 meter dari rumah yang dihuni Nurhasani, terlihat Suzuki Carry B 8248 PY warna biru parkir di depan rumah.

Penumpangnya, pria yang mengaku adik kandung Nurhasani, meminta ijin untuk mengambil barang-barang karena kakaknya ditahan. Berkoordinasi dengan polisi, mereka mengatakan tak bisa memberikan kunci rumah karena tak ada ijin resmi dari pengontraknya.

DIKENAL BAIK,  RAMAH DAN PANDAI BERGAUL
Tertangkapnya Nurhasani mengagetkan warga setempat. Mereka tak menyangka pria yang menjadi penjaja buku-buku agama keliling itu ditangkap dengan tuduhan teroris.

Alasannya, selain baik, ramah dan pandai bergaul, Nurhasani dan istrnya, Fitri tak seperti ciri teroris yang sering ditonton di televisi yang bersikap tertutup. Fitri beberapa kali ikut pengajian warga sedangkan Nurhasani selalu solat di mesjid Al Syuhada yang tak jauh dari rumahnya.

“Ia mau ngobrol seperti kami,” ujar Santi, warga. Fitri pulang kampung ke Tasikmalaya tak lama usai melahirkan anak ke tiganya di bulan puasa.

Selanjutnya, Nurhasani tinggal sendiri di rumah. Itu makanya ketika lelaki itu dua hari tak pulang ke rumah banyak yang khawatir ia menjadi korban kejahatan, eh ternyata dia sendiri adalah biang segala kejahatan. Suyatni, 48, pemilik salon tepat di sebelah kiri rumah Nurhasani, mengatakan warga sempat akan melapor ke polisi.

Nurhasani bukan orang baru di lingkungan itu. Suyatni mengaku mengenalnya semasa pria itu berusia 20-an karena tinggal dengan kakak perempuannya. Keluarga Nurhasani dikenal ramah,  baik hati dan pandai bergaul. Begitu baik hatinya hingga Nurhasani membeli gerobak dagangan saat pemiliknya kepepet tak punya uang.

“Padahal ia jelas tak membutuhkan gerobak itu tapi berniat menolong orang kesulitan dan sekarang ketahuan ternyata dia baik hati karena itu bukan uang hasil jerih payahnya sendiri, pantesan royal,” katanya menunjuk gerobak putih yang parkir di depan rumah Nurhasani.

Seorang pengojek mengatakan Nurhasani pernah meminta tolong Jum, pengojek, untuk mengantar barang ke Kelapa Gading. Hanya saja tak ada yang tahu apa isi barang itu. “Beruntung tak meledak di jalan,” seloroh pengojek itu.

INCAR OBJEK EKONOMI
Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri menegaskan pihaknya terus akan memerangi terorisme. Menurut Kapolri, kelompok teroris kini bukan mengincar objek vital milik negara asing seperti Amerika Serikat atau Australia.

“Objek ekonomi yang akan menjadi target mereka karena bila ekonomi terganggu, mereka akan sangat mudah dalam mengindoktrinasi warga menjadi teroris,  mereka juga mengincar para pejabat yang memerangi terorisme,” kata Kapolri di Mabes Polri, Jumat (24/10). Namun dia tidak menyebut pejabat mana yang akan diincar.

Ditambahkan Kapolri, objek ekonomi Depo Plumpang salah satu target kelompok Wahyu Cs. Karena itu pelaku memilih mengontrak rumah di kawasan Jalan Sengon, Kelapa Gading, tak jauh dari target yang diincarnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s