Aparat Kepolisian Indonesia Berhasil Membongkar Sindikat Pembuat Jamu Dengan Bahan Kimia Berbahaya Yang Telah Beroperasi Selama 10 Tahun

Aparat Kepolisian Resor Sidoarjo, Jawa Timur, membongkar sindikat pembuat jamu tradisional yang dicampur bahan kimia berbahaya di Dusun Sidorono, Kelurahan Barengkrajan, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jumat (24/10). Sindikat tersebut beroperasi sejak 10 tahun lalu. Produknya berupa jamu dalam kemasan bermerek Akar Pinang dan sudah beredar di seluruh Jawa Timur.

Menurut Kepala Polres Sidoarjo Ajun Komisaris Besar Maruli C Simanjuntak, pihaknya sudah mengintai kegiatan pembuatan jamu tersebut selama dua minggu. Penggerebekan ini berhasil berkat laporan masyarakat.

”Jamu tradisional ini menjadi berbahaya karena dicampur bahan kimia berbahaya, yaitu parasetamol. Berdasarkan aturan, jamu tradisional tidak boleh dicampur dengan bahan kimia apa pun,” kata Maruli.

Jamu tersebut diproduksi di sebuah rumah yang tertutup rapat dan berpagar tinggi. Tidak terdapat papan nama usaha pembuatan jamu tradisional berbahaya itu. Rumah tersebut sekaligus berfungsi sebagai kantor pemasaran properti PT Pilar Langgeng Sejahtera yang menempati ruang depan, sedangkan alat-alat pembuatan jamu berada di ruang belakang.

Di lokasi tersebut, polisi mengamankan puluhan kardus berisi kemasan jamu bermerek Akar Pinang.

Ribuan kemasan jamu yang belum sempat diedarkan juga ditemukan di tempat tersebut. Enam mesin produksi turut diamankan. Polisi juga menyita bahan baku jamu sekitar 1 ton yang masih berupa bubuk.

Kegiatan tersebut, menurut Maruli, melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. Ancaman bagi pelaku adalah pidana penjara paling lama lima tahun dengan denda sebanyak-banyaknya Rp 100 juta. Sejauh ini polisi telah menetapkan tiga tersangka dan masih memeriksa 10 orang sebagai saksi.

”Kami masih terus mengembangkan penyelidikan ini. Beberapa contoh jamu akan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui dampak jamu tersebut jika dikonsumsi masyarakat,” ujar Simanjuntak.

Ahmad Subono, pemilik usaha itu, mengaku tidak mengetahui jika jamu tersebut mengandung bahan kimia berbahaya. Ia menduga jamu berbahaya yang beredar di masyarakat itu bukan hasil produksinya. ”Untuk lebih jelasnya, kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” tutur Ahmad.

Irianto, salah satu karyawan Ahmad, kepada polisi mengaku tahu adanya campuran bahan kimia berbahaya pada pembuatan jamu tradisional tersebut. Meski demikian, ia tidak melapor kepada polisi. ”Saya takut,” ujar karyawan yang sudah bekerja di tempat itu selama tujuh tahun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s