Jika Pergi Ke Depok Jangan Lupa Buang Mayat Di Universitas Indonesia UI Karena Lagi Ngetren

Sepanjang Juli-Oktober 2008, tiga sosok mayat, dua perempuan dan satu pria, dibuang di pinggir Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Sesosok mayat perempuan yang ditemukan di sekitar Tanah Baru-Kukusan bulan September hingga kini tidak diketahui identitasnya sehingga menyisakan satu lagi misteri penemuan mayat di sekitar Kampus UI yang membentang di lahan 330 hektar lebih.

Lokasi penemuan mayat berada di sisi barat dan sisi timur (jalur rel Jakarta-Depok-Bogor) Kampus UI. Tempat penemuan mayat Rahmat (19) pada hari Minggu (13/7)—waria yang menjadi guru bantu—adalah jalur rel antara Stasiun Pondok Cina dan Stasiun UI. Sekitar satu kilometer di lintasan rel yang sama dari Stasiun UI menuju Fly Over Arif Rahman Hakim (pintu gerbang UI—Red), ditemukan mayat Irma Yuli (19), Senin (13/10) sore. Adapun lokasi penemuan mayat perempuan muda berusia 15-20 tahun yang hingga kini tidak diketahui identitasnya berada di sisi barat Kampus UI.

Berdasarkan pantauan Kompas, pada tengah malam dan sore hari, situasi di Kampus UI serta jalur rel sangat bervariasi. ”Kalau akhir pekan Sabtu dan Minggu memang suasana sepi sekali. Kalau memang tidak berniat jalan menyusur rel tempat penemuan mayat, biasanya orang tidak lewat situ,” kata Wati, pedagang minuman di Stasiun UI.

Yenti Aprianti, mahasiswi program Pascasarjana Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI, mengaku, pada petang hari dia selalu meminta tukang ojek mengantar melalui jalan melingkar di jalur yang ramai. ”Biar jarak lewat tengah kampus lebih dekat, tetapi sangat sepi dan menakutkan. Lebih baik jauh sedikit tetapi aman. Kampus UI memang sangat luas dan sulit untuk dijaga ketat,” kata Yenti.

Lain lagi suasana di sekitar Stasiun UI dan Stasiun Pondok Cina. Hingga tengah malam, sejumlah kios fotokopi dan penjilidan masih buka. ”Kalau di sekitar sini rasanya orang tidak berani berbuat jahat karena masih ada pedagang yang beraktivitas. Pos satpam juga ada tidak jauh dari sini,” kata Danil, pegawai kedai fotokopi di Stasiun Pondok Cina.

Kriminolog UI, Erlangga Masdiana, mengatakan, dua pertiga wilayah UI adalah hutan. ”Tentu satpam tak bisa menjaga seluruhnya. Kondisi ini kondusif untuk membuang mayat atau melakukan kejahatan. Apalagi kalau waktu memungkinkan, seperti di akhir pekan dan ada kesempatan. Yang menjadi potential victim adalah perempuan,” katanya.

Perempuan menjadi sasaran di sektor domestik dan publik karena selalu minta dilindungi, jarang mau belajar beladiri, memakai kelemahan secara fisik untuk mendapatkan sesuatu, tidak waspada, terlalu cepat percaya, rasa percaya diri yang kelewat tinggi dan pengamanan diri minim karena malas menekuni olahraga self defense.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s