Perjudian Kelas Atas Di Hotel The Sultan Jakarta Berhasil Dibongkar Polisi

Polisi menggerebek sebuah kamar suite bernomor 296 di hotel bintang lima The Sultan—sebelumnya Hotel Hilton—di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (24/10) malam, terkait aktivitas perjudian. Aktivitas judi di kamar itu telah berlangsung sejak Januari 2008.

Polisi mulai menyidik kemungkinan keterlibatan oknum petugas hotel. Hal itu diungkapkan Wakil Direktur I Komisaris Besar Bachtiar Tambunan dan Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Abubakar Nataprawira, Senin (27/10).

Bachtiar menuturkan, ketika kamar itu digerebek sekitar pukul 19.30. Di dalam kamar terdapat 27 orang, 15 orang di antaranya kini ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Bareskrim Mabes Polri. Mereka tertangkap basah tengah bermain judi.

Sisanya dimintai keterangan sebagai saksi, seperti orang-orang yang hanya menonton, pelayan, dan koki eksternal hotel.

”Selama berbulan-bulan di sana, mereka memang memasak sendiri di dalam kamar, punya koki dan pelayan sendiri,” kata Bachtiar.

Sebanyak 15 tersangka itu terdiri dari delapan laki-laki dan tujuh perempuan. Rentang usia tersangka 42-60 tahun. Inisialnya YN (penyelenggara permainan judi), ER (pencatat permainan), dan 13 pemain. Mereka adalah BT (presiden komisaris di suatu perusahaan), AN, AT, AB, LD, VD, JK, GP, RL, SK, PP, WS, dan JHT. Ke-13 tersangka itu tengah bermain judi dengan kartu jenis joker Manado, joker Karo, dan jenis leng/song.

Pembelajaran

Marketing and Communication Manager The Sultan Shakira Tamayanti mengatakan, polisi menunjukkan surat perintah penggerebekan kepada pihak hotel. Penggerebekan disaksikan petugas hotel yang tengah bertugas malam itu. Namun, Shakira mengatakan, selama ini pihak hotel tidak tahu-menahu aktivitas di kamar itu.

”Kejadian ini pembelajaran juga bagi kami. Ini mencederai image hotel juga karena seolah-olah mengakomodir yang ilegal seperti itu,” kata Shakira.

Dari penggerebekan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya uang tunai sejumlah Rp 91.750.000 dan perhiasan. Polisi belum dapat memperkirakan besar omzet perjudian itu setiap hari. sejak digelar di The Sultan. ”Setiap hari mereka mulai main judi sejak pukul 15.00 sampai 04.00,” kata Bachtiar.

Perabot kamar

Bachtiar mengatakan, berbagai perabot dan susunannya di kamar 296 itu tidak sesuai dengan standar kamar suite. Dengan demikian, polisi menduga interior di kamar itu memang diubah oleh para penghuninya untuk mengakomodasi aktivitas perjudian.

Contohnya, di kamar 296 terdapat tiga meja bundar ukuran besar yang tidak sama seperti yang terdapat di kamar suite lainnya. Selain itu, di berbagai sudut kamar dipasangi lampu-lampu neon. Berdasarkan fakta-fakta itulah polisi menduga ada keterlibatan oknum petugas hotel terkait aktivitas itu.

”Sebab, untuk memasukkan meja-meja dan kursi-kursi itu kurang masuk akal kalau tidak terlihat,” kata Bachtiar.

Menurut Shakira, sulit bagi pihak hotel bisa memantau segala aktivitas setiap tamunya, terlebih jika telah masuk kamar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s