Kronologi Mutilasi Mayasari Karena Tidak Adil Berbagi Kasih Dengan Keempat Istrinya

Sri Rumiyati alias Yati akhirnya mengakui latar belakang pembunuhan sadis terhadap suaminya. Wanita hiperseks yang disebut-sebut telah 15 kali menikah ini mengaku memutilasi suaminya lantaran sakit hati.

Wanita asal Dusun Kupen, Pringsurat, Temanggung, Jawa Tengah, ini kepada petugas penyidik mengatakan suaminya seorang yang ringan tangan dan sering marah-marah.

Di samping itu, wanita berkulit sawo matang ini, juga menuding Hendra, 50, sebagai suami yang pelit padanya. “Perlakuannya pada saya dan istri ketiganya, Dewi, sangat jauh berbeda. Dia hanya sayang pada istri ketiga. Padahal dia tinggal satu atap dengan saya,”tutur istri keempat korban itu.

Di puncak kekesalannya, pada akhir September silam, Yati menjadi gelap mata. Suatu ketika, suaminya meminta sang istri untuk mengerok dan memijit punggungnya.

“Saat saya kerokin dan pijit dia (Hendra, red) langsung tertidur pulas. Secara diam-diam saya mengambil sebongkah batu lalu menghantamkan ke kepala belakangnya,” tuturnya kepada penyidik.

Mendapat hantaman itu, sang sopir angkot, tewas seketika. Melihat korban berlumuran darah wanita itu mengaku panik. Saat itulah timbul niatnya memotong-motong mayat Hendra.

Setelah dipotong menjadi 13 bagian, bagian-bagian tubuh korban dimasukkan tas plastik lalu dimasukkan lagi ke dalam tiga buah kardus. “Kasur saya potong menjadi dua bagian dan saya buang ke kali,” tutur wanita yang mengaku sendirian dalam menghabisi korban itu.

Sekembalinya di rumah, Yati membawa 3 kardus berisi potongan mayat korban menggunakan angkot jurusan Kotabumi- Kalideres. Sesampainya di Kalideres, ia lalu naik bus Mayasari Bakti P 64 jurusan Pulogadung dan meninggalkan satu kardus di bus itu.

Di daerah Grogol wanita itu turun dan menyetop taksi minta diantar ke Terminal Kalideres. Satu kardus lainnya ia tinggal di bagasi belakang taksi. Yati kemudian pura-pura hendak mudik dengan naik bus patas jurusan Cirebon.

“Saya minta tolong kenek bus itu untuk menaruh kardus di dalam bus. Saya lalu pulang lagi ke kontrakan,” tutur Yati.

Wanita berusia 39 tahun ini mengaku juga membuang bungkusan ke-4 di sebuah tempat sampah di Kalideres. Yati mengaku tidak tahu bungkusan mana yang berisi kepala, jeroan dan potongan tubuh lainnya.

RESMI JADI TERSANGKA
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Purwadi, mengatakan Yati kemarin resmi dijadikan tersangka. Namun mengenai identitas korban, pihaknya masih menunggu hasil tes DNA.

“Meski kami sudah menetapkan tersangka, namun polisi belum mengetahui secara pasti identitas korban. Namun, untuk sementara kami mengetahuinya bernama Hendra alias Burung,”ujar Purwadi.

Tim Puslabfor Mabes Polri dalam olah TKP kemarin menemukan beberapa bercak darah di tembok dan lantai rumah kontrakan Yati di Kampung Teriti RT 04/04, Desa Karet, Sepatan, Kabupaten Tangerang. Di duga darah tersebut milik Hendra.

Saat rumah kontakan berukuran 5×3 meter itu digeledah, sudah tidak ada barang-barang lagi. Yang tersisa hanya bangku rusak berwarna biru. Pada sekat yang terbuat dari triplek, petugas menemukan bercak darah. “Tapi sudah dilap,””ungkap AKBP Fadil Imron, Kasat Jatanras Polda Metro Jaya.

Kepala Biddokkes Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Agus Prayitno, mengatakan hasil temuan TKP akan dicocokkan dengan DNA yang terdapat pada tubuh korban mutilasi.

Dewi, isteri ketiga korban yang tinggal di Lampung, kemarin terlihat mendatangi rumah kontrakan korban bersama anaknya yang masih balita.

Dewi mengatakan hanya ingin melihat proses olah TKP saja. Kedatangan Dewi hanya sebentar saja. Dia tak kuat menahan tangis. “Saya mampir ke sini karena ingin melihat saja,” ujarnya .

Wanita ini mengaku tidak menyangka jika madunya tersebut tega menghabisi nyawa Hendra. Pasalnya, selama ini Dewi melihat Yati dan Hendra hidup bahagia. “Saya tidak menyangka dia tega membunuh Hendra,” ujar Dewi.

Dewi mengatakan terakhir bertemu dengan Hendra pada 27 September lalu. Saat itu Hendra mengatakan mempunyai uang Rp5 juta hasil menjual mobil. Rencananya uang tersebut akan diberikan Hendra untuk dirinya dan anaknya

One response to “Kronologi Mutilasi Mayasari Karena Tidak Adil Berbagi Kasih Dengan Keempat Istrinya

  1. Hmh harusnya tayangan kekerasan mutilasi ini dihentikan di media TV, karena konon pelakunya terinspirasi dari media.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s