Pelacur ABG Sekarang Menjual Diri Lewat Internet dan Friendster Dengan Tarif Minimal 800 Ribu

Pelacuran via internet kini menjadi trend bisnis prostitusi. Tak sedikit yang menjajakan diri dengan mendompleng kelompok friendster tanpa ada yang mengkoordinir, banyak juga yang dikelola oleh seorang germo. Para pelacur muda kini bukan hanya dipajang di etalase, tapi juga lewat cyber sex yang dikelola mucikari.

Bisnis prostitusi dunia maya atau cyber sex yang dikelola mucikari, dibongkar aparat Satuan Unit Cyber Crime Dirkrimsus Polda Metro Jaya. Albert Timothius, 27, sang germo yang mengelola wibsite dengan nama domain http://www.wanita18theclub.com dicomot polisi, Senin (17/11) petang.

Tiga cewek asuhan Albert yang dijajakan via internet diamankan petugas dari Hotel As di kawasan Mangga Besar, Jakbar, namun setelah dimintai keterangan ketiganya dipulangkan. “Mereka hanya diperiksa sebagai saksi,” jelas Direktur Krimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raja Erisman, Selasa (18/11).

Cewek-cewek yang ditawarkan Albert berusia 18 hingga 20 tahun. Dia merekrut para pelacur juga lewat dunia maya, melalui chatting dengan cewek-cewek yang senang internet. Dari chatting inilah lalu Albert mulai memilih mana yang bisa dijadikan pelacur.

Pelacur yang bergabung dengan Albert ada sekitar 30 orang, foto-foto mereka dipasang secara bergantian. Di layar situs itu terpampang 10 cewek berpenampilan seronok, masing-masing diberi kode sesuai dengan tarifnya. Beda wajah, beda usia beda pula tarifnya. Usia dan paras cantik, apalagi berstatus mahasiswi tarifnya lebih tinggi. Rata-rata pelacur asuhan Albert adalah wanita lokal.

Tarifnya, paling murah Rp800 ribu ada juga yang mencapai Rp1,6 juta untuk tiga jam kencan. Harga itu diluar biaya hotel yang ditanggung sendiri oleh pengguna. Dari tarif itu pelacur mendapat 60 persen dari pembayaran, 40 persen untuk germo. Umumnya pengguna ‘jasa’ anak buah Albert adalah orang-orang berduit.

DAFTAR SEBAGAI MEMBER
Untuk memboking pelacur anak buah Albert, tak sembarangan. Peminat harus mendaftar menjadi member dengan mengisi ‘formulir’ di situs yang disediakan, lengkap dengan biodata dan nomor telepon yang bisa dihubungi, serta kode cewek yang dipesan.

“Setelah data dikirim lewat email, konsumen akan dihubungi,” kata Kasat Cyber Crime, AKBP Tomy Watiliu.

Pelacur yang dipesan akan diantar oleh anak buah Albert ke tempat yang ditunjuk oleh lelaki yang memesannya, biasanya di Hotel As. Transaksi langsung terjadi, uang diberikan kepada germo, si pelacur langsung dibawa oleh pemesannya.

Albert membuka situs tersebut sejak tahun 2005, namun dia baru mengelolanya menjadi situs pelacuran mulai tahun 2007. Tersangka mengaku sejak dulu sering ke kawasan Mangga Besar namun belum pernah menjadi mucikari.

Untuk menangkap Albert polisi membutuhkaan waktu tiga bulan karena keberadaanya tak di satu tempat, namun kemana-mana selalu membawa laptop untuk korespondensi dengan kliennya. “Tiga kali kami melakukan transaksi, kali yang ke empat baru berhasil,” ungkap Tomy Watiliu.

Albert akhirnya bisa dibekuk di Hotel As, saat akan menyerahkan cewek asuhannya ke pemesan. ia dijerat dengan pasal 296 dan 50 KUHP tentang prostitusi dengan hukuman maksimal dua tahun penjara.

Menurut Raja Erisman, pihaknya kini masih menyelidiki situs lainnya yang menjadi ajang pelacuran di dunia maya. Dia mengakui situs internet yang dijadikan mucikari untuk menawarkan pelacur bisa jadi jumlahnya ratusan, namun identitas pemiliknya lebih banyak palsu sehingga sulit dilacak.

14 responses to “Pelacur ABG Sekarang Menjual Diri Lewat Internet dan Friendster Dengan Tarif Minimal 800 Ribu

  1. Bunuh aja Albert Timothius tuh, gw gak suka sampah kayak gene hidup di Indonesia, udah Indonesia imejnya jelek, elo malah nambah jadi lebih jelek lagi. Trus cewek2nya tuh emang babi pemalas semua, bisanya cuman jual memek doank!!! Tai loe semua!!!
    Send them to the HELL!!!!!!

  2. Kere!, gak bisa beli memek jgn marah2 dunk!

  3. Emang skrg duit bs membutakan sp saja!! Sampai2 harga diripun gak ada artix!! Dasar pelacur gak beragama!!!! Ke neraka aja loe!!!

  4. aq pengen knalan
    ma cewek jabutan tapi anak kediri aja

  5. ugh.. kasihan para pwmbuat enak itu…

  6. pelacur jg manusia, mereka hanya berpaling dengan laki” untuk mencari uang ….
    hahhaahaha

    tpi tetep placur harus di tindas!!!
    karna mereka slalu memahalkan tarif !!!!

  7. harga diri adalah sgala-galanya bagi si pemiliknya.untuk itu maka,hal ini menjadi obsesi terbesar bagi tiap induvidu untuk menjaganya.hanya saja setan yang menjelma menjadi uang itulah yang seringkali membuat dia rela mengorbankan harga dirinya.karena hidup susah?ekonomi lemah?sebenarnya bukan karena itu yang menjadi alasan utama mereka menjual harga diri mereka.PEMALAS,,//MISKIN MENTAL,,//MAU-NYA DAPAT UANG SECARA INSTANT(cepat).mana orang tua mereka?mana agama mereka?ataukah mungkin mereka tunggu lanjut usia(lamsia)dulu kali ya baru bertobat??maklum agama mereka kan adalah PEACE GHOST.akhir kata,terimalah mutiara hidup dari saya/\hargailah apa yang menjadi sesuatu yang indah pada dirimu.jangan membuat nya suka akan kelaliman dan kenikmatan sesaat.mulailah untuk belajar melakukan kebajikan walau sulit rasanya untuk melakukan kebajikan itu tapi dengan berdoa dan bekerja keras melalui cara yang halal,niscaya akan indah pada waktunya.

  8. ya…..kan gue blom daftar jadi pelacur lo ada situs lain kabari ya to ada yang berminat ma gue hub ke emailku

  9. KERJA WAEK NGOPO , sEng halal .. , STAFIRULLAH ,

  10. FUCK YOU BITCH FUCK YOU… you bitch , you ass hole..,, you morrons,, you SUcks..!!! ,, FUCK you bitch fuck you!!!

  11. Kok kmu tw smua ceritnya smpai2 tw orngnya ,entah2 kmu dx yg mnjdi kelompoknya,

  12. Wah…….. Parah bnget i2 orang emng dia gk kshan apa kq sgitunya bnget….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s