Hati Hati Terhadap Gerombolan Copet Yang Berkedok Sebagai Pemijat Refleksi Dalam Angkutan Umum

Polisi terus menabuh genderang perang terhadap para penjahat jalanan (street crime). Petugas Polres Kabupaten Tangerang Jumat (7/11) menembak mati dua bos copet, Rabu (19/11) malam menggulung geng copet berkedok tukang pijat refleksi yang meresahkan masyarakat.

Gerombolan copet yang kerap beraksi dalam angkutan kota (angkot) itu diringkus satuan buru sergap (buser) Polsek Serpong. Dua dari enam pencopet yang ditangkap tersungkur dibedil petugas.

Karnas S,38, warga Jalan Lada RT 01/05, Pondok Cabe, Pamulang, Kabupaten Tangerang dan Rizman P, 45, warga Jalan Pasopati, RT 011/02, Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat, Kabupaten Tangerang, dilumpuhkan di Jalan Raya Serpong, Tangerang.

Empat pelaku lainnya yakni Fany Boy, 32, Semeon, 29, Raja K, 43, dan Palesman B, 32, langsung angkat tangan begitu menyaksikan dua rekan mereka meringis memegangi kaki kirinya yang berlumuran darah.

Menurut Kapolsek Serpong, AKP Yuldi Yuzman, tertangkapnya komplotan pencopet ini berawal dari sering masuknya laporan dari masyarakat tentang aksi kawanan copet di angkot jurusan Serpong-Kalideres. Dalam beraksi, kelompok ini menggunakan modus menawarkan jasa pijat tradisional dan refleksi.

PETUGAS MENYAMAR
Dari laporan masyarakat tersebut, satuan buser dipimpin Kanit Reskrim Polsek serpong, Ipda Fiki Novian Ardiansyah, pun menguber kawanan copet yang meresahkan warga itu. Selama beberapa hari petugas melakukan investigasi dengan menyamar sebagai penumpang angkot.

Pada Rabu (19/11) malam, upaya petugas membuahkan hasil. Angkot yang ditumpangi petugas ternyata dinaiki pula oleh komplotan pencopet kelompok Sumut itu.

Tak lama setelah naik ke angkot, salah seorang pelaku menawarkan jasa pijat refleksi dan obat tradisional kepada petugas yang sedang menyamar. Ketika salah satu pelaku sedang menawarkan jasanya dan memijit kaki petugas, pelaku lainnya beraksi mengambil HP milik anggota buser. “Oleh petugas HP tersebut sengaja dibiarkan diambil oleh pelaku,” ungkap Kanit Reskrim.

Setelah mengambil HP, komplotan ini kemudian turun dan langsung menaiki mobil Suzuki Carry yang selalu mengikuti komplotan ini dari belakang angkot. “Mobil tersebut mengikuti komplotan ini ketika beraksi,” ujar Fiki.

Petugas lalu menguntit mobil sewaan tersebut. Di depan sebuah mal di kawasan Serpong, komplotan ini bertemu dengan kelompok lainnya untuk membagi hasil kejahatan.

MENCOBA KABUR
Dengan cepat, petugas pun meringkus kawanan ini. Saat digerebek, dua pentolan komplotan ini, Rizman dan Karnas, mencoba kabur. Tak mau kehilangan buruan, petugas akhirnya melumpuhkan keduanya setelah tembakan peringatan tak digubris. “Kami terpaksa melumpuhkan kedua pelaku karena mencoba melarikan diri,” tegas Yuldi.

Kapolsek menambahkan, komplotan ini sudah puluhan kali beraksi di wilayah serpong dan Kebayoran Lama. Setiap beraksi, komplotan ini menggunakan modus berpura menawarkan jasa pijat atau berpura-pura sakit dan muntah. “Masyarakat diimbau berhati-hati apabila melihat modus tersebut di dalam angkot,” ungkap Yuldi

Komplotan pencopet itu kini diamankan di Polsek Serpong bersama barang bukti 3 unit HP, brosur pijat dan obat tradisional serta satu mobil Suzuki Carry.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s