Pabrik Shabu Shabu Beromzet 500 Milyar Per Bulan Digrebek Polisi

Polda Metro Jaya membongkar sindikat perdagangan narkoba internasional di Perumahan Taman Ratu, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Polisi menduga komplotan Shichan ini memasarkan barang haram itu untuk kawasan Asia yakni Thailand, Hongkong, Malaysia dan Singapura menggunakan jalur transportasi pengiriman lewat laut dan udara.

Menurut Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol, Arman Depari, tersangka Shinchan dan kaki tangannya: Thamrin,34, Apen,33, Hendrik, 35, dan istrinya Ny.Shinta sudah lama diburu polisi. Komplotan ini dalam memproduksi shabu dibantu dua ahli WN Hongkong yakni Wing Yiu dan Shi Yung.

“Komplotan ini, bisa memproduksi shabu-shabu sedikitnya 300 kilogram dalam satu bulan. Total uang yang mereka dapatkan lebih dari Rp 500 miliar setiap bulannya,” kata Arman Depari, Jumat (21/11).

Pelaku diduga meloloskan bubuk haram itu setelah kerjasama dengan oknum-oknum di bandara. Khusus Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, menurut Shichan dalam beberapa bulan terakhir sulit dilewati karena pengawasannya ketat. Sebagai jalur alternatif, komplotan ini mengirim barang lewat beberapa bandara di Pulau Jawa dan Sumatera.

Menurut Arman, sebelum tim polisi pimpinan AKBP Jufri melakukan pengerebekan sekitar pukul 21.00 pihaknya mencurigai taksi yang ditumpangi beberapa orang masuk ke rumah tersebut. Tak lama kendaraan itu keluar dan penumpangnya kosong. Bersamaan itu, anggota langsung menggerebeknya.

Saat rumah digerebek, polisi menemukan barang bukti shabu-shabu yang sudah jadi dan setengah jadi. Selain itu, polisi juga mengamankan sembilan orang , dua diantaranya WN Hongkong. Mereka adalah Chi Shing dan Wing Yui, keduanya dikenal sebagai tim ahli soal shabu.

Barang bukti yang disita bahan untuk memproduksi shabu yakni shabu kristal halus seberat 20 kg dan 10 kg bubuk, aseton 9 botol, efidrin 3 botol, botol kimia yg berisi bahan jenis shabu belum matang, timbangan digital, pemanas listrik, beberapa plastik rekat, beberapa bahan kimia yang masih diteliti dan mobil colt B 9784 QB.

Sejumlah bahan campuran kimia itu, menurut Arman, adalah bahan pembuat sabu-shabu itu didatangkan khusus dari Hongkong. “Keberhasilan ini setelah kami mendapat informasi dari Singapura,” ujar Arman. Ia menjelaskan keberhasilan ini atas kerja sama dengan kepolisian dari Bangkok, Filipina,Thailand, Singapura, Manila dan Australia dan Hongkong dalam pemberantasan narkoba.

BAHAN BARU
Metode produksi pembuat shabu-sahbu ini tergolong baru yakni mencampurnya dengan cairan kimia. ” Cara seperti ini baru pertama kali terjadi di Indonesia.” Selain Indonesia produksi pembuat shabu-shabu juga pernah terjadi di Malaysia. “Kami masih mengembangkan kasus ini untuk mengetahui tempat lainnya,”ungkapnya.

Kapolri Jenderal Bambang ,Hendarso Danuri, yang datang ke lokasi mengatakan, pabrik shabu-shabu yang diungkap Polda Metro Jaya ini terbesar tahun 2008. “Setiap hari pabrik sabu ini mampu memproduksi sepuluh hingga dua puluh kilogram shabu-shabu dengan nilai Rp40 miliar,” ujar Kapolri yang didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Adang Firman.

Menurut Bambang, lokasi tersebut sudah lama diintai petugas. Sebelum mengontrak di lokasi itu tersangka juga pernah tinggal di daerah Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakut.

DIKONTRAK Rp 25 JUTA
Rumah semi permanen berukuran 300 M2 di Taman Ratu Blok E 1 No. 6 A letaknya sangat strategis. Selain di blok tersebut jalan buntu, pintu gerbangnya ditutup pagar besi setinggi tiga meter. Rumah dikontrakan seharga Rp 25 juta per tahun. “Saya tidak menduga dijadikan sebagai pabrik shabu-shabu,” jelas Ahwet, pemilik rumah.

Didi, 50, Ketua RT 012/013 Kel. Kedoya Utara, menjelaskan, di Taman Ratu dalam kurun dua tahun terakhir sudah tiga kali berlangsung penggerebekan rumah yang dijadikan pabrik ekstasi, penggandaan VCD dan kali ini sebagai pabrik shabu-shabu beromzet puluhan miliar sehari. “Meskipun sudah sebulan lalu dikontrak, tapi penghuni baru tiga hari masuk rumah. Dan selama itu tidak pernah melapor ke pengurus RT,” tutur Didi di lokasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s