Taman Sari Pusat Penjualan Gadis Muda Indonesia Ke Malaysia Untuk Dijadikan Pelacur

Kawasan Taman Sari, Jakarta Barat, menjadi pusat transit kegiatan trafficking perempuan muda dan anak yang dijual untuk eksploitasi seksual di Malaysia dan negara lain. Para perempuan dan anak tersebut sebelum dikirim menjalani pelatihan di kawasan Taman Sari.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Anak Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak (PP IDAI) Rachmat Sentika, Selasa (25/11) di Jakarta, menjelaskan, para perempuan dan anak yang diperdagangkan untuk dieksploitasi seksual itu menjalani semacam pelatihan di pusat hiburan malam di sekitar Taman Sari, Jakarta Barat.

”Ada lokasi sejenis di Jakarta Timur. Tetapi sebagian besar kegiatan itu berlangsung di Taman Sari, Jakarta Barat. Pelatihan untuk trafficking itu berlangsung sekurangnya dalam waktu tiga bulan,” kata Rachmat Sentika.

Kegiatan ”pelatihan” itu berkedok tempat pijat dan bar. Rachmat yang sudah tujuh tahun menangani kasus trafficking anak dan perempuan terutama dari Indonesia ke Malaysia menambahkan, para perempuan dan anak juga banyak yang menjalani bedah kosmetik sebelum dikirim ke luar negeri.

”Sesudah dikirim ke Malaysia, mereka harus melayani sekurangnya 150 tamu sebelum uang yang dipakai untuk memodali mereka dianggap lunas. Mereka banyak yang terjebak trafficking karena areal lahan pertanian di desanya terus menyusut sehingga harus beralih ke sektor jasa. Namun untuk bisa masuk, mereka tidak memiliki kemampuan di sektor formal,” kata Rachmat.

Hasil kajian Rachmat yang disampaikan untuk Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) menerangkan, pusat kegiatan perdagangan anak khususnya bagi eksploitasi seksual selain Malaysia juga menjangkau Australia, Singapura, Brunei, Thailand, Taiwan, Hongkong, Jepang, Korea, Kuwait, Irak, Arab Saudi, dan Eropa Barat.

Secara terpisah, Dubes RI untuk Kerajaan Malaysia Jenderal Polisi Purnawirawan Da’i Bachtiar menjelaskan, saat ini ada 600.000-800.000 TKI ilegal di seluruh Malaysia.

”Sudah ada sekitar 217.000 TKI yang diputihkan. Sebagian dari mereka yang menjadi korban trafficking didominasi perempuan,” kata Da’i.

TKI ilegal

Selasa kemarin, aparat kepolisian Cibinong, Jawa Barat, menangkap Farhan (38) di rumah kontrakannya di Perumahan Bumi Sentosa Cibinong, Kelurahan Nanggewer, Kecamtan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Farhan ditangkap karena diduga bersama dua rekannya, Ikbal dan Faisal, sengaja menampung 17 perempuan dan empat laki-laki di rumah kontrakannya. Hasil penyelidikan sementara, ke-21 orang ini akan dikirim ke Malyasia atau Jepang sebagai tenaga kerja ilegal.

Menurut Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Cibinong Iptu Victor DH Inkiriwang, para korban itu berasal dari Bandung, Cirebon, Cianjur, Ambon, dan Banjarmasin. Mereka dijanjikan mendapat pekerjaan di luar negeri dengan iming-iming gaji besar. Mereka sudah dimintai uang masing-masing Rp 750.000 dengan alasan untuk pembuatan paspor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s