Monthly Archives: Desember 2008

Banyak Perawat Queensland Meski Memiliki Gaji Tertinggi Di Australia Tetap Memilih Sebagai Pelacaur

Gara-gara Muak, beberapa perawat di Queenland, Australia, beralih profesi sebagai pelacur.

Harian The Courier-Mail melaporkan, seorang perawat yang sudah bekerja selama 10 tahun mengaku dia dan paling tidak empat temannya telah pindah kerja sebagai pelacur.

“Kami tidak tahan lagi bekerja di lingkungan yang sangat kekurangan tenaga dan sangat membuat stress,” ujar bekas perawat yang namanya hanya diketahui bernama Jenna.

“Saya bertugas terlalu banyak tapi digaji sangat kurang. Kalau berbuat salah hingga menyebabkan kematian, saya bisa didakwa,” kata ibu dua anak itu mengenai pekerjaannya sebagi perawat.

“Saya sampai pada kesimpulan bahwa kekurangan tenaga perawat bukanlah masaah saya.Tanggung jawab saya adalah jangan sampai saya kena guncangan jiwa atau dipenjara karena berbuat kesalahan fatal.”

Salah satu petinggi di Serikat pekerja Perawat Queensland, Beth Mohle mengaku bahwa banyak perawat keluar karena beban kerja dan stres. Tingkat kekecewaan mereka juga sangat tinggi.

“Sebuah survai  tahun lalu mendapati bahwa sebagian besar perawat tidak senang  untuk merawat dan benci pekerjaan mereka,” katanya.

“Perawat merasa mereka tidak dapat memberikan kualitas perawatan seperti yang mereka inginkan.”

Mohle mengemukakan bahwa sekitar 7.300 perawat bekerja di Queensland sedangkan jumlah perawat se-Australia adalah sekitar 16.100 orang.

Survai serikat perawat itu juga mendapati bahwa 45 persen perawat pernah mengalami kekerasan kerja. Peristiwanya lebih banyak terjadi di instansi kesehatan pemerintah maupun rumah jompo dibandingkan dengan unit milik swasta.

Jenna bahkan berkata kekerasan lebih rawan terjadi di rumah sakit dibandingkan di tempat pelacuran.

“Petugas Keamanan di rumah bordil bekerja baik. Ada tombol alarm di kamar dan kalau kami curiga terhadap pelanggan, kami dilengkapi gelang khusus.”

Jenna berkata bahwa dia memilih tempat kerja yang jauh agar profesi barunya itu tidak diketahui keluarga.

“Berangkat dari rumah saya pakai baju perawat berikut kartu pengenalnya. Sampai tempat kerja saya berganti pakaian. Yang lain juga begitu,” katanya.

Menteri Kesehatan negara bagian Queensland,  Stephen Robertson, kecewa dengan perawat yang beralih karier itu.

“Perawat di Queensland mendapat gaji terbesar sejak upah naik 26 persen pada tahun 2006,” katanya.

Alasan lain Jenna berhenti jadi perawat adalah “tempat istirahat yang sempit” serta kurangnya pengakuan yang mereka terima berbeda dengan bekerja sebagai pelacur dimana mereka dapat bekerja santai dikamar sambil tiduran, dimanja oleh pelanggan serta mendapat kenikmatan plus uang yang banyak.

“Setelah Ledakan bom di Bali, unit luka bakar di rumah sakit Royal Brisbane and Women mendapat banyak tambahan pasien. Akhirnya, dokterlah yang mendapat penghargaan sedangkan perawat tidak mendapat apapun,” katanya

Karena Merayu ABG Di Internet, Pria Paruh Baya Di Jerman Dihukum Penjara dan Bertambah Berat Karena Sang Pria Suka Menghabiskan Waktu Di Internet dan Bukan Dunia Nyata

Seorang pria Jerman usia paruh baya yang berhubungan dengan seorang remaja putri 14 tahun lewat chatroom Internet dan membujuknya agar lari dari rumah, diganjar hukuman penjara 21 bulan, Senin, atas tuduhan melakukan penculikan.

Di Internet, pria pengangguran berusia 53 tahun itu berpura-pura menjadi pemuda ganteng.

Namun demikian, ketika ia tiba pada April lalu untuk menjemput remaja bau kencur itu dengan mobilnya,  remaja itu baru menyadari kekeliruannya. Ia ternyata lebih tua daripada ayahnya, kata pengadilan di Konstanz, Jerman baratdaya.

Ia membujuk remaja putri itu untuk berkunjung ke kota asalnya, sekitar lima jam perjalanan.

Pengadilan menarik tuduhan melakukan perkosaan, dengan menyatakan tak ada bukti yang cukup untuk menjerat pria tua-tua keladi itu dengan pasal perkosaan.

Ayah empat anak yang telah bercerai itu mengobrol di lokamaya dengan gadis itu selama dua bulan, dengan mengaku jatuh cinta kepada remaja itu dan mendorongnya agar memberontak terhadap oprang tuanya serta lari dari rumahnya dekat Moenchengladbach, Jerman barat.

Hakim Joachim Weimer menolak permohonan pembebasan dengan jaminan, dengan alasan mantan buruh pabrik tersebut tak memperlihatkan perasaan menyesal dan tak berusaha mencari pekerjaan dan hanya menghabiskan waktunya berselancar di Internet.

“Kamu kurang peduli dengan dunia nyata,” kata hakim, seperti dikutip DPA.

“Alasan utama kamu ngobrol di Internet adalah menjerat gadis-gadis muda untuk diajak tidur. Hal yang paling kamu inginkan dari gadis ini adalah seks.

Ingin Dihukum Ringan Dalam Kasus Narkoba … Jadilah Artis

Rendahnya hukuman terhadap artis yang tersandung kasus narkoba disorot kalangan praktisi hukum. Mereka menilai seharusnya pengadilan menghukum lebih berat mengingat artis merupakan figur publik.

“Sebaiknya hukuman kepada mereka diperberat. Karena sebagai panutan, gaya hidup mereka mendapat peniruan dari masyarakat,” ucap selebriti, pengacara sekaligus politisi Ruhut Sitompul, Sabtu (20/12).

Pria yang selama ini menunjukkan perlawanannya terhadap narkoba itu bahkan menegaskan tidak setuju anggapan bahwa seorang pemakai adalah korban sehingga hukumannya menjadi rendah. Menurut Ruhut, saat menggunakan Narkoba mereka umumnya sadar ingin mencapai sesuatu dengan cara yang melawan hukum. “Memang sampai saat ini hukuman pengguna Narkoba pertama kali sekitar satu tahunan,” katanya.

Diharapkan hukuman ini bisa diperberat, apalagi untuk bandar dan pengedar yang dikatakannya harus dihukum seberat-beratnya.

Hal sama juga disampaikan praktisi hukum Ferry Juan. Seharusnya Public figure atau artis layak dihukum berat asal sesuai dengan tingkat kesalahannya.”

Karenanya, dia menyesalkan hukuman ringan. “Apalagi, jika tersangka kasus narkoba dari kalangan artis itu, malah mengulangi perbuatannya untuk kedua kali,” jelas dia.

SETAHUN PENJARA
Pernyataan keras Ruhut dan Ferry berkaitan dengan hukuman setahun penjara terhadap Sheila Marcia oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara karena kasus shabu-shabu.

Hukuman ringan tersebut juga dinikmati Roy Marten, Imam S Arifin, Ahmad Albar, Zarima, dan Polo. Begitu juga Ibra Azhari, kasus pertamanya pada tahun 2001, meskipun divonis 1 tahun penjara oleh PN Jaksel, bintang film dari keluarga Azhari ini tak sempat masuk penjara karena dibebaskan sebelum vonis dijatuhkan.

Dia masuk penjara pada tahun 2003 setelah tertangkap lagi karena sebagai pengedar. Aktor ganteng itu divonis hukuman 15 tahun penjara.

Siswi SMP 14 Tahun Tertangkap Basah Kencan Dihotel Dengan Satpam Teman Chattingnya

Demam chatting (ngobrol via internet) yang melanda kaum ABG (anak baru gede) akhir-akhir ini, patut diwaspadai. Bujuk rayu pria hidung belang banyak dilakukan melalui teknologi yang satu ini. Ujung-ujungnya, gadis ABG yang termakan rayuan gombal, bisa diajak ‘ngamar’ ke hotel.

Seperti dialami Han yang baru berusia 14 tahun. Gadis ABG yang duduk di kelas 3 sebuah SMP di Tanjung Priok ini mengaku diajak pria kenalannya lewat chatting untuk ngamar di hotel. “Saat itu saya lagi stres habis dimarahi orangtua. Kebetulan kenalan saya lewat chatting ngajak ketemu. Eh ternyata diajak ke hotel,” jelasnya.

Han bersama sang pacar, Muk, 32, seorang satpam, Sabtu (20/12) dinihari, terjaring dalam razia yang dilakukan petugas Polsek Cilincing di Hotel Cipondo, Jalan Kramat Jaya, Semper Barat, Cilincing, Jakut.

Selain pasangan ini, petugas Polsek Cilincing, juga menggaruk 8 pasangan mesum lainnya termasuk seorang gadis berusia 14 tahun lainnya. Sementara dari pihak hotel, polisi mengamankan seorang manajer.

Han, putri seorang karyawan swasta ini, saat ditemui Pos Kota, mengaku ketika polisi melakukan penggerebekan ia tengah tiduran di ranjang hotel bertarif Rp98 ribu permalam tersebut. “Saya kapok Pak, nggak mau melakukannya lagi,” ujar Han, warga Papanggo, Jakut, ini sambil menangis di kantor polisi.

Wanita berkulit sawo matang ini juga mengakui hubungannya dengan Muk sudah berlangsung sebulan dan sudah pernah melakukan hubungan intim sebelumnya. “Habis dia orangnya baik sih,” kata Han yang sering chatting di warnet ini.

Sementara itu, ABG 14 tahun lainnya yang ikut diamankan petugas, Su, mengatakan dia menginap di hotel tersebut bersama pacarnya. Saat digelandang polisi, wanita berkulit putih yang mengaku bekerja sebagai bartender di sebuah kafe di pinggir Kali Cakung Drain ini, dalam kondisi mabuk.

GAGAL KE SINGAPURA
Nu, 21, seorang baby sitter, yang juga terkena operasi petugas malam itu, mengaku berada di kamar hotel untuk melepas rindu dengan sang pacar karena keesokan paginya ia hendak ke Singapura.

“Rencananya pagi tadi (Sabtu, 20/12), saya mau ke Singapura diajak majikan saya. Gara-gara kena razia, semua jadi berantakan,” kata wanita yang bekerja di bilangan Kebon Jeruk ini dengan wajah lesu.

Aparat Polsek Cilincing menggelar razia penyakit masyarakat pada Sabtu (20/12) dinihari. Sasarannya di antaranya adalah hotel-hotel yang diduga jadi ajang praktik mesum. Dalam razia ini, pihak polsek mengerahkan 25 anggota.

Kapolsek Cilincing, AKP Arif Budiman, mengatakan 9 wanita dan 9 pria yang terjaring operasi rutin tersebut dimintai identitasnya dan selanjutnya diperintahkan membuat surat pernyataan. “Setelah kita data mereka akan kita kembalikan,” tegas kapolsek.

PERLAKUKAN SEBAGAI KORBAN
Berkaitan dengan penggerebekan ini, Sekjen Komnas Perlindungan Anak (Komnas Anak), Arist Merdeka Sirait, meminta agar aparat keamanan tetap menempatkan anak dibawah umur sebagai korban dalam kasus razia di Cilincing.

“Dalam istilah kami tidak ada anak yang memiliki inisiatif sendiri untuk melakukan hal-hal seperti itu, termasuk menjadi pelacur misalnya. Istilahnya no consent,” katanya.

Arist menduga anak tersebut merupakan korban baik dipaksa untuk menjadi pelacur, atau terpaksa menjadi pelacur. Latar belakangnya sangat beragam mulai dari masalah ekonomi hingga kejahatan.

Karena itu meski sudah tertangkap basah bermesum ria di hotel, lanjut Arist, anak tetap harus ditempatkan pada posisi korban dan bukan pelaku. Sebagai korban tentunya anak membutuhkan perlindungan dan perlakuan khusus yang berbeda dengan orang-orang dewasa. Termasuk lokasi pemeriksaan tidak lagi bisa dilakukan di polsek atau ruang terbuka. “Minimal harus di polres karena polres sudah memiliki unit pelayanan khusus untuk anak-anak.”

Diakui Arist beban ekonomi, beban sosial ditambah arus globalisasi telah membuat beban yang dipikul anak-anak jaman sekarang semakin berat. Mereka acapkali membutuhkan barang-barang yang melampaui kemampuan finansiil keluarganya. Fakta tersebut telah mendorong anak-anak mau melacurkan diri. “Tetapi tetap saja anak adalah korban. Korban kemiskinan, korban globalisasi dan lainnya.

Puluhan Pengguna Internet Penyuka Pornografi Anak-Anak Digerebek

Polisi Spanyol pada hari Senin mengatakan  telah menangkap 34 orang di seantero negara itu atas tuduhan memiliki, mendistribusikan dan menjual berbagai gambar pornografi anak-anak di Internet.

Polisi melakukan pencarian di lebih dari 20 provinsi, menyita 88 perangkat keras, dan lebih dari empat juta file pornografi anak, termasuk gambar dan video para korban pelecehan seksual.Polisi Jerman dan Inggris juga berpartisipasi dalam pencarian tersebut.

Lebih dari 400 orang telah ditangkap pada tahun ini atas tuduhan pornografi anak.Penyelidikan dipusatkan pada orang-orang yang menggunakan kartu kredit untuk membeli dan mendistribusikan gambar-gambar pornografi anak tersebut

Dua Kakek Memperkosa ABG Yang Minta Tolong Untuk Dikerokin Karena Masuk Angin

Sukurin! Dimintai tolong wanita masuk angin, malah dua kakek ini yang kerasukan setan. Secara bergantian Mbah Kromo, 70, dan Mbah Wongso, 64, menodai Susanti, 19. Untung saja gadis SMA itu bisa membalas sakit hatinya, saat dua kakek ini terkulai sehabis “entuk-entukan” langsung dibabat sabit hingga luka parah.

Edan memang dua kakek dadi Desa Wolo Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan (Jateng) ini. Dalam usia bukan lagi muda, masih suka daun muda. Melihat paha mulus perempuan masih ngiyip (doyan). Di kala usia semakin senja mestinya semakin arif dan santun, lalu berlomba-lomba dalam kebajikan. Eh yang terjadi malah berlomba dalam ….kebajingan! Ini mungkin yang disebut Mangkunagoro IV dalam Serat Wedatama sebagai: senajan tuwa pikun, tak bisa mikani rasa, lir sepi asepah samun! (sudah tua tak bisa mengendalikan nafsu, hidupnya percuma saja)

Riwayat buruk dua kakek ini dimulai Sabtu (13/12) dulu, ketika seorang gadis pelajar SMA mendadak sakit perut sewaktu lewat naik sepeda depan rumah Mbah Kromo. Gadis bernama Susanti ini lalu minta izin empunya rumah untuk numpang ke WC yang terletak di belakang rumah. Seusai buang hajat, Susanti mengucapkan terima kasih dan hendak berlalu. Tapi ternyata dicegah oleh Mbah Kromo yang sejak awal sudah mengintip Susanti buang hajat. “Sajake kowe masuk angin nduk, nyoh diblonyo minyak angin (rupanya kamu masuh angin, nih dioles minyak angin dulu),” kata si kakek penuh kasih sayang.

Anak gadis itu pun menurut, minyak angin itu pun dioleskan ke perut dan punggungnya. Nah, di sinilah musibah itu mengintip. Melihat perut dan punggung Susanti yang putih, pendulum si duda 3 tahun itu langsung kontak. Dia kini jadi akitif pura-pura membantu mengoleskan si minyak angin. Padahal sejatinya mau nyosor menjurus ke daerah rahasia si gadis. Susanti mencegah, tapi Mbah Kromo makin brutal, bahkan main ancam. Walhasil, pagi itu kegadisan Susanti diserahkan dengan paksa kepada Mbah Kormo.

Karena marah dan sakit hati, sebelum pergi Susanti sempat membacok Mbah Kromo yang baru entuk-entukan pakai sabit. Tiba di luar dia lalu ketemu Mbah Wongso kakek yang lain. Susanti bercerita bahwa baru saja diperkosa si jahanam Mbah Kromo. Berlagak empati dan perhatian, sigadis nan mulus itu diajak masuk ke rumahnya, lalu disuruh membuka roknya untuk menunjukkan bukti perkosaan itu. Eh, begitu melihat barang langka, Mbah Wongso ternyata juga ikut kerasukan setan. Susanti langsung ditelentangkan, dan untuk kedua kalinya dia jadi sasaran keberingasan dua kakek.

Makin frustrasilah gadis pelajar kelas III SMA di Penawangan ini. Mbah Wongso yang masih tergolek lemah sehabis menjalankan “aksi”-nya, kembali diberi hadiah bacokan oleh Susanti. Mbah Wongso yang baru saja keenakan itu pun berteriak kesakitan, sehingga mengundang perhatian warga. Agar tidak terjadi kesalahpahaman, Susanti pun segera menjelaskan apa yang baru saja dialaminya. Penduduk pun jadi marah pada kedua tua bangka itu. Dalam keadaaan berdarah-darah keduanya diserahkan ke Polres Grobogan. “Ora nulung, malah melu mlebu sarung (bukannya menolong, malah ikut masuk sarung)” kata warga menyesalkan ulah kedua kakek.

Sejumlah Mal dan Hotel Di Jakarta Terlibat Dalam Pencurian Air Palja Mengakibatkan Rakyat Kecil Kekurangan Air

Sejumlah mal dan hotel di Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat, dicurigai mencuri air dari perusahaan air minum PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja).

“Kasus pencurian air itu kini tengah kami pelajari. Bila telah ada cukup bukti, kasus ini akan dibawa ke pengadilan. Karena pencurian air itu merupakan perbuatan pidana,” kata Yudith Andriani dari Divisi Non Revenue Water (NRW) PT Palyja, saat “Palyja Journalist Workshop 2008” di Ciater, Subang, Jawa Barat, Minggu (14/12).

Selain mal dan hotel, pencurian air juga dilakukan seorang oknum aparat di daerah Jembatan Tiga, Jakarta Barat. Oknum itu melakukan sambungan ilegal (illegal connection) dan penggunaan ilegal. “Air yang dicurinya itu kemudian dijual kepada sopir truk tanki air,” jelasnya.

Terhadap oknum aparat ini, telah dilakukan tindakan hukum, oknum tersebut diajukan ke Pengadilan Militer dan dijatuhi vonis delapan bulan penjara.

Satu pelaku lainnya juga diajukan ke pengadilan, karena telah melakukan penyambungan ilegal ke sejumlah rumah. “Kali ini pelakunya orang sipil, dan telah dikenakan sanksi tujuh bulan penjara.”

KEHILANGAN AIR
Pencurian air merupakan bagian dari kehilangan air yang dialami PT Palyja, setiap tahunnya mencapai 45 persen atau setara 109,8 juta M3, dari total produksi 244 juta M3.

Menurut Komisaris PT PAM Lyonnaise Jaya Bernard Lafrogne, pihaknya telah mengalokasikan dana Rp 200 miliar untuk perbaikan dan penggantian pipa sepanjang 150 Km pada 2009, dari total yang direncanakan dalam program lima tahunan hingga 2012, sepanjang 877 km dengan anggaran Rp831 miliar.

“Perbaikan dan penggantian pipa tersebut guna mengurangi kebocoran dari sekarang 45 persen menjadi 44 persen pada 2009. Hingga Tahun 2012 ditargetkan kebocoran menjadi 40 persen.”

Ia menjelaskan investasi yang diperlukan untuk itu, antara lain diperoleh dengan penyesuaian tarif air bersih. “Sejak dua tahun lalu, tidak ada penyesuaian tarif. Maka, perlu segera penyesuaian tarif, setidaknya di atas 20 persen, guna perbaikan dan penggantian pipa.”

Bernard mengatakan terakhir kenaikan tarif air pada Januari 2007. Ia berharap gubernur mau mengadakan penyesuaian tarif air bersih yang diajukan Palyja.