Marcella Zalianty Akhirnya Dikirim Ke Penjara

Setelah diperiksa di kantor Kepolisian Resor Jakarta Pusat sejak Kamis pekan lalu, aktris Marcella Zalianty, yang menjadi tersangka kasus penganiayaan, akan dititipkan di Rumah Tahanan Wanita Pondok Bambu, Jakarta Timur.

“Belum pasti kapan, tapi akan dititipkan,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Pusat Komisaris Suwondo Nainggolan kemarin.

Marcela dititipkan di Pondok Bambu karena Polres tidak memiliki ruang tahanan khusus perempuan.

Meskipun sudah resmi ditahan, Marcella memang belum sempat mendekam dalam tahanan karena masih diperiksa polisi. “Ini semua untuk kepentingan penyidikan. Nanti, kalau tidak diperlukan lagi, akan kami titipkan. Kalau butuh, ya, kami jemput,” ujar Suwondo.

Sampai kemarin polisi telah menahan tujuh tersangka kasus penculikan dan penganiayaan terhadap Agung Setiawan. “Surat penahanan sudah ada,” kata Suwondo. Ketujuh tersangka itu adalah Marcella Zalianty, Ananda Mikola, tiga karyawan PT Kreasi Anak Bangsa, yaitu Ruli Hasbi, Yoga Mega Permana, dan M. Harianto, serta Egi (adik Marcella) dan Lasya (asisten pribadi Marcella). Suwondo enggan menerangkan lebih lanjut perihal keterlibatan para tersangka.

Agung adalah kontraktor yang diminta Marcella merombak kantornya pada Februari lalu. Tapi ia dianggap gagal memenuhi janji, sehingga ada sejumlah barang yang dikembalikan dan harus diganti dengan uang Rp 30 juta. Marcella menilai Agung tidak mau membayar utang sehingga terjadilah penganiayaan itu.

Pengacara Marcella menyatakan aktris dan produser film itu tidak pernah memerintahkan anak buahnya menyerang Agung. “Tidak ada instruksi penjemputan, karena Marcella baru minta pengecekan apakah Agung ada di Menara Imperium,” kata pengacaranya, Minola Sebayang.

Agung dicari-cari lantaran sudah dua bulan tidak bisa dihubungi. Karyawan yang disuruh mencari ternyata menemukan Agung di Menara Imperium. Sang karyawan lalu melaporkan penemuan Agung. Laporannya diterima via telepon oleh Lasya, asisten Marcella. Lasya meminta agar sang perancang interior tidak dibiarkan pergi.

Agung malam itu lalu dibawa ke Hotel Ibis Tamarin di Jakarta Pusat dan disiksa. “Tapi sebenarnya tidak ada perintah dari Marcella,” kata Minola.

Keesokan paginya, Agung baru dipertemukan dengan Marcella di kantornya. Di situlah terjadi pemukulan yang, menurut Agung kepada polisi, dilakukan Ananda Mikola.

Menurut Minola, karena disuruh melunasi utangnya, Agung kemudian menelepon ibu dan kakaknya. Minola membantah tuduhan soal penyekapan di kantor Marcella.

Pengacara Ananda Mikola, Heri Subagyo, juga membantah pengakuan Agung yang menyatakan bahwa kliennya ikut memukul dan menendang. Meski dua kali datang ke kantor Marcella, Ananda mengaku tidak menyentuh korban. YUDONO | ISTIQOMATUL HAYATI | SOFIAN | TITO SIANIPAR

Dari Selembar Kontrak…

Setelah filmnya, Lastri, dicekal Front Pembela Islam saat pengambilan gambar di Solo bulan lalu karena dianggap menyebarkan komunisme, aktris sekaligus produser Marcella Zalianty kini menjadi tersangka penganiayaan terhadap Agung Setiawan, kontraktor yang diorder mengerjakan interior kantornya. Marcella menilai Agung melakukan pelanggaran kontrak.

Kasus ini juga melibatkan pacarnya, pembalap Ananda Mikola; tiga karyawannya, Ruli Hasbi, Yoga Mega Permana, dan M. Harianto; adiknya, Egi; serta asisten pribadinya, Lasya.

Februari 2008
Marcella Zalianty meminta Agung Setiawan mengerjakan interior kantornya dengan kontrak senilai Rp 200 juta. Marcella ternyata tak puas dengan hasil kerja Agung.

22 September 2008
Di depan pengacara Juanda, SH, Agung dan Marcella meneken kontrak kesepakatan. Isinya, Agung siap mengembalikan Rp 30 juta lebih karena pembelian barang yang tidak sesuai pada 25 November 2008 dan 28 Desember 2008.

3 Desember 2008
Pukul 01.00 WIB, Agung, yang tengah berada di Menara Imperium, didatangi beberapa pria. Agung dalam keterangan kepada polisi mengatakan ia diculik lalu disekap di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta Pusat, dan dianiaya.

Siang harinya, dari hotel, Agung dibawa ke kantor Marcella di Cikini, Jakarta. Agung mengaku dipukul oleh Ananda, disaksikan Moreno dan Marcella. Agung sempat mengirim SMS ke temannya, yang kemudian menghubungi pengacara dan polisi. Malam harinya, polisi memeriksa beberapa saksi.

4 Desember 2008
Ananda, Moreno, Marcella, dan tiga karyawannya diperiksa polisi. Mereka lalu ditetapkan sebagai tersangka, kecuali Moreno.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s