Siswa SMU Babak Belur Dihajar Teman Karena Punya HP Bagus dan Polisi Menyalahkan Orangtua Siswa Karena Memberikan HP Bagus Buat Anak

Telepon genggam keren bisa membawa petaka. Lantaran menggunakan telepon genggam yang dianggap paling bagus di sekolahnya, Danang (17), siswa sebuah sekolah menengah atas di kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, malah babak belur dihajar lima temannya.

Untuk ukuran Jakarta, telepon seluler (ponsel) Nokia tipe 5320 klasik dengan kamera 3,2 megapiksel barangkali tak dilirik orang. Banyak ponsel-ponsel yang lebih mutakhir dan keren lainnya di Ibu Kota. Namun, untuk ukuran Kecamatan Ampel, Boyolali, ponsel seperti itu sudah dianggap paling mentereng dan memancing kecemburuan.

Aga (19) dan Fauzan (17), teman satu sekolah Danang, jadi tertarik ingin memiliki ponsel itu. Akhirnya keduanya menyusun rencana bersama tiga temannya yang lain, termasuk Sulung (19) yang memendam sakit hati lantaran wanita pujaan hatinya pernah direbut Danang.

Mereka mengajak Danang minum minuman keras dan mendatangi lokalisasi Sarirejo, Salatiga, Sabtu (7/3). Setelah mabuk, mereka lalu membawa Danang ke kompleks pekuburan di Ambarawa (Kabupaten Semarang) menaiki mobil Toyota Avanza warna metalik milik Aga. Setiba di sana, Danang diturunkan dan dipukuli hingga luka parah di bagian lengan dan wajah babak belur dihantam potongan bambu.

”Tadinya sempat mau dibunuh sekalian, dilempar ke Kali Tuntang, tetapi enggak tega soalnya niat kami hanya mau ambil HP-nya aja,” kata Fauzan yang ditemui di Markas Polres Salatiga, Selasa (10/3).

Setelah puas menghajar Danang dan menyikat ponsel serta dompet miliknya, dia lalu diturunkan di Kalicacing, Sidomukti, Salatiga. Keluarga korban lalu melaporkan kejadian itu kepada kepolisian.

”Sementara ini alasan mereka (mengerjai Danang) memang karena tertarik dengan HP yang, menurut mereka, paling bagus di sekolah. Kami masih mengejar tiga pelaku lainnya,” kata Kepala Polres Salatiga Ajun Komisaris Besar Agus Rohmat.

Menurut dia, kejadian ini juga harus menjadi pelajaran. Orangtua tidak perlu membelikan ponsel terlalu bagus bagi anak mereka yang masih sekolah. Hanya gara-gara memancing iri, ponsel bagus itu pun malah membawa petaka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s